Selasa, 24 Januari 2012

Mengintip RTH Depan Terminal Slawi

Proses finishing pembenahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berlokasi didepan terminal bus Slawi, akhirnya dipastikan akan dilakukan tahun ini. Menginjak tahun keempat sebelumnya lahan itu dibiarkan mangkrak lantaran tidak adanya dukungan dana APBD untuk merampungkan bangunan secara paripurna. Kini setelah proyek itu dipindahtangankan dari Bidang Cipta Karya ke Bidang Tata Ruang Pertamanan dan Kebersihan, harapan untuk mewujudkan areal RTH  menjadi sentra pasar rakyat kembali bersinar. Seperti apa langkah yang akan diambil Bidang Tata Ruang  Pertamaman dan Kebersihan menjawab tantangan tersebut ?
LAPORAN : Hermas Purwadi Wijayanto
KUCURAN dana APBD  II senilai Rp 750 juta yang  diserahkan ke DPU Bidang Tata Ruang Pertamanan dan Kebersihan menjadi jawaban akan dilanjutkannya pembenahan RTH. Hal ini sebagai jawaban keseriusan pemkab terhadap keinginan pedagang kaki lima yang akan mengadu keberuntungan khusunya di malam hari.
Kepala DPU Ir Erling Susiardi melalui Kabid Tata Ruang Pertamaman dan Kebersihan, Ir Heri Suhartono MM mengatakan, pihaknya baru mengkalkulasi dana yang tersedia dan sekaligus melakukan konsultasi dengan Cipta Karya yang sebelumnya sempat menangani proyek tersebut, sebelum melakukan pematangan program dengan pihak konsultan.
"Konsep yang sudah saya siapkan adalah membuat tempat tersebut terang pada malam hari, serta terpenuhinya kebutuhan air bersih dilokasi. Jadi ada wacana untuk membuat tower air sekaligus kamar mandi dan wc disana. Selebihnya kami juga akan menggandeng peran serta perusahaan untuk membuat gazebo sebagai sarana pendukung sebuah RTH dijantung kota," ujarnya.
Wacana awal menjadikan lahan RTH sebagai sentra pasar rakyat yang didukung dengan keberadaan panggung hiburan ditengah-tengah areal tak ditampiknya akan tetap dipertahankan. Dia juga mengaku akan lebih memfokuskan lahan tersebut sebagai pusat pujasera dan tidak mengakomodir pedagang sayur mayur menempati lokasi tersebut.
"Nantinya pusat jajan lebih dinomorsatukan untuk menempati lahan itu, berikut penjual cidera mata. Kami masih mengakomodir pedagang buah-buahan namun tidak untuk sayur mayur," cetusnya.
Terkait keberadaan podium terbuka ditengah-tengah areal RTH, Heri mengaku ada wacana untuk melakukan jejaring pendekatan dengan grup band anak muda Slawi. Dengan pemikiran dari pada anak band tersebut berlatih dan bermain dirental music, mereka bisa mengoptimalkan panggung yang ada untuk tampil didepan public. Kehadiran anak band itu diharapkan bisa menjadi faktor penarik pengunjung untuk mendatangi RTH, dan memancing mereka  membeli aneka dagangan yang tersedia disana.
Terpisah sekretaris DPU Zefri Yusuf SH mengatakan, dengan rampungnya pembangunan RTH diareal depan terminal bus Slawi akan dimaksimalkan untuk merelokasi PKL yang selama ini menempati trotoar depan terminal bus sekaligus disepanjang jalan Letjen Suprapto. "Sesuai DED-nya pemanfaatan RTH itu akan diformat seperti sentra pasar rakyat dengan dukungan panggung hiburan ditengah-tengah areal. Namun untuk segi pemanfaatan sepenuhnya memang kami serahkan pada Disperindag maupun Dinas Pasar. Mereka yang punya wewenang penuh untuk melakukan pembinaan pada pedagang sekaligus PKL. Ini mengingat kami hanya sebatas sebagai lembaga teknis yang berwenang menyelesaikan bangunan tersebut," terangnya. (*)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Mengintip-RTH-Depan-Terminal-Slawi.html

