Kamis, 26 Mei 2011

Puluhan Sopir mengadu ke Organda Kab. Tegal

SLAWI - Puluhan sopir angkutan umum di bawah naungan Paguyuban Berkah Jaya 007 mengadu ke DPC Organda Kabupaten Tegal, kemarin. Pasalnya, rute yang selama ini mereka lalui, sejak beberapa hari lalu juga dilewati angkutan lain. Penumpukan rute tersebut yaitu akibat penutupan akses jalan yang melalui jembatan Kali Gung Kagok Slawi, sejak Kamis (19/5) lalu.

Salah satu sopir, Aris, mengatakan, sejak jembatan tersebut ditutup, sebanyak lima angkutan dengan rute yang berbeda kini bersinggungan dengan rute angkutan Paguyuban Berkah Jaya yang melalui rute Banjaran-Slawi-Slarang-Balapulang.

Lima angkutan yang bersinggungan tersebut yaitu rute Jatinegara-Slawi, Kedungbanteng-Slawi, LIK-Balamoa-Slawi, Penusupan-Slawi, dan Cacaban-Slawi.

Persinggungan rute yaitu terjadi di ruas Langon-Bong China, yang merupakan hak rute paguyuban Berkah Jaya. Perwakilan para sopir ditemui oleh jajaran pimpinan DPC Organda, Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Dishubkominfo, Zaenal Arifin dan Kasi Lalu Lintas, Supriyadi.

Ketua DPC Organda, Pihandono menjelaskan, adanya persinggungan rute akibat penutupan jembatan Kali Gung Kagok sebenarnya sudah diantisipasi.
Sumber Berita : Suara Merdeka CyberNews, 27 Mei 2011

Baru Dibuka Jalan Ciregol Retak Lagi

BUMIAYU - Baru beberapa saat dibuka, jalan Ciregol jalur Tegal-Purwokerto kembali mengalami retak-retak. Kondisi tersebut memaksa Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) membatasi jenis kendaraan yang lewat, yaitu sepeda motor dan mobil pribadi saja. Sebelumnya diberitakan, usai dibuka tonase kendaraan yang diperbolehkan lewat maksimal lima ton (SM, 25/6).

Kepala Dishubkominfo Pemkab Brebes H Soeprapto SH mengatakan, jalan Ciregol dibuka pada Kamis (26/5) tepat pukul 00.00. Namun dalam perkembangan di lapangan, muncul retakan-retakan pada badan jalan. Dari kordinasi dengan pihak Bina Marga Wilayah Tegal, akhirnya disepakati hanya mobil pribadi dan sepeda motor yang bisa lewat. "Pembatasan kendaraan ini dilakukan atas pertimbangan teknis. Jika truk diesel maupun minibus dipaksakan lewat, dikhawatirkan retakan akan bertambah parah," katanya di sela memantau arus lalu lintas, kemarin pagi. 

Menurut Soeprapto, kendaraan seperti minibus/mikrobus, truk diesel yang sudah telanjur masuk ke kawasan Tonjong disarankan lewat jalan alternatif yang tersedia. "Kami sudah menempatkan petugas untuk mengatur dan mengarahkan kendaraan di jalur alternatif," katanya. Dari pantauan SM, arus lalin di Ciregol sepanjang pagi hingga siang hari kemarin, cukup lancar. Badan jalan juga landai sehingga relatif mudah dilalui dari dua arah.

Lokasi Lama

Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Tegal-Slawi-Prupuk-Ajibarang-Langon Bina Marga Wilayah Tegal Danang Triwibowo mengatakan, titik retakan berada dilokasi lama, yaitu pada Km 115+650. Lokasi itu merupakan titik pertama ambles pada awal Maret lalu. "Kami terus melakukan penanganan pada titik tersebut," katanya. Menurut Danang, munculnya retakan itu tidak mengganggu tahapan penanganan yang sudah dijadwalkan. "Kami terus berupaya agar tahapan penanganan tidak meleset," katanya.

