Senin, 07 November 2011

Menilik dari Dekat Keberadaan Produsen Kacang Bogares

KACANG Bogares diproduksi oleh sebagian warga Desa Bogares Kidul Kecamatan Pangkah. Produksinya sendiri, sudah ada sejak tahun 1960-an. Pengusaha petama produk itu adalah Wirja (Alm), yang kini diteruskan oleh anak-anaknya.
Namun seiring perkembangan waktu, jumlah produsen kacang Bogares di desa itu, menjadi puluhan orang. Selain rasa dan jenis kacang yang dijual memiliki kekhasan tersendiri, produsen kacang Bogares juga menghidupi masyarakat lingkungannya.
Tidak sedikit sentra produksi Kacang Bogares di RT 2 RW 1 Desa Bogares Kidul, mampu menghidupi ratusan jiwa warga setempat. Pasalnya, produsen memperkerjakan kaum wanita di sekitarnya untuk mengupas kulit kacang. Sementara kaum lelakinya, bekerja sebagai penggoreng kacang. Produk para penguaha sendiri saat ini sudah merambah ke sejumlah daerah di luar Kabupaten Tegal.
“Untuk kaum wanita seharinya bia menerima bayaran dari upah mengupas kulit kacang sekitar Rp 15 ribu sehari. Sedang kaum lelakinya dengan menggoreng kacang bisa mencapai diatas Rp 30 ribu sehari,” jelas Kades Bogares Kidul, Kasroi.
Dikatakan Kasroi, pihaknya tidak menutupi jika produsen kacang Bogares mampu memberi dukungan perekonomian bagi warga di lingkungan sentra produksi itu. Namun demikian, yang menjadi kendala, kemampuan yang baik itu kurang didukung dengan kontribusi kepada desa. Seharusnya, meski bersifat home industri, namun perlu memikirkan kontribusi guna pembangunan dan kemajuan desa setempat.
Menurut dia, keberadaan sentra produksi Kacang Bogares, secara tidak langsung cukup memperkenalkan desa. Apalagi, produksi kacang yang memiliki cita rasa khas, mampu menembus pasar sejumlah daerah sampai ke tingkat nasional. Bahkan, tidak sedikit pengunjung luar daerah yang sengaja datang dan berbelanja di sentra produksi dan pertokoan mereka. “Inilah salah satu yang cukup membanggakan Desa Bogares Kidul,” ucapnya.
Disisi lain, salah seorang pengusaha kacang Bogares, H Lutfi Laela, mengakui jika produksi Kacang Bogares cukup dikenal. Namun hal itu bukan berarti penjualan produk mereka bisa diandalkan. Menurutnya, tingkat keramaian pembeli produknya bisa dikatakan temporer. Terutama jika Lebaran Idul Fitri dari H-7 sampai H+7, bisa terjual sampai berton-ton dengan harga setiap kilogramnya sekitar Rp 27 ribu. Namun saat hari biasa maupun liburan biasa, penjualan produk Kacang Bogares relatif stagnan.
“Setiap harinya paling hanya dalam hitungan kilogram yang terjual. Itupun biasanya pembeli sudah menjadi pelanggan dan beberapa pedagang yang hendak menjualnya kembali. Produk untuk dikonsumsi pribadi, sangat sedikit,” terang Lutfi.
Sementara, pihaknya membenarkan jika para produsen kacang Bogares juga memberikan kontribusi yang lumyan terhadap tingkat perekonomian warga di lingkungan sentra produksi kacang Bogares. Tidak hanya kalangan wanita dan lelaki dewasa, remaja yang putus sekolah juga banyak yang membantu para pengusaha dengan imbal balik upah yang tidak terlalu tinggi. “Namun penghasilan mereka bisa dikategorikan lumayan. Bisa untuk membantu menopang kehidupan keluarga, apalagi tinggal di pedesaan,” ujarnya. (*)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Bagian Depan Jadi Embrio