Dr Titien Pimpin Saka Bakti Husada

SLAWI – Kepala Puskesmas Slawi, dr Titien Widyaningsih berhasil terpilih menjadi nahkoda Satuan Karya (Saka) Pramuka Bakti Husada (SBH) Kwartir Cabang 11.28 Tegal pangkalan Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal masa bakti 2011-2016. Dr Titien ditetapkan sebagai Ketua Pinsaka Cabang oleh formatur dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Saka Bhakti Husada Cabang yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Selasa (24/1) kemarin. Hadir dalam kesempatan tersebut, Pejabat lingkungan Dinkes Kabupaten Tegal, Kepala Puskesmas se Kabupaten Tegal, Sekretaris Kwarcab, Prawoto SY, Kepala Pusdiklatcab, H Ike Nahrawi, pengurus Kwarcab 11.28 Tegal.
Dr Titien dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh peserta musyawarah untuk memimpin Saka Bakti Husada 5 tahun kedepan. “Mohon doanya agar saya diberikan kesehatan bisa memimpin SBH kedepan,” katanya kemarin.
Dukungan segenap pengurus, lanjut Titien, sangat penting guna melanjutkan dan melaksanakan program Kabupaten Tegal sehat melalui Saka Bakti Husada (SBH). “Tugas awal kita cukup berat, yaitu menurunkan angka kematian ibu dan bayi,” tandasnya.
Salah satu panitia Muscab SBH, A Bukhori, SKM MKes menjelaskan musyawarah cabang diikuti oleh Kepala Puskesmas se Kabupaten Tegal selaku Pimpinan Saka Bakti Husada tingkat ranting.  “Pengurus terpilih akan dikukuhkan Kamis (26/1) mendatang di Kwarcab 11.28 Tegal,” jelasnya.
Menurut Bukhori, usai pengukuhan pengurus kegiatan akan dilanjutkan dengan orientasi bagi pengurus Pimpinan Saka dan Pamong Saka Bakti Husada.  “Esok harinya (Jumat-red) dilanjutkan dengan Orientasi dan pelatihan Pramuka bagi 50 bidan desa,” jelasnya.
Ketua Kwartir Cabang 11.28 Tegal, dr H Widodo Joko Mulyono, M.Kes MMR dalam pengarahannya berharap Pramuka khususnya Bakti Husada harus berani mengubah paradigma materi menjadi ilmiah.  “Pramuka SBH harus berperan dalam kesehatan masyarakat,” tegasnya.
 Upaya mengubah paradigma tersebut, sambung Joko yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, dapat dilihat dari keberhasilan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Pusdiklatcab) dalam menggarap bidan desa tentang Kepramukaan.  “Jumlah bidan di Kabupaten Tegal sekitar 600 bidan. Secara bertahap, mereka akan dilatih oleh Pusdiklatcab Kwarcab 11.28 Tegal,” pungkasnya.
 Sementara itu Pengurus harian Pimpinan Saka Bakti Husada tingkat cabang yakni Ketua dr Titien Widyaningsih, Wakil Ketua I Totok Raharjo, SKM, Wakil Ketua II dr Isriyati, Wakil Ketua dr Titis Cahyaningrum, Sekretaris A Bukhori, SKM Mkes, Wakil Sekretaris, Edi Ismanto, S.KM, dan Bendahara Istikomah, SST. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Dr-Titien-Pimpin-Saka-Bakti-Husada.html

Kekosongan Pejabat Eselon II Segera Diisi

SLAWI - Terkait kekosongan sejumlah jabatan eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal, Kabag Humas Setda Kabupaten Tegal, Drs Adi Mardiatno menegaskan, kekosongan itu akan segera diisi.
Menurut Kabag yang akrab di sapa Adi, sejumlah nama yang diajukan ke pemerintah provinsi untuk disetujui, kini sudah mendapat jawaban. Pada akhir bulan Januari ini akan segera diisi oleh pejabat sesuai dengan daftar urut kepangkatannya dan kredebilitas personil yang akan menduduki jabatan tersebut.  “Akhir bulan ini jabatan eselon II yang selama ini kosong akan segera diisi. Jadi pelantikan eselon juga akan segera di adakan,” kata Adi kepada Radar, kemarin.
Ia menjelaskan, beberapa jabatan yang kosong yang akan segera diisi, yaitu Dinas Dikpora, Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan, Dinsosnakertran, RSUD Dr Soesilo, Bappermades, BPBD, BAPPEDA, BPPT, dan staf ahli.  “Sembilan SKPD tersebut, kepalanya akan segera di definitifkan,” ujarnya.
Selain Eselon II, lanjut Adi, semua jabatan yang kosong dari eselon III dan IV juga akan ikut di definitifkan.
Ia menambahkan, ini merupakan sebuah jawaban dari pertanyaan masyarakat atau anggota dewan yang sering mendesak kaitan dengn kekosongan jabatan tersebut. Ia mengakui jika jabatan eselon II diisi oleh pejabat Plt, kinerjanya kurang begitu maksimal. Dengan definitifnya jabatan eselon II ini, diharapkan kinerja masing-masing SKPD akan menjadi lebih maksimal.  “Semua jabatan itu butuh proses, SKPD yang tadinya masih plt, untuk dapat ada jabatan yang definitif juga butuh proses atau penggodogan di tingkatan baperjakat. Jadi kalau ada yang lama maupun yang cepat diisi itu juga karena proses yang demikian,” ungkapnya.
Saat ditanya apakah ada jual beli jabatan, Adi menegaskan, semua pejabat yang akan mengisi jabatan eselon II, III dan IV, tidak ada kata jual beli, semua itu karena daftar urut kepangkatan dan kredeblitas personil yang akan menduduki jabatan tersebut. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Kekosongan-Pejabat-Eselon-II-Segera-Diisi.html

Senin, 23 Januari 2012

Tahun Baru Imlek Pengertian dan Sejarah

Pergantian tahun bagi sebagian besar orang merupakan momen yang sangat berarti. Sehingga dirasa perlu untuk dijadikan sebagai hari libur bahkan ‘diritualkan’ oleh sebagian lainnya. Bukanlah hal yang berlebihan mengingat peristiwa ini hanya berlangsung setahun sekali.

Imlek (lafal Hokkian dari pinyin: yin li, yang artinya kalender bulan) atau Kalender Tionghoa, adalah kalender lunisolar yang disusun dengan menggabungkan kalender bulan kalender matahari. Kalender ini oleh masyarakat Tionghoa digunakan untuk memperingati berbagai hari perayaan tradisional Tionghoa dan memilih hari yang paling menguntungkan untuk perkawinan atau membuka usaha.

 

Kalender Tionghoa dikenal juga dengan sebutan lain seperti "Kalender Agrikultur (nónglì)", "Kalender Yin" (karena berhubungan dengan aspek bulan), "Kalender Lama" (jìulì: setelah diadopsinya kalender baru/masehi), dan "Kalender Xià".
Kalender Tionghoa memiliki aturan/perhitungan yang sedikit berbeda dengan kalender umum. Hari, dalam kalender ini dimulai dari jam 23 (11 malam), dan bukan jam 24 (jam 12 malam). Satu tahun ada 12 bulan, tetapi setiap 2 atau 3 tahun sekali terdapat bulan ganda (rùnyuè, 19 tahun 7 kali). Hari pertama pada setiap musim dihitung mulai pada hari pertama perayaan musim semi (Chun Jie).

Mulai dikembangkan pada millennium ketiga sebelum masehi, konon, kalender ini ditemukan oleh penguasa legendaries: Huàng Dì. Penguasa ini memerintah antara tahun 2698 SM – 2599 SM, dan dikembangkan lagi oleh penguasa keempat Kaisar Yào.
Siklus 60 tahunan kalender ini (gānzhī atau liùshí jazi) mulai digunakan pada millennium kedua sebelum masehi. Kalender yang lebih lengkap ditetapkan pada tahun 841 SM pada zaman Dinasti Zhōu dengan menambahkan penerapan bulan ganda dan bulan pertama/awal tahun dimulai saat titik balik matahari pada musim dingin. Dalam perkembangan selanjutnya di masa Dinasti Qin, Han, dan Tang (bukan alat bengkel) kalender ini mengalami beberapa modifikasi lagi.

Pie? Mudeng po mubeng? Bingung? Podo.