Pada bagian lain, Danang mengaku mengkhawatirkan keselamatan badan jalan di kilometer 115+870. Lokasi itu berjarak sekitar 150 meter dari titik ambles kilometer 115+640. Pada Minggu (22/5), tebing disana longsor menyeret dua rumah warga setempat. Menyusul kejadian itu, jarak antara badan jalan dengan bibir tebing Sungai Pedes tidak kurang dari 3 meter.  Kondisi itu akan sangat membahayakan jika sering dilalui kendaraan berat, karena retakan bisa bertambah dan bisa menyebabkan longsor susulan. Camat Tonjong Tatag Koes Adiyanto MSi membenarkan, lebar bidang tanah (bukit Ciregol) hanya tersisa sekitar 17 meter saja. Pada kanan kiri bukit, mengalir dua sungai yaitu Sungai Pedes dan Sungai Glagah. Sedangkan "Saya kira ini perlu diantisipasi karena bila tidak, jalur Tegal-Purwokerto bisa putus total," kata dia.
Sumber Berita : Suara Merdeka CyberNews, 26 Mei 2011

Asal Kehidupan di Bumi

HAMPIR semua ilmuwan sepakat setiap bentuk kehidupan di bumi pernah berada di tingkat paling rendah, yaitu mikroorganisme. Tahun 1924, ahli biokimia Rusia, Alexander Ivanivich Oparin, menyatakan semua bahan baku kehidupan sudah ada di bumi sejak semula.

Energi matahari dan proses yang belum diketahui telah memicu kemunculan kehidupan. Tak lama setelah itu, ahli biologi Inggris, John BS Haldane, berspekulasi lebih jauh. Dia mengemukakan kehidupan bumi berasal dari subprotein panas — senyawa antara uap air, karbondioksida, dan amoniak. Semua unsur kimia itu bergabung akibat ulah sinar ultraviolet matahari. Kedua hipotesis itu berkembang dari penemuan ilmiah 75 tahun sebelumnya. Itulah teori evolusi biologis Charles Darwin.

Namun sekalipun asam amino bakal protein bisa terbentuk di bumi purba, para ilmuwan selama ini tak yakin apakah proses berikutnya, yakni pembentukan rantai molekul, dapat terjadi. Jawaban datang dari hasil penelitian Clifford Matthews dan Robert Ludickly di Universitas Illinois AS. Mereka berhasil mengenali proses pembentukan molekul protein. Matthew yakin reaksi pembentukan berantai merupakan reaksi organik yang paling sering terjadi di alam semesta. Alam semesta kaya unsur organik bakal kehidupan. Unsur-unsur kimia itu dibentuk di dapur nuklir bintang-bintang berusia lanjut.

Pada bintang bintang muda, reaksi nuklir di pusat bintang mengubah hidrogen menjadi helium. Jika sebagian besar hidrogen sudah diubah menjadi helium, unsur helium pun dibakar menjadi unsur karbon.
Proses itu terus berlangsung. Karbon diubah menjadi nitrogen dan oksigen sehingga akhirnya pusat bintang membentuk unsur-unsur berat. Dalam astronomi, reaksi itu dikenal dengan sebutan reaksi triplealpha. Melalui proses ledakan bintang (nova), unsur yang terbentuk dikembalikan ke ruang antarbintang, mencemari kabut antarbintang yang semula hanya terdiri atas atom-atom hidrogen.

Matahari kita merupakan bintang generasi muda yang lahir dari kabut kaya unsur berat. Semua planet dalam tata surya mempunyai komposisi materi dari kabut bakal matahari (protosolar). Namun bumi yang muda belum mempunyai atmosfer seperti sekarang. Gejolak-gejolak di permukaan bumi yang masih lunak melepaskan gas-gas seperti metana (CH4), amoniak (NH3), dan uap air yang terperangkap di perut bumi.
Maka segera terbentuklah atmosfer purba bumi.

Sementara itu, bombardemen unsur-unsur kosmos terus berlangsung, memperkaya atmosfer bumi. Energi petir dan ultraviolet memacu unsur-unsur untuk bergabung. Namun belum ada oksigen, yang bergabung ketika senyawa di atmosfer mengendap ke seluruh permukaan bumi. Sebagian besar mengisi lautan yang baru terbentuk. Reaksi dengan air menyebabkan pembentukan rantai protein yang makin rumit. Makin lama lautan bumi purba bagai air kaldu daging sapi kaya protein.

Oksigen Bebas

Dalam tata surya, kehadiran oksigen bebas merupakan ciri unik bumi. Oksigen bebas yang kini merupakan unsur kelima dalam atmosfer bumi modern sebagian besar berasal dari fotosintesis yang diawali serangan sinar ultraviolet matahari ke bagian terluar atmosfer bumi yang mengandung banyak uap air. Sinar kuat matahari memisah uap air atas unsur hidrogen dan oksigen.

Hidrogen yang jauh lebih ringan menguap ke angkasa luar. Atom-atom oksigen pun bergabung membentuk lapisan ozon (O3) yang menghalangi sinar ultraviolet matahari. Namun sebelumnya sinar ultraviolet matahari menembus permukaan lautan bumi, memasak makanan bagi bentuk kehidupan awal yang berkembang. Bentuk kehidupan (organisme) waktu itu akan memakan senyawa organik yang terbentuk di lautan bumi.

Hipotesis para astronom tentang awal mula kehidupan bumi bukan rekaan yang tak berlandaskan pertimbangan ilmiah. Di laboratorium biokimia Universitas Maryland, Cyril Ponnamperuma bersama ahli biokimia lain berupaya membangun atmosfer bumi purba. Keadaan dalam sebuah tabung bola tertutup dibuat sedemikian rupa sehingga bagian atas tabung merupakan atmosfer bumi yang mengandung metana, amoniak, dan uap air. Bagian bawah tabung merupakan lautan yang mengandung air. Bola kaca itu kemudian menerima radiasi kuat pada berbagai panjang gelombang. Ultraviolet yang dihasilkan lampu wasiat Aladin itu kira-kira sepersepuluh ribu kali lebih kuat ketimbang ultraviolet matahari yang mencapai bumi.

Dalam beberapa jam, duplikat energi matahari itu mampu mengubah atmosfer mirip bumi purba, yang pada zaman purba berlangsung ribuan jam. Dalam bejana kimia itu terlihat cairan pekat kecokelatan cikal bakal kehidupan; asam asam amino pembangun molekul protein dan adenin serat guanin, komponen asam nukleat.

Bukan hanya Ponnamperuma yang tertarik meneliti asal-usul kehidupan. Di Universitas Chicago, Stanley Miller dan Harold Urey tahun 1953 melakukan percobaan serupa. Mereka mereproduksi kondisi atmosfer purba dengan hidrogen, air, metana, dan amoniak dalam bejana dan memanasinya. Dalam seminggu mereka menemukan endapan senyawa organik penyusun kehidupan: asam amino. Ragam asam amino itu — glisin, alanin, aspartik, dan glutamik — adalah unsur dasar pembentuk protein, penyusun struktur sel, dan berperan penting dalam reaksi biokimia yang dibutuhkan kehidupan. Dengan penemuan Matthews beberapa waktu lalu, para ilmuwan makin percaya kehidupan bumi bermula dari bentuk paling sederhana.

Penemuan Metionin

Pada 21 Maret 2011, Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) menerbitkan hasil pengujian bahan penelitian Stanley Miller ñ yang dengan alasan yang tak pernah diketahui tidak pernah dicoba sampai Miller meninggal tahun 2007. Bahan itu mengandung hidrogen sulfida (H2S) yang belum pernah digunakan. “Hidrogen sulfida itu berfungsi menstimulasi kondisi awal atmosfer kita,” kata Eric T Parker dari Sekolah Ilmu Pengetahuan Kebumian dan Atmosfer Institut Teknologi Georgia, Atlanta, AS, dalam situs resmi NASA. Dia merupakan  salah satu penulis utama dalam The Proceedings of the National Academy of Sciences yang berjudul “Primordial Synthesis of Amines and Amino Acids in A 1958 Miller H2S-rich Spark Discharge Experiment”.