BUNGA-bunga kehidupan tumbuh subur di jalanan, kaki lima menggelar resah !. Celoteh tembang 'Bunga Trotoar' yang disuarakan Iwan Fals itu menjadi potret nyata kegundahan PKL Banjaran saat ini. Dimana aksi mereka yang berencana menempati areal luar sub terminal Adiwerna akhirnya mengundang pro dan kontra.
Disatu sisi, Dishubkominfo merasa dibabntu dengan kehadiran mereka untuk merekayasa trayek agar bisa melintas disana. Tetapi disisi lain, kehadiran mereka disana justru akan mengundang kemacetan baru, lantaran mereka mengelar dagangan di bahu jalan.
Kepala Dishubkominfo Kabupaten Tegal, Ir H Suhartono MM, mengakui, sebenarnya untuk masalah pengaturan pedagang kaki lima (PKL) bukan masuk dalam tugas pokok dan fungsi (tupoksi) lembaga yang dipimpinnya. Melainkan, menjadi tangung jawab Dinas Pasar.
"Kami sempat mendapatkan saran masukan terkait PKL Adiwerna yang bisa mengganjal kondisi Slawi dalam keindahan tata ruang kota dan penilaian Adipura. Disini kami berupaya akan mengoptmalkan lahan sebelah Barat yang dimiliki Pemkab untuk mengakomodir mereka. Nah, sekarang bola itu ada di Pemkab dalam hal ini Badan Anggaran  untuk mendukung pengadaan los disana agar mereka bisa direlokasi," terangnya.
Namun, belum adanya respon positif dari Badan Anggaran itulah, membuat PKL untuk sementara diakomodir untuk menggelar dagangan di depan areal sub terminal. Dan pihaknya sendiri mengaku, akan segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait paska kedatangan mereka disana.
"Dimungkinkan kedatangan mereka disana akan mampu menunjang keberadaan kios yang ada. Ini sebenanrya sebagai embrio. Kalau masyarakat sudah banyak yang tahu bahwa ada kegiatan disana, kami siap menata mereka di sebelah Barat sub terminal untuk menempati tanah milik Pemda. Dan jujur saja, sampai saat ini belum ada permohonan resmi dari korodinator ataupun paguyuban terkait upaya mereka menggelar dagangan disana. Dan kebijakan perijinan sendiri seharusnya diberikan oleh DPU dan Satpol, sesuai dengan tupoksinya. Ini mengingat lahan yang mereka gunakan menjadi tanggug jawan instansi tersebut. Kami tetap akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait," terangnya.
Dia tak menampik bahwa kehadiran PKL di depan sub terminal bukan merupakan solusi terbaik untuk mengurangi kesemrawutan di sentra Banjaran dan pasar Bawang.
Terpisah staf Lalu Lintas Dishubkominfo yang juga dipercaya mengurus kios di sub terminal Adiwerna, Tarnoto, mengungkapkan, awalnya PKL pedagang burung dan loak memang akan ditempatkan di lahan sebelah Barat sub terminal. "Kami sudah melakukan pendataan ulang para pedagang untuk membuat los di sana. Namun lantaran anggaran hingga kini belum ada, membuat hal itu belum bisa terealisasi," cetusnya.
Diapun mengaku sempat melakukan pendekatan dengan PKL di dua lokasi tersebut untuk bisa memaksimalkan lahan yang ada di sisi Barat. Namun tidak semua pedagang meresponnya. PKL mau pindah disana asalkan secara bersama-sama dan telah disediakan los untuk menampung mereka. Lantas apakah bila nantinya mereka sudah menggelar dagangaan di depan sub terminal bisa diarahkan untuk pindah di atas lahan yang dimiliki Pemkab ? Dengan tegas keduanya menyatakan mereka harus mau.
"Mereka tidak punya hak untuk menolak bila dilakukan penataan dikemudian hari. Ini mengingat mereka tidak punya hak untuk mempertahankan usahanya di lahan yang ada sekarang," terangnya.
Sementara, koordinator PKL, Iqbal, menyatakan bahwa apa yang dilakukannya saat ini sudah terlebih dahulu dikonsultasikan dengan instansi terkait, baik itu Dishubkominfo maupun Satpol PP. Dia mengaku, telah melakukan koordinasi dengan semua PKL yang jumlahnya mencapai 270 orang baik pedagang loak maupun pedagang burung. Dan pihaknya juga bersedia mengatur sistem parkir pengunjung, agar kepindahan tersebut tidak menimbulkan kemacetan baru di areal sub terminal. (hermas purwadi)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Minggu, 06 November 2011

Iwan Fals Album SBY 8 Keajaiban Dunia

Iwan Fals mengaku takjub dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Pasalnya di tengah kesibukan mengurusi negara masih bisa membuat album keempat.
"Luar biasa dalam kesibukannya, SBY dengan banyaknya kegiatannya sebagai kepala negara dia masih bisa rileks membuat album itu," paparnya seperti dikutip dari Detikhot.
Penyanyi yang selalu menyuarakan kritik sosial dalam lagunya ini sembari bercanda mengatakan, jika album HARMONI ini sebagai 8 Keajaiban Dunia.
"Album SBY, saya dengar ini bukan 7 keajaiban dunia, sekarang malah 8 satunya adalah album SBY," candanya seraya tertawa saat dijumpai di Grand Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (3/11).
Album yang dirilis Senin (31/10) kemarin berisikan 8 lagu yang semuanya diciptakan oleh SBY. Album ini juga menampilkan Afgan, Sandhy Sondoro dan Joy Tobing untuk mengisi beberapa lagu. (kpl/faj)
Sumber Berita : http://id.omg.yahoo.com/news/

Perayaan Idul Adha di Markas Bharagas

USAI melaksanakan sholat Idul Adha 1432 secara berjamah, keluarga besar Bharagas menyembelih sejumlah hewan kurban di Lapangan Asrama Polisi Kalibliruk Slawi, Minggu (7/11) pagi. Agenda rutin setiap tahun ini dipimpin langsung Kapolres Tegal, AKBP Nelson Pardamaian Purba SIK. Lelaki tinggi dan tampan ini hadir dengan menggenakan baju koko berwarna coklat tua dengan celana warna hitam dan sebuah peci di kepalanya. Kapolres didampingi sang istri tercintanya dan beberapa anaknya serta keluarga besarnya. Pria yang pernah memerankan sejumlah sinetron di layar kaca ini, nampak bahagia bisa merayakan hari kurban bersama keluarga Bharagas. Tak segan-segan, Kapolres sapaan akrab Nelson ini, selalu melemparkan senyum manisnya kepada para anggotanya serta warga sekitar yang kebetulan hadir di tempat tersebut.
Disela-sela obrolannya dengan para kuli tinta, Kapolres mengaku, kali ini hewan kurