Kamis, 26 Mei 2011

Panitia Pameran Kurang Siap

SLAWI - Digelarnya Pameran Hasil Pembangunan dan Produk Unggulan Kabupaten Tegal yang dibarengkan dengan Pasar Rakyat, menyedot antusiasme masyarakat untuk menyaksikan. Namun sayang, dalam penyelenggaraan itu, kesiapan panitia dirasa kurang dan itu menjadi catatan, jangan sampai animo masyarakat memunculkan cibiran dibelakang hari.
Kekurangan yang nampak dari panitia pada penyelenggaraan kegiatan itu diantaranya pembuatan gerbang masuk yang terkesan hanya seperti gerbang perkemahan sekolah. Selain itu, penataan stand dirasa kurang tertata sesuai peruntukkannya. Masih untung kegiatan Pameran dan Pasar rakyat tersebut banyak diikuti pelaku usaha dan dikunjungi masyarakat, meski ada sejumlah peserta yang standnya masih kosong, juga tidak terlihat stand sekretariat daerah selaku penyelenggara.
“Seperti stand Badan Pertanahan Nasional (BPN) saat pembukaan masih kosong. Juga kami cari stand Sekretariat Daerah Pemkab Tegal, belum terlihat. Sementara stand Setwan DPRD malah diatas panggung. Harusnya jika ada berdampingan,” kata Sutarmono, seorang warga yang mengunjungi pembukaan pameran, Rabu malam lalu.
Seperti dilaporkan Ketua Panitia Penyelenggara kegiatan, Ir Suharmanto yang juga Kepala Disperindag Pemkab Tegal, Pameran diikuti oleh 51 stand, baik SKPD Pemkab Tegal, instansi vertikal maupun pelaku usaha. Pembukaannya sendiri dilakukan oleh Bupati Tegal, dengan pemukulan Gong. Sebelum dibuka, tamu undangan yang terdiri dari bupati dan wakil bupati, serta Muspida dari Kodim 0712, Polres Tegal dan lainnya, dihibur dengan tari Kuntulan, Tari Liman Cilik dan tarian lainnya. Bahkan setiap malam saat pameran digelar, juga bakal disajikan pementasan kesenian, bekerjasama dengan Dewan Kesenian Kabupaten (DKKT) Tegal.
Pameran dan Pasar Rakyat yang digelar mulai 25 Mei, untuk pameran berakhir sampai 28 Mei, sedang untuk Pasar Rakyat berakhir sampai 6 Juni. Pada pameran yang bertemakan “Aku Bangga Tegal dan Aku Pake Produk Tegal”. “Stand peserta nantinya bakal dinilai dan untuk stand terbaik bakal mendapat penghargaan,” ucap Ir Suharmanto.
Disisi lain, menyikapi seputar informasi kurang siapnya panitia penyelenggara dalam mempersiapkan seluruh kelengkapan dan tatanan sejumlah sarana pameran, disadari pihaknya. Seperti gapura masuk diakuinya jika kurang sempurna sesuai harapan.  “Kami menyadari jika gapura masuk kurang maksimal, namun karena waktunya mepet, panitia tidak sempat mengubah menjadi lebih baik,” ujarnya.
DITERUSKAN
Sedang menurut seorang anggota DPRD dari FPAN, Syamsu Rijal BE, yang hadir pada pembukaan pameran mengatakan, salut atas pelaksanaan itu. Pihaknya juga event tersebut cukup bagus dan perlu diteruskan. Selain bisa mngenalkan produk daerah sendiri juga memberi keuntungan lebih bagi UKM. Jika perlu jangan dibubarkan dan berkelanjutan, sudah barang tentu dengan penataan yang lebih baik dan sempurna, jika perlu dilakukan set ulang.
“Saya pernah melihat di Solo, prospeknya bagus bahkan pemanfaatan stand bisa bergilir sehingga lebih banyak dipakai peminat dan sudah barang tentu menguntungkan daerah. Lagi pula Jangan samapi open space ini menjadi rusak karena dibiarkan,” terang Syamsu Rijal BE.
Sementara Bupati Tegal, Agus Riyanto SSos MM dalam sambutannya mengatakan, melihat pementasan tari yang disajikan anak-anak dari DKKT, ada kebanggan tersendiri terbersit pada diri Bupati Tegal selaku warga asli. Dengan penampilan penari, membuktikan jika Kabupaten Tegal bukan hanya tempat, namun banyak kenangan yang berkaitan dengan harapan berada didalamnya.
Pada tarian yang diperagakan terkandung makna, jika ada spirit dan penyemangat didalamnya agar warga dan daerah Kabupaten Tegal untuk terus bertambah maju dan membuat kenangan bagi yang saat ini berada didalamnya maupun bakal datang ke Kabupaten Tegal.  “Ada nuansa ingin agar siapapun yang singgah di Kabupaten Tegal menjadi kerasan. Itu kesan yang kami tangkap dengan melihat pentas tari mereka,” tutur Agus Riyanto.
Ditambahkan, bahkan dalam tarian mereka, kami melihat sebentuk harmoni yang ingin ditampilkan. Jangan pernah melihat remeh, sebuah gerakan atau langkah masyarakat Kabupaten Tegal, karena dengan sebuah langkah gerak yang harmonis dan dinamis bakal memajukan daerah. “Seperti indahnya tampilan tari mereka. Selamat Pameran Resmi Kami buka,” pungkas Bupati Tegal dalam sambutannya.
Sumber Berita : Radar Tegal, 26 Mei 2011

Sejarah Martabak Di Indonesia

Martabak adalah sejenis makanan khas dari negeri India sejak dahulu hingga sekarang. Di Indonesia ada dua jenis martabak, Martabak Telur dan Martabak Manis atau sering dikenal dengan nama Kue Bulan aka Terang Bulan.Martabak (bahasa Arab: مطبق, berarti “terlipat”) merupakan sajian yang biasa ditemukan di Arab Saudi (terutama di wilayah Hijaz), Yaman, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei. Bergantung pada lokasinya, nama dan komposisi martabak dapat bervariasi. Menurut Sumber yang sumber temukan, belum ada kapan tahun ditemukan pertama kalinya Martabak.

Pada sekitar awal tahun 1930-an, beberapa pemuda asal daerah Lebaksiu, Tegal, Jawa Tengah, mengadu nasib dengan berjualan makanan dan mainan anak-anak pada perayaan yang dilangsungkan di kota-kota besar seperti Semarang. Di kota inilah salah seorang pemuda yang bernama Ahmad bin Abdul Karim berkenalan dengan seorang pemuda India bernama Abdullah bin Hasan al-Malibary.
Dari hasil persahabatan mereka, Abdullah diajak berkunjung ke kampung halaman Ahmad di Desa Lebaksiu Kidul, Tegal. Abdullah berkenalan dengan adik perempuan Ahmad yang bernama Masni binti Abdul Karim.
Kemudian Abdullah mempersunting Masni, adik perempuan Ahmad, pada tahun 1935. Abdullah atau yang biasa disebut Tuan Duloh adalah seorang saudagar yang cukup ternama di zamannya. Salah satu keahlian Abdullah adalah membuat makanan yang terbuat dari adonan terigu yang bernama Martabak.
Dialah salah satu di antara pemuda-pemuda India yang berhasil memodifikasi martabak dari resep aslinya. Hal ini untuk menyesuaikan dengan citarasa maupun kebiasaan masyarakat di Indonesia, terutama orang Jawa, yang pada umumnya gemar makan sayur-sayuran dan tidak terlalu suka mengonsumsi daging secara berlebihan.
Sampai saat ini, jenis martabak telur yang dapat ditemukan di hampir seluruh pelosok Indonesia adalah hasil modifikasi.
Abdullah dan rekan-rekannyalah yang berhasil memperkenalkan martabak di setiap pasar malam yang diselenggarakan di kota-kota besar, khususnya di Pulau Jawa. Mereka juga memperkenalkannya pada perayaan tertentu, seperti sekatenan di Yogyakarta dan dugderan di Semarang.
Perkembangan martabak di Indonesia dalam kurun waktu antara 1950-1990 dipelopori oleh:
* Tegal: Dja’i bin Haji Sueb, Haji Urip, Haji Abdur Rohim, Sumyad, Muhidin, Gendon, Masan,
Dahlan
* Jakarta: Rumli bin Sanadi, Mahsud, Mali, Tabud, Matlab, Haji Hambali, Muanas, Haji Tobroni,