Profesor Jefrey Bada dari Universitas California Los Angles (UCLA) yang berpartisipasi dalam penelitian itu mengatakan, “Sungguh mengagetkan, dengan menggunakan H2S, asam amino yang dihasilkan jauh lebih kaya dibandingkan penelitian-penelitian sebelumnya.”

Secara keseluruhan diperoleh 22 jenis asam amino dan 10 jenis di antaranya belum pernah ditemukan dalam percobaan serupa. Salah satu asam amino itu, metionin, berperan besar dalam kode genetik. “Metionin menginformasikan pada sel untuk menerjemahkan suatu desain menjadi protein,” kata Dr James Cleaves dari Carnegie Institution of Washington, anggota tim peneliti.

Kesimpulannya, penelitian menunjukkan peran gunung berapi pada pembentukan senyawa organik awal. Gunung berapi adalah sumber sulfur berlimpah. Kilat cahaya yang muncul saat gunung meletus seperti aliran listrik yang membangkitkan kehidupan. Jadi kawasan gunung berapi bisa jadi merupakan lokasi awal mula kehidupan karena merupakan daerah yang kaya senyawa organik, baik jenis maupun jumlahnya.

Penelitian lebih lanjut pada meteorit — partikel antariksa yang tidak habis terbakar di atmosfer dan jatuh ke bumi — menunjukkan selain kaya unsur karbon, meteorit juga mengandung beragam asam amino. Maka bisa jadi molekul penting yang berperan dalam kehidupan berasal dari antariksa dan mempercepat kemunculan kehidupan karena bahan baku sudah siap bersenyawa.

“Kami menemukan tipe asam amino yang dihasilkan dengan menambahkan H2S ternyata hampir sama dengan asam amino pada meteorit  dari luar angkasa yang kaya karbon,” tutur D Jason Dworkin dari Goddard Space Flight Center yang memimpin Laboratorium Astrokimia NASA.

Kedengarannya ungkapan Dworkin aneh dan agak kabur, tetapi mukjizat kehidupan tiba-tiba menjadi kejadian biasa yang boleh terjadi di mana dan kapan saja, asal ada lingkungan yang mendukung. Jika kita mengharap kehidupan itu mirip di bumi, lingkungan yang dituntut pasti tidak akan jauh berbeda dari bumi kita.

Planet itu, yang diharapkan melahirkan kehidupan, harus mempunyai atmosfer yang mengandung asam sianida, amoniak, metana, dan uap air. Dan, begitu tanda kehidupan tampil, segera terbentuk ozon, sianida, dan unsur-unsur beracun lain akan musnah. (51)
Sumber Berita : Suara Merdeka CyberNews, 23 Mei 2011

- Amien Nugroho, pengamat teknologi tinggal di Yogyakarta

Kematian Akibat Syok Jantung

SYOK jantung (cardiogenic shock) merupakan syok yang disebabkan karena berhentinya jantung, atau  terjadi saat jantung tidak dapat mempertahankan perfusi (kebutuhan oksigen) yang cukup untuk permintaan metabolisme jaringan.

Mortalitas (angka kematian) penderita sangat tinggi, mencapai 50-80%. Syok jantung merupakan penyebab utama kematian pasien dengan infark yang dirawat di rumah sakit. Penderita dengan komplikasi infark miokard akut sekitar 20% pada tahun 1960-an, namun berfluktuasi sekitar 8% selama lebih dari 20 tahun. Terapi reperfusi dini untuk infark miokard akut menurunkan kejadian syok jantung.