Perayaan tahun baru Imlek merupakan sebuah perayaan besar bagi masyarakat Tionghoa. Mereka menggantung lentera merah, membunyikan petasan, dan menyembunyikan sapu. Disinilah ke-khas-an perayaan ini. Selain itu perayaan ini juga ditandai dengan penempelan gambar Dewa Penjaga Pintu selama hari-hari perayaan.

Dewa Penjaga Pintu
Tahun ini kalender Imlek memasuki tahun 2562 (bandingkan dengan masehi yang 'baru' 2011) yang perayaannya diperkirakan akan jatuh pada tanggal 3 Februari 2011.
 

Dari Ritual sampai Pesta Rakyat

SEMARANG- Berbagai ritual sembahyang dilakukan warga Tionghoa Semarang pada malam perayaan Imlek 2563. Dengan berkumpul di kelenteng di area Pecinan Semarang, mereka melakukan doa bersama bersama keluarga.
Warga Tionghoa memadati beberapa kelenteng di antaranya di Kelenteng Tay Kak Sie, Sam Poo Kong, dan Ling Hok Bio. Mereka memilih memanjatkan doa harapan di tahun baru Cina tersebut setelah melakukan sembahyang utama.
Mariana (34), warga Gang Baru yang datang bersama keluarga ke Kelenteng Tay Kak Sie menuturkan, dia memang sudah turun temurun melakukan sembahyang ke kelenteng yang beralamat di Gang Lombok tersebut.
“Kami biasa berdoa hingga dini hari, setelah itu baru melakukan sembahyang di rumah bersama saudara yang datang dari luar kota,” tuturnya.
Sementara itu, kegiatan di Pasar Semawis memasuki puncak pada Minggu (22/1). Panitia melalui dewan juri yang telah melakukan penilaian pada lomba menghias rumah menyatakan Edwin, warga Gang Baru 136 sebagai Juara I, Juara II diraih Saliro Mukti Harjo warga Wot Gandul Timur 9, dan Juara III dimenangkan oleh Siao Joe Lai warga Gang Baru 104.
Untuk juara harapan diberikan kepada dua rumah, masing-masing mendapatkan uang Rp 1 juta diraih Henri Santoso warga Gang Belakang 55 dan Widyo Widodo warga Gang Belakang 95.
Ketua Kopi Semawis, Haryanto Halim mengatakan, pihaknya mengacu pada konsep kembali pada era leluhur, yakni dengan menghidupkan kembali kenangan masa lalu melalui lomba menghias rumah dengan sepasang tebu, bunga sedap malam, terong susu, dan hiasan lainnya.
 “Belum tentu keturunan kita selanjutnya bisa melihat rumah khas Tionghoa. Selain nostalgia, pelestarian akan bangunan harus dilakukan,” katanya.
Kehadiran Komunitas Karya Bakti akan mengusung kuliner dan batik perpaduan Tionghoa, Dayak, Melayu (Tidayu) khas Kalbar juga ikut menyemarakkan area Semawis.
Pengunjung yang datang juga bisa berfoto bersama dengan tokoh Tionghoa dan pelbagai dewa yang telah disiapkan panitia. Pemeran Cengge menjadi perhatian pengunjung yang memadati Semawis meski hujan sempat mengguyur beberapa saat.
Perayaan Imlek juga dilakukan di tempat berbeda, Kampoeng Sincia di Sri Ratu Jalan Pemuda telah menjadi agenda rutin tiap tahunnya. Penyelenggaraan kali ke enam ini disemarakkan dengan atraksi barongsai, liong dan gedawang dari perkumpulan Hoo Hap Hwee.
Sejak siang, ribuan warga mulai dari anak-anak hingga orang tua memadati jalan Pemuda untuk menyaksikan atraksi tersebut. Ratusan karyawan dengan kostum serba merah membawa umbul-umbul dan lampion juga menjadi daya tarik sendiri.
Kepala Divisi dan Promosi Sri Ratu, Tri Budi mengatakan, rangkaian acara berlangsung hingga 19 Februari mendatang. Selain parade di sepanjang Jalan Pemuda, Kampoeng Sincia digelar di area parkir hingga di dalam yang menyediakan beragam jajanan seperti makanan khas Semarangan, peramal nasib melalui wajah, serta pernak pernik Imlek lainnya.
Menurutnya, kegiatan itu merupakan agenda tahunan Sri Ratu memperingati Tahun Baru Imlek tepatnya pada tahun Naga Air ini. “Tahun ini mengamali peningkatan pengunjung dari tahun sebelumnya. Hal ini menandakan perayaan ini telah menjadi pesta rakyat,” ujarnya.
Tri Budi Menambahkan, acara multieven ini juga bekerjasama dengan Paguyuban Lansia Dharma Wulan untuk menyemarakkan Imlek. “Di Tahun Naga Air ini akan dipenuhi keberuntungan yang tentunya diraih dengan usaha, sebab untuk bisa memegang Naga perlu untuk dikejar,” katanya. (K16,H86-39)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/01/24/174674/Dari-Ritual-sampai-Pesta-Rakyat