Luri, Muri, Tarmudi, Usup, Hudi, H. Muripin, H. Tabri, H. Nur Abdullah Hasan, Umar Hanafi,
H. Toni Dartam, Dakyani
* Bogor: Rifai, Mawardi, Abdul Wahid, Abdul Gofur, Maskam, Haji Umar Sahir
* Bandung: Dasir, Mukdi, Salim, Haji Mahun
* Cianjur: Haji Surur, Makbul Tamyid
* Yogyakarta: Keluarga besar Tuan Muhammad, Haji Muhammad Abdullah, Suud, Haji Bahroni
* Makassar: Haji Imam Abdul Manaf, Mashur Dja’i, Muhidin, Tori Dannya, Haji Muanas Maad,
H. Wartono, H. Jurani
* Manado: Haji Susalit, Matlub, Haji Bedi, Warno, Haji Suyatno, Narto
* Pontianak: Haji Abdul Kadir Ali, Bambang Wage, Tori
* Singkawang: Haji Jeni Saleh, dan rekan-rekan.
* Banjarmasin: Haji Muta’alim, Paluruni Tori, H. Bedi, Sunarto
* Semarang: Keluarga besar Tuan Hasan
* Palembang: Keluarga besar Tuan Haji Abdul Rozak (HAR) dan rekan-rekan
* Bekasi: Makmur Darnya, Otong, Anwar, H. Saehudin, Saepudin, dan rekan-rekan
* Kuningan: H. Midi, dan rekan-rekan
* Tangerang: H. Tris, Heriyanto Dja’i, Muhammad Abdul Bayasut, Wahyu Patehi dan
rekan-rekan
* Sampit: Rozak Bayasut, Abdullah Bayasut, Yazid Bayasut
* Bontang: Haji Muhammad, Untung, H. Sunarto, Saepu Torik
* Jayapura: Haji Juremi, Haji Waud Umar, Haji Tono Umar
* Mataram: Haji Sahuri, Agus
* Denpasar: Haji Mashur Dakup, H. Toni, Luruh, Patehi
* Kupang: Ruslan Sanusi
* Tasikmalaya: Djubaidi Ali, Balhi, Maksudi, Sungib, Sopi
* Pekanbaru: H. Isro
* Bukittinggi: Harar.
Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4659014

Manfaat Jalan Kaki 30 Menit Sehari

Lebih dari tiga juta kaum laki-laki -barangkali termasuk Anda- tidak mempunyai bayangan bahwa mereka segera menjadi korban suatu penyakit yang dapat merenggut penglihatan mereka, keperkasan mereka, bahkan nyawa mereka.
"Saya pernah menemukan laki-laki usia dua puluh tahunan yang tidak memiliki kemampuan seksual karena diabetes. Penyakit ini menyerang usia berapa pun. Dampaknya adalah krisis."
Sebuah penyakit yang menewaskan lebih dari 160.00 jiwa dalam setahun, kira-kira separuh diantaranya laki-laki.

Banyak laki-laki hanya angkat bahu dan menggelengkan kepala ketika ditanyai tentang kemungkinan terkena penyakit ini, karena gejala-gejalanya bisa tidak terlihat. Selain itu, sebagian diantara mereka masih mengira bahwa penyakit ini disebabkan oleh makan permen terlalu banyak.

Penyakit ini, tidak berhubungan dengan kebanyakan makan gula. Seseorang yang didiagnosis menderita diabetes ketika tubuhnya tidak menghasilkan cukup insulin atau tidak menggunakan insulin yang ada dengan benar.