Penyebab

Beberapa penyebab  antara lain: gangguan kontraktilitas miokardium (otot jantung), gangguan fungsi bilik kiri jantung, infark miokard akut berikut komplikasinya, perdarahan, infeksi, myocarditis (peradangan otot jantung), cardiomyopathy (gangguan otot jantung), post-cardiac arrest (kondisi setelah henti jantung), severe valvular heart disease (penyakit katub jantung berat), toksik-metabolik (akibat overdosis obat golongan beta-blocker atau calcium channel antagonist).

Kejadian syok jantung meningkat pada penderita dengan akut miokard infark (AMI), atau sebelumnya menderita AMI, usia lanjut, jenis kelamin wanita, riwayat penyakit gula (diabetes melitus), dan mereka yang mengalami reinfarction segera setelah infark miokard.

Potret Klinis

Penderita merasa nyeri dada berkelanjutan, sesak, sulit bernapas, tampak pucat, gelisah, takut, cemas. Keadaan mental tertekan hingga depresi. Anggota gerak (tangan-kaki) teraba dingin. Jaringan tubuh kekurangan oksigen (hipoperfusi jaringan).

Produksi air seni kurang dari 30 mL/jam. Takikardi (detak jantung cepat, lebih dari 100x/menit). Nadi teraba lemah-cepat, sekitar 90ñ110 x/menit. Tachypnea (bernafas cepat). Hipotensi (tekanan darah rendah).

 Diaphoresis (berkeringat banyak atau ìmandi keringatî). Berkurangnya pengisian pembuluh kapiler. Distensi vena jugularis. Indeks jantung kurang dari 2,2 L per menit per meter persegi. Tekanan pulmonary artery wedge lebih dari 18 mmHg.  

Secara praktis,  ditandai disfungsi miokard (gangguan fungsi otot jantung), disertai: tekanan darah sistol arteri kurang dari 80 mmHg, tekanan vena sentral lebih dari 10 mmH2O, gelisah, keringat dingin, kaki-tangan dingin, denyut jantung cepat.

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan laboratorium yang diperlukan, seperti: pemeriksaan darah lengkap dan panel elektrolit serum. Pemeriksaan enzim jantung, terutama untuk mengetahui AMI. Kadar kreatinin dan blood urea nitrogen (BUN), gas darah arteri, studi koagulasi.

Hasil pemeriksaan  menunjukkan hitung leukosit meningkat disertai left shift (pergeseran ke kiri). Tidak ada prior renal insufficiency, fungsi ginjal awalnya normal, namun BUN dan kreatinin meningkat secara cepat. Hepatic transaminase meningkat karena hipoperfusi hati. Perfusi jaringan buruk menyebabkan anion gap acidosis dan kadar asam laktat naik. Gas darah arteri biasanya menunjukkan hypoxemia dan metabolic acidosis, dimana dapat dikompensasi oleh respiratory alkalosis. Petanda jantung berupa: creatine phosphokinase dan MB fraction-nya, jelas meningkat, begitu juga troponin I dan T. Angiografi koroner dilakukan bila diperlukan.

Gambaran electrocardiography (EKG) penderita syok jantung umumnya infark miokard akut (IMA), yaitu: peninggian segmen ST. Radiografi (rontgen) dada awalnya normal atau menunjukkan tanda-tanda gagal jantung kongestif akut. Gambaran rontgen dada lainnya yang mungkin dijumpai: kardiomegali (pembesaran jantung) ringan, bengkak paru, selaput paru terisi cairan (efusi pleura).

Solusi

Penderita segera dibawa ke RS yang memiliki fasilitas UGD atau ICU yang baik-memadai. Dokter akan secepatnya memberi cairan adekuat secara parenteral dengan pedoman dasar Pulmonary Capillary Wedge Pressure (PCWP) atau Pulmonary Artery End Diastolic Pressure (PAEDP) atau Central Venous Pressure (CVP). Kateter Swans Ganz dipasang untuk meneliti hemodinamik. Lalu, segera dilakukan tindakan resusitasi dan suportif (intubasi, ventilasi, dan suplementasi oksigen). Pompa balon intra-aorta diperlukan untuk menstabilkan intervensi koroner.