SMK Warga dan SMK Borobudur Dipercaya Rakit 400 Mesin Esemka

MALANG- SMK Warga Solo dan SMK Muhammadiyah 2 Borobudur Magelang mendapat kepercayaan dari Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membuat mesin mobil Esemka.

Selain dua SMK tersebut, masih ada tiga SMK lain yang mendapat kepercayaan serupa, yakni SMKN 1 Singosari Malang, SMKN 4 Cilincing Jakarta dan SMKN 1 Bekasi.
Kelima SMK tersebut dipercaya untuk membuat masing-masing 200 mesin mobil Esemka. Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menargetkan mereka bisa memproduksi 1.000 mesin Esemka dengan didukung PT Nasional Motor. Humas SMKN 1 Singosari Malang, Agus Sudarto, mengatakan, ada dua jenis mesin yang diproduksi yakni 1.500c dan 2.000cc.

SMK yang memproduksi 1.000 mesin itu sebelumnya sudah mendapatkan pelatihan dari PT Aika, yang menyuplai bahan dasarnya. Seluruh mesin yang dipesan Direktorat Pembinaan SMK itu bukan untuk dikomersialkan, melainkan untuk pembelajaran bagi SMK lain.
“Dua ratus mesin mobil yang diproduksi SMKN 1 Singosari akan didistribusikan kepada 10 SMK di Jatim. Tidak hanya merakit dan mendistribusikan, tapi juga menularkan pengetahuan kepada 10 SMK itu,’’ tambah Agus Sudarto.
Ke-10 SMK di Jatim itu berada di Tulungagung, Blitar, Kediri, Mojokerto, Kota Malang, Surabaya, dan Probolinggo.

Banyak Pesanan

Perakitan 200 mesin itu dilakukan siswa dari jurusan otomotif yang terbagi dalam dua tim. Mereka merakit secara bergantian.
SMKN 1 Singosari sejak 2009 sudah meluncurkan mobil Digdaya 1, yang merupakan prototipe mobil double cabin 4X2. Pada tahun 2010 merakit Esemka Rajawali dengan tipe SUV. Belakangan merakit truk dan pikap.
Meski minat masyarakat untuk memiliki mobil Esemka cukup besar, langkah ke depan masih menunggu kebijakan dari Kementerian Pendidikan.

“Pada muktamar Thariqah di Bululawang (Malang) yang dibuka oleh presiden beberapa waktu lalu, ada banyak pesanan. Ini akan kami sampaikan ke kementerian,” tambah Agus.
Di Muktamar 10 -14 Januari lalu, SMKN 1 Singosari dan SMKN 6 Malang memamerkan beberapa jenis mobil Esemka. Di luar dugaan, sekitar 300 unit dipesan oleh muktamirin. Salah satu mobil Esemka karya SMKN 6 Malang langsung dibeli Menteri Pendidikan M Nuh dan disumbangkan ke Ponpes Al Munawwariyyah Bululawang. (jo-43) (/)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/01/24/174698/SMK-Warga-dan-SMK-Borobudur-Dipercaya-Rakit-400-Mesin-Esemka

Ekstasi Pemicu Kecelakaan

JAKARTA- Penggunaan narkoba, terutama sabu-sabu dan ekstasi, memicu kecelakaan maut yang menewaskan sembilan orang di Jl MI Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Minggu (22/1). Empat korban adalah sekeluarga asal Jepara.

Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh polisi, pengemudi Xenia B-2479-XI, Afriyani Susanti (29), mengemudi kendaraan di bawah pengaruh narkoba. Demikian pula tiga rekannya, yakni Adistina Putri (26), Arisandi (34), dan Deny Mulyana (30).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto mengungkapkan, Afriyani cs menggelar pesta minuman keras dan narkoba di Kemang dan klub malam Stadium, Jalan Hayam Muruk, Jakarta, Sabtu malam hingga Minggu dini hari. “Mereka mengaku memakai ekstasi dan minum minuman keras. Kemudian, (Minggu pagi) datang ke sebuah hotel menghadiri acara pernikahan,” ujar Rikwanto di Polda Metro Jaya, Senin (23/1).

Dari hasil pemeriksaan laboratorium, urine keempat orang itu mengandung amfetamin. Zat tersebut terkandung dalam ekstasi dan sabu-sabu. Menurut Rikwanto, Afriyani kehilangan konsentrasi saat mengendarai mobil tersebut dengan kecepatan 100 km/jam.

“Kemudian mobil oleng ke kiri naik trotoar dan menyapu (menabrak) pejalan kaki.”

Ia menambahkan, mobil Xenia milik teman Afriyani berinisial E itu dalam kondisi layak jalan.

Rem mobil normal atau tidak blong, berbeda dari pengakuan Afriyani sesaat setelah kecelakaan yang menyatakan rem blong.

“E nanti akan diperiksa,” lanjut Rikwanto.

Afriyani juga tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan tidak bisa menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dengan alasan sedang digunakan untuk membayar pajak kendaraan. Warga Tanjung Priok, Jakarta, itu hanya menunjukkan fotokopi STNK.

Musibah yang terjadi sekitar pukul 11.15 itu terjadi saat belasan pejalan kaki berjalan beriringan di trotoar Jl MI Ridwan Rais. Tiba-tiba muncul Xenia hitam yang dikendarai Afriyani. Kendaraan itu oleng, lalu menabrak para korban.

Para pejalan kaki yang terdiri atas sejumlah remaja yang baru berlatih futsal dan rombongan warga Jepara yang hendak berwisata di Monas itu terpental beberapa meter. Para korban meninggal dengan luka parah di beberapa bagian tubuh.

Pasal Berlapis

Afriyani cs telah ditetapkan sebagai tersangka. Wanita bertubuh subur itu dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 283, Pasal 288 ayat 1 dan 2 , Pasal 310 Undang-undang (UU) No 22 Tahun 2010 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta Pasal 127 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Tiga temannya dijerat dengan Pasal 127 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nugroho Aji menyatakan, keempat orang itu mengaku belum lama menggunakan narkoba.

“Saat ini, satu orang (Afriyani) sudah ditahan, tiga masih di-BAP (diperiksa),” jelas Nugroho.

Afriyani tak terlihat syok.

“Dia terlihat sehat, enjoy, tidak syok,” kata Perwira Piket Direktorat Tahanan dan Penitipan Barang Bukti Polda Metro Jaya, AKP Umar Wirahadikusuma, usai serah terima tahanan Afriyani dari Unit Lakalantas Polda Metro Jaya ke Rutan Narkoba.

Kemarin, sembilan korban tewas dimakamkan di Jakarta dan Jepara. Dari sembilan korban, delapan di antaranya tewas di tempat kejadian, sedangkan satu orang meninggal di rumah sakit.

Mereka adalah Moch Hudzaifah alias Ujay (16), Firmansyah (21), Suyatmi (51), Sigit Yusuf (2,5), Ari (16), Nanik Riyanti (25), Fifit Alfi Fitriasih (18), Wawan (17), Muhammad Akbar (24).

Empat korban luka-luka masih dirawat di rumah sakit, yaitu Siti Muqaromah (30), Keny (8), Indra (11), dan Teguh Hadi Purnomo (30), suami Siti.

Sementara itu, kondisi mobil Xenia rusak parah. Bemper depan lepas, kaca depan pecah, sasis belakang patah, dan empat pelek penyok. Mobil itu diamankan di Mapolda Metro Jaya. (K24-59)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/01/24/174707/Ekstasi-Pemicu-Kecelakaan-