Insulin adalah hormon yang dikeluarkan oleh pankreas dan diperlukan untuk mengubah makanan menjadi energi . "Keterkaitan dengan gula", berpangkal dari kenyataan bahwa sebagian besar yang kita makan untuk dijadikan energi diuraikan menjadi sejenis gula yang disebut glukosa, yakni bahan bakar yang dibagikan kepada setiap sel agar kita hidup .
Bagaimana pun penderita diabetes harus membatasi asupan gula mereka, karena bahan ini dapat membuat kadar gula darah melonjak tinggi sekali.
Pada orang sehat, glukosa secara otomatis diserap oleh sel-sel. Tubuh menggunakan glukosa tepat sesuai kebutuhan dan menyimpan yang tersisa. Akan tetapi tanpa insulin yang berfungsi membuka reseptor sebuah sel sehingga glukosa dapat masuk, gula yang berlebih ini terkumpul dalam aliran darah dan dapat menyebabkan segudang masalah pada kaum laki-laki.

Cukup Rajin Berjalan Kaki

Hidup bersama penyakit diabetes memang tidak nyaman. Selain bisa mengundang komplikasi, diabetes membuat orang bergantung pada obat dan harus menjalani diet ketat seumur hidup. Padahal, salah satu kiat untuk mencegah penyakit ini sebenarnya gampang saja, cukup rajin berjalan kaki.

Latihan ringan jalan kaki yang disertai diet bisa mengurangi kemungkinan seseorang terkena diabetes, bahkan pada orang yang berisiko terkena penyakit ini. Begitulah kesimpulan penelitian terbaru yang dilakukan Lembaga Nasional Untuk Diebetes, Penyakit Ginjal, dan Percernaan Amerika Serikat. Hasil penelitian ini memperkuat dalam skala yang lebih kecil yang dilakukan di Finlandia dan Cina.
Penelitian selama tiga tahun ini melibatkan 3.234 sukarelawan berbobot tubuh di atas rata-rata dan memiliki risiko terkena diabetes. Para sukarelawan yang terdiri atas orang Afro-Amerika, hispanik, Asia dan Indian itu melakukan diet dan jalan kaki. Ternyata dengan mengurangi 5-7 persen bobot tubuh (rata-rata 4,5-6,8 kilogram) disertai jalan santai 30 menit sehari, kemungkinan terserang diabetes berkurang hingga 58 persen.
Sumber Berita : http://www.dinkes-kabtangerang.go.id/

13 Cara Merawat Mata

Pada saat ini hampir seluruh lapisan masyarakat mengenal apa itu computer bahkan anak anak sekalipun sudah sejak dini sudah diperkenalkan dengan komputer. Tanpa disadari bekerja dengan komputer ternyata membawa dampak yang kurang menyehatkan bagi kesehatan mata kita, untuk meminimilisasi hal tersebut berikut tips singkat menjaga mata dari sengatan radiasi komputer.
Tanda-tanda dampak radiasi tersebut biasanya mata sering terasa kabur, mata berkunang-kunang, kepala agak pusing, dan bahkan yang paling menyedihkan adalah adanya rasa mual bagi pemula yang menggunakan komputer.

Berikut salah satu testimoni yang dialami penulis yang berkecipung dalam bidang komputer yang mengatakan bahwa : Akhir akhir ini saya merasa mata ini mulai terasa kabur kalo melihat jauh.padahal dulunya kalo melihat benda jauh masih sangat jelas.mungkin ini salah satu efek dari radiasi komputer.Tapi gak bisa ngeluh juga,soalnya dalam pekerjaan sehari hari saya menuntut harus didepan komputer selama berjam jam.
Saya merasa anda juga pasti mengalami hal yang sama bukan.bahkan ada anak tetangga saya umurnya masih 10 tahun tapi sudah pake kacamata.memprihatinkan sekali kan.makanya kali ini saya akan mencoba untuk membagikan sedikit trik kepada anda semua bagaimana cara merawat mata agar selalu dalam keadaan sehat.Kan sayang kalo masih muda matanya udah empat (pake kacamata).
1. Coba pasang filter pada monitor komputer anda.filter ini berfungsi untuk menahan radiasi agar tidak sampai ke mata.
2. Pilihlah monitor yang berbentuk LCD/plasma.karena monitor ini dipercaya lebih baik daripada monitor yang model lama.Jika anda punya cukup uang,bisa membeli VGA yang bagus agar warna monitor tidak melelahkan mata.
3. Jagalah jarak mata anda dengan monitor komputer.idealnya jarak mata ke komputer adalah 30 cm.
4. Taroklah monitor sejajar dengan mata anda.jangan terlalu rendah dan jangan terlalu tinggi.usahakan saat anda melihat komputer rasanya enak dan nyaman
5. Atur warna pada layar monitor sehingga enak dipandang mata.jangan terlalu terang karena dapat menyebabkan mata anda menjadi silau.juga jangan terlalu gelap,karena akan menyebabkan mata anda bekerja terlalu keras sehingga membuat mata menjadi cepat kering.
6. Atur screen refresh rate menjadi 75 htz..caranya jika anda pakai windows XP klik kanan pada desktop-properties-setting-advanced-monitor-lihat kolom screen refresh rate.atur menjadi 75 htz.
7. Sesering mungkin kedipkan mata.karena dengan kita mengedipkan mata,akan merangsang kelenjar airmata untuk mengeluarkan air mata yang berfungsi membuat mata menjadi basah dan lembab.jika anda jarang mengedipkan mata,maka mata akan menjadi kering.jika dipaksakan terus mata akan menjadi sakit dan akhirnya memerah.bila perlu anda bisa membeli obat tetes mata untuk membuat mata selalu dalam keadaan basah.
8. Anda bisa membeli semacam kacamata yang bisa anda pakai pada saat menggunakan computer.
9. Perhatikan cahaya disekitar ruangan tempat anda menggunakan komputer.usahakan ruangan cukup pasokan cahaya.jangan menggunakan komputer di ruangan yang gelap(tidak cukup cahaya).
10. Setelah penggunaan komputer dalam jangka waktu yang lama,istirahatkan mata minimal 15 menit.anda bisa melihat lihat keluar ruangan untuk menyegarkan mata.usahakan untuk melihat objek yang berwarna hijau seperti pepohonan dan daun daunan.karena menurut para peneliti,warna hijau mampu membuat mata kembali segar.
11. Perbanyak konsumsi makanan yang menandung vitamin A seperti wortel.juga rajinlah untuk memeriksakan mata ke dokter mata untuk mengetahui adanya gangguan pada mata.jika mata benar benar sudah terasa tidak enak,jangan malu untuk menggunakan kacamata.
12. Demikian sedikit tips dari saya.semoga setelah anda menerapkan tips ini dapat membuat kesehatan mata anda lebih terjaga.
13. Mulai sekarang sayangilah mata anda.karena ini merupakan anugrah yang diberikan kepada tuhan..bayangkan jika anda tidak bisa lagi menikmati indahnya alam….(wah tidak bisa dibayangkan)…harta bisa dicari tapi kesehatan tidak bisa dibeli..ingat!
Sumber Berita : http://rassukudalu.wordpress.com

Gubernur NII Jateng Ikut Ditangkap

Jakarta, CyberNews. Polisi telah membongkar jaringan Negara Islam Indonesia (NII) di Jawa Tengah. Polisi telah menangkap enam terduga jaringan NII di sebuah rumah di Jalan Nusa nomor 3 RT 4 RW 1 Kelurahan Genuk, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Senin (23/5). Salah satu di antara mereka, yakni TD menjabat Gubernur NII Jawa Tengah.
"TD jabatannya Gubernur Jawa Tengah, pekerjaan sehari-harinya ya gubernur tidak ada pekerjaan lain," ujar Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabid Penum) Polri Kombes Boy Rafli Amar saat jumpa pers di Mabes Polri, Selasa (24/5).
Menurutnya, penangkapan enam orang tersebut merupakan pengejaran terhadap salah satu terduga yang terlibat dalam kelompok NII Jawa Barat. Semula polisi hanya mengejar M yang terkait jaringan NII Jawa Barat. Di Jawa Barat polisi telah memproses 17 tersangka jaringan NII ke meja hijau pada tahun 2008.
Dikatakan, saat penyergapan ada lima orang selain M. Selanjutnya dalam pemeriksaan diketahui mereka merupakan jaringan NII Jawa Tengah.