Alternatif terapi lainnya berupa emergent therapy yang bertujuan untuk menstabilkan hemodinamik penderita dengan oksigen, pengaturan jalan nafas, dan akses intravena. Diperlukan usaha untuk memaksimalkan fungsi bilik jantung kiri.

Obat inotopik diberikan sesuai indikasi. Kombinasi dopamine dan dobutamine merupakan strategi terapi yang efektif untuk syok jantung. Penderita tekanan darah rendah (hipotensi) ringan dan kongesti pulmoner, diberi dobutamine. Penderita hipotensi berat diberi dopamine. Bila tekanan darah sangat rendah, maka boleh diberi norepinephrine.

Obat lain diberikan dokter sesuai indikasi. Bila nyeri, maka diberi morfin sulfat. Bila cemas, maka diberi golongan anti ansietas. Bila terjadi gangguan irama jantung, maka diberi digitalis. Bila frekuensi jantung kurang dari 50x/menit, maka diberi sulfas atropin. Untuk mengatasi kongesti paru dan oksigenasi jaringan, diberikan diuretik, seperti: furosemid.

Terapi reperfusi miokardium iskemik efektif untuk penderita syok jantung dan infark miokard akut.

Pilihan lainnya adalah emergent PTCA (Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty). Umumnya, terapi bertujuan memperbaiki fungsi otot jantung dan sirkulasi.

Secara umum, syok jantung memiliki prognosis (masa depan) sangat jelek. Pada IMA, prognosis sangat dipengaruhi oleh luasnya infark; dengan mortalitas (angka kematian) 60-70%.

Beberapa kondisi dapat terjadi pada penderita syok jantung, seperti: syok septik, syok hipovolemik, tamponade jantung, gagal jantung kongestif primer, adult respiratory distress syndrome (ARDS), asma, dan sumbatan di paru.
Dengan penatalaksanaan yang cepat dan komprehensif, maka kejadian komplikasi seperti: henti jantung-paru, gagal multisistem organ, stroke tentu dapat dihindari.(11)
Sumber Berita : Suara Merdeka CyberNews, 26 Mei 2011

- dr. Dito Anurogo, dokter umum RS. Keluarga Sehat, Pati.

Sebatas Fasilitator

MENYERUAKNYA aksi menuntut ganti rugi tanah yang kini ditempati sebagai lahan SDN Harjosari Lor 3, disikapi secara arif oleh pihak kecamatan setempat. Kearifan itu bakal diwujudkan dengan berupaya menjadi fasilitator yang baik seperti permohonan yang sempat dilakukan pihak Dindikpora.
Hal itu dilontarkan Camat Adiwerna, M Soleh yang mengaku langkah menfasilitasi pihak Dikpora serta menjalin koordinasi dengan pemerintahan desa setempat akan dilakukannya secara maksimal.  "Ini sesuai dengan kapasitas yang kami miliki. Persoalan mendasar mencuatnya gugatan terkait status tanah tersebut sebenarnya yang mengetahui secara persis adalah pihak Dikpora sebagai dinas pelaksana pendidikan. Bila status tanah belum jelas, semestinya pemerintah saatitu atas laporan Dikpora tidak memaksakan mendirikan bangunan gedung sekolah disitu. Tentunya dokumentasi awal terkait pendirian sekolah juga dimiliki oleh dinas tersebut," terangnya.
Dari dokumen awal itulah dia berharap bisa dijadikan telaah mengambil kebijakan penyelesaian masalah oleh pengambil kebijakan yang tingkatannya lebih tinggi. Dia sekali lagi dalam kapasitas kasus ini hanya bisa membantu memfasilitasi dan menempuh langkah koordinasi yang dibutuhkan dinas terkait.  "Untuk penyelesaian secara kongkrit mestinya itu menjadi kewenangan Dikporda dan pemkab. Kami hanya berupaya membangun komunikasi dengan pemerintah desa untuk meredam terjadinya aksi yang tidak diinginkan dan mengganggu stabilitas iklim kondusif yang sekarang ini sudah tercipta diwilayah Adiwerna," terangnya.
Dia juga mengakui langkah koordinasi dengan pihak pemerintah desa tempat lokasi lahan sengketa tersebut telah dilakukan, termasuk menggali seputar data awal yang menjadi dasar berdirinya sekolah tersebut dilahan milik salah satu warganya. Dan dia mengakui pihaknya tidak bisa secara tuntas menjadi pihak penyelesai permasalahan tersebut, karena bukan menjadi kapasitasnya secara menyeluruh.
Sumber Berita : Radar Tegal, 26 Mei 2011