Ramalan Kiamatnya Meleset Harold Camping Ngumpet

REPUBLIKA.CO.ID,NEW YORK - Media di Amerika Serikat melaporkan Harold Camping tidak terlihat sejak prediksi kiamat yang dia siarkan itu ternyata salah. Kontak telepon dan e-mail ke Family Radio milik Harold Camping tidak dijawab. Dia memprediksikan kiamat terjadi pada Sabtu (21/5) tepat pukul 18.00 di berbagai zona waktu di belahan dunia. Koran The Washington Post melaporkan layanan telepon untuk mencegah aksi bunuh diri dibuka untuk mengantisipasi kemungkinan orang-orang yang percaya dengan ramalan tersebut mengalami depresi setelah ramalan kiamat tidak menjadi kenyataan. Sekelompok warga dari Gereja Injil Calvary di Milpitas, California, mengadakan misa pagi untuk menghibur orang-orang yang percaya dengan isi khutbah Harold Camping.
''Kami hadir di sini sebab kami peduli kepada orang-orang ini,'' tuliskoran New York Times mengutip James Bynum yang merupakan salah seorang pemuka gereja.
Namun, banyak warga Kristen menepis pandangan Camping. Sebagian bahkan menggambarkan dia sebagai ''nabi palsu''.
Sebagian kalangan atheis berpesta untuk merayakan melesetnya ramalan kiamat. Sedangkan, sekelompok orang yang tidak percaya berkumpul di luar markas Family Radio International milik Harold Camping di kawasan Oakland, California, ketika tenggat waktu ramalan berlalu.
''Ini mungkin salah satu hal sedih yang saya pernah baca, kabar bahwa ada anak-anak di luar sana yang orang tuanya menghabiskan dana tabungan kuliah dan menjual rumah mereka,'' kata seorang wanita kepada BBC.
Camping mengatakan dia tahu tanpa secuil keraguan pun bahwa hari kiamat akan tiba. Dia menyatakan tidak ada rencangan cadangan.
Dia sudah pernah meramalkan kiamat pada tahun 1994. Para pengikutnya belakangan menyatakan ramalan itu hanya mengacu tahap antara.

Martabak Lebaksiu Merajai Indonesia

PETANG segera menjelang. Roni ”Sodong”, warga Tegalkubur, Desa Yamansari, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal bergegas mendorong gerobak berukuran 2 meter x 60 sentimeter menuju ke perempatan Pasar Ngaliyan, Semarang.

Dibantu istrinya, ia memulai usahanya, menjual martabak telur. Semerbak bau yang khas mengepul dari wajan penggorengan berukuran besar sehingga mengundang selera. Martabak itu dibuat dari adonan tepung terigu, telur, sayuran, dan  cacahan daging.

Banyak warga yang menyukai makanan tersebut sehingga usaha tersebut berkembang. Lebih dari 50 warga Yamansari membuka usaha yang sama di Boja, Semarang, Grobogan hingga Ungaran. 

Tak hanya itu, hampir di setiap sudut kota-kota besar di Indonesia terdapat penjual martabak. Dan, mereka rata-rata berasal dari Lebaksiu. ”Saya pernah jualan martabak di Ambon, Batam, Ujung Pandang, Manado, dan Ternate,” kata Roni.

Ya, beberapa pedagang martabak itu sudah melalang buana sejak puluhan tahun lalu. Tidak hanya di Indonesia, mereka mengadu nasib denga berjualan martabak hingga ke beberapa negara tetangga, seperti Malaysia, Timor Timur, dan Arab Saudi.

Untuk menggaet konsumen, berbagai trik pun dilakukan. Salah satunya dengan menyewa lokasi di depan mini market yang ramai pengunjung. Adi Mawardi, warga Desa Lebaksiu Kidul mengatakan, dirinya dan rekan-rekannya memilih berjualan di depan mini market agar usahanya tetap bertahan karena pesaingan kian tetat.

‘’Saya berjualan di depan Mini Market Yapora, Jalan Raya Lebaksiu. Biaya sewanya antara Rp 300 ribu/ bulan dan Rp 500 ribu/ bulan,’’ kata Adi Mawardi yang pernah berjualan martabak di Solo, Yogyakarta, Cirebon, Ujung Pandang, dan Bali sejak tahun 1972 itu.