Dampak Renovasi Jembatan Kaligung

SLAWI - Renovasi jembatan Kaligung Kagok Slawi yang diduga mendahului rencana menuai masalah. Puluhan sopir yang tergabung dalam Paguyuban Angkudes Berkah Jaya (007) terpaksa mengadukan nasibnya ke Organda dan Dishubkominfo Pemkab Tegal. Pasalnya akibat renovasi itu, membuat jalur trayek angkudes  merasa diserobot oleh sejumlah angkudes lain yang bukan trayeknya. Sehingga para sopir angkudes Berkah Jaya merasa dirugikan.  “Kami merasa dirugikan karena angkudes lain yang memasuki jalur trayek kami, di jalan Desa Dukuhsembung Pangkah, menaikan penumpang yang seharusnya hak kami,” kata koordinator paguyuban sopir angkudes Berkah Jaya, Mahmud ST, kepada Radar, Kamis (26/5).
Dikatakan Mahmud, dirinya dan sejumlah sopir lain beranggapan jika hal itu membuat rejeki mereka merasa dicuri oleh angkudes trayek lain yang melintas dijalur trayeknya. Untuk itu kami mendatangi Organda dan Dishubkominfo Pemkab Tegal, agar menata dan menghentikan angkudes yang bukan trayeknya melintas di jalur angkudes 007.
Menurut dia, jika itu dibiarkan, pihaknya khawatir bakal terjadi hal yang diinginkan, dimana kelompok pihaknya yang merasa dirugikan tidak terima dan berbuat anarkis. Sedangkan kedatanagn kelompoknya kali ini secara kondusif dan hanya menuntut keadilan agar ada kejelasan pembatasan angkudes bukan trayeknya melalui trayek pihaknya.  “Alhamdulillah, Organda dan Dishubkominfo menerima kami dan sudah ada keputusan yang menggembirakan semua pihak,” ujar Mahmud pula.
Disisi lain Ketua Organda Kabupaten Tegal, Prihandono membenarkan jika anggota Paguyuban Berkah Jaya (007) mendatangi organisasinya. Memang itu diawali dari kekeliruan pihak pelaksana renovasi jembatan Kaligung Kagok. Pasalnya, rencana awal bakal direnovasi pada (6/6) mendatang. Organda sendiri sudah merencanakan siap mengumpulkan semua angkudes yang trayeknya melintasi jembatan itu, pada (1/6).
Namun hal itu belum dilaksanakan, ternyata renovasi jembatan dilaksanakan sebelum tanggalnya. Kondisi itu membuat sedikit miss komunikasi antar sopir angkudes yang harus dialihkan jalurnya melalui jalur tertentu. Akibatnya ada kesalah pahaman antar sopir angkudes antara pemilik trayek dan bukan pemilik trayek.
Sementara, sejumlah angkudes lain yang melalui jalur trayek angkudes 007 yang dianggap merugikan yaitu, angkudes jurusan Cacaban, 212, LIK, 55 dan Jatinegara. Namun setelah pihaknya menata persoalan menjadi gamblang dan bisa diterima semua pihak. “Kami mengatakan pada Paguyuban Berkah Jaya, jika selama renovasi jembatan Kaligung Kagok, agar memperkenankan angkudes lain melintas pada trayek jalur mereka. Ini terkait penumpang anak sekolah agar tidak terlambat,” jelasnya.
Ditambahkan Prihandono, batasan angkudes lain melintas di jalur Paguyuban Berkah Jaya, sebatas sampai jam 07.00 WIB. Selebihnya angkudes lain itu melintas pada jalur yang ditentukan yaitu tidak lewat jalan Desa Dukuhsembung, melainkan jalan Desa Curug Pangkah, Sampai Langon Desa Kudaile. “Selebihnya jalur masing-masing angkudes, meneruskan sesuai trayeknya,” pungkasnya.
Sumber Berita : Radar Tegal 26 Mei 2011

Sunatan Massal Kembali di Giring ke Rumdin Bupati

SEBANYAK 294 anak dari 18 kecamatan di Kabupaten Tegal disunat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Tegal, Kamis (26/5). Kegiatan yang masih dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Tegal ke-410  ini kembali digiring ke rumdin, setelah pada tahun-tahun sebelumnya sempat diselenggarakan di Desa Danawarih, Balapulang dan Desa Kalisoka, Kecamatan Dukuhwaru.
Terkait pengembalian lokasi sunatan massal ini, Bupati Tegal, H Agus Riyanto Ssos MM melalui Kepala Bagian Humas Setda Tegal, Adi Mardiatno menyebutnya sebagai hasil evaluasi di tingkat internal kepanitiaan Hari Jadi. Dikatakannya, selama pelaksanaan kegiatan ini di Danawarih dan Kalisoka, jumlah peminatnya cenderung menurun. “Padahal, dalam semangat hari jadi, kegiatan ini justru sebagai wujud urun-peduli Pemkab untuk membantu para orang tua, yang barangkali tak cukup memiliki biaya untuk menyunatkan anaknya,” ungkapnya.
Selain itu, momentum pelaksanaan sunatan massal ini pun menurut Adi menjadi mengena, lantaran dilokasikan di Pendopo Rumdin Bupati. Bukan hanya kesemarakannya, tetapi juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi anak dan para orang tua. “Terlebih, anak-anak ini plus orang tuanya berkesempatan disunat di hadapan bupati, mendapatkan ucapan selamat dari pimpinan daerahnya. Sebaliknya, bupati pun ikut merasa bahagia dan berbangga bisa bersua langsung dengan masyarakatnya dalam kegiatan sakral semacam ini,” terangnya.
Pantuan Radar, kegiatan yang dilakukan mulai pagi hari itu, banyak anak yang didampingi orang tuanya menuju ke rumah dinas bupati. Para orang tua mengantarkan anknya untuk disunat. Pada saat akan disunat, banyak anak-anak yang menangis dan lari karena takut. Tapi mereka langsung terdiam dan mau disunat, ketika calung yang dimainkan puluhan orang menghiburnya.
Koordinator panitia seksi ziarah, bakti sosial dan sunatan masal, dr Widodo Joko Mulyono MKes mengatakan, gebyar sunat massal ini merupakan rangkaian salah satu kegiatan hari jadi Kabupaten Tegal. Yang diikuti dari 18 kecamatan, dan yang paling banyak diikuti dari Kecamatan Lebaksiu, sedangkan terendah dari Kecamatan Kramat.  “Tahun ini peserta sunat massal lebih banyak dari tahun kemarin. Kalau tahun kemarin hanya ada 160 anak sedangkan tahun ini ada 294. ini menujukan antusias masyarakat cukup tinggi. Selain disunat mereka juga mendapatkan pakaian, peci, baju koko, sandal, tas sekolah, parsel dan uang Rp 100 ribu,” katanya.
Ia berharap, kado sunatan di hari jadi kabupaten ini bisa diterima oleh masyarakat sebagai tanda tali asih dari Pemkab Tegal. Dihari yang sama, panitia seksi ziarah, bakti sosial dan sunatan massal, juga membagikan sembako di sekitar rumah dinas sejumlah 350 paket, dan pada hari sebelumnya sembako sebanyak 500 paket juga dibagikan di sekitar Kecamatan Slawi.
Sumber Berita : Radar Tegal, 26 Mei 2011