Upaya lain untuk mempopulerkan martabak Lebaksiu, para pedagang memecahkan rekor Muri, pembuatan martabak telur terbesar di dunia. Bahkan, setiap pedagang asal Lebaksiu diminta menempelkan fotokopi piagam dari Muri itu di gerobagnya.

”Keuntungan bersih berjualan martabak minimal Rp 300 ribu/ hari. Terkadang mencapai lebih dari Rp 1,5 juta/ hari,’’ terang Adi yang memiliki dua karyawan itu. 

Pedagang lainnya, Asrofi (43) menjelaskan, karena persamaan nasib dan asal daerah, para pedagang martabak Lebaksiu membuat Paguyuban Al Marjan (Paguyuban Anak Lebaksiu Martabak dan Jajanan). Paguyuban tersebut berkembang di setiap daerah dan  menjadi wahana untuk pengembangan usaha.
Tenaga Kerja Tak hanya itu, melalui wadah tersebut mereka ikut serta membangun daerahnya. Setiap tahun, mereka meng­umpulkan sebagian rezekinya untuk membantu guru mengaji di daerahnya. ‘’Tahun lalu, kami memberikan santunan kepada 100 guru mengaji. Ini akan berlanjut setiap tahunnya,’’ katanya.  

Berkembang usaha itu yang begitu pesat membuat sejumlah pedagang kesulitan mencari tenaga kerja. Sebab, lebih dari 1.500 warga Lebaksiu berkecimpung pada usaha yang sama.

”Di Lebaksiu jarang ada pemuda pengangguran. Mereka rata-rata ikut bekerja ke luar daerah menjadi penjual martabak. Bahkan, banyak pedagang yang mencari tenaga kerja dari luar daerah,” jelasnya.

Berdasarkan pantaun anggota DPRD Kabupaten Tegal asal Lebaksiu, M Khuzaeni SE SH, warga di kecamatannya yang berjualan martabak mencapai 60 persen dari total penduduk, sekitar 100 ribu orang. Mereka dari Desa Lebaksiu Kidul, Desa Lebaksiu Lor, dan Desa Kajen. Terbanyak warga Desa Lebaksiu Kidul.

Hampir 80 persen warganya merantau ke luar daerah. Sementara di Desa Lebaksiu Lor sekitar 40 persen dan Desa Kajen sekitar 20 persen. Tingginya angka penyerapan tenaga kerja itu membuat daerah itu tumbuh pesat. Dari sisi ekonomi, di sepanjang Jalan Raya Lebaksiu bermunculan toko dan pusat perbelanjaan. Mayoritas pemilik toko itu adalah mantan pedagang martabak.

”Dari tingkat kesejahteraan bisa dilihat dari rumah pedagang martabak yang rata-rata sudah menggunakan bangunan modern. Bahkan, setiap Lebaran para pedagang itu pulang kampung membawa mobil mewah,” ujar Khuzaeni.

Perkembangan martabak itu juga berpengaruh terhadap pola pikir warga. Setiap pemuda yang akan meminang gadis Lebaksiu biasanya ditanya soal kepemilikan gerobak martabak. ”Jika seorang pemuda memilik satu gerobok, anggapan orangtua sudah cukup untuk meng­hidupi anaknya. Sebab, keuntungan per harinya bisa mencapai Rp 300 ribu,” terang Khuzaeni.

Anggota DPRD dari Fraksi Golkar itu kagung dengan sistem pengembangan usaha oleh pedagang Lebaksiu. Mereka secara terorganisir menjajaki satu daerah dengan bermodalkan ketekunan. Setelah mendapatkan pangsa pasar, mereka memanggil rekan-rekannya untuk berjualan di daerah tersebut.

Perburuan wilayah itu terus berlanjut ke daerah lainnya yang belum terjamah produk martabak. Hal itu yang membuat martabak Lebaksiu ada di setiap kota di Indonesia. Bahkan, martabak Lebaksiu sudah dipasarkan di Timor Timur.

‘’Teman saya ada yang berjualan di Timor Timur. Selain itu, ada juga jualan di Malaysia dan Arab Saudi. Namun, perkembangannya kurang bagus,’’ katanya.
Sumber Berita : Suara Merdeka, 27 Maret 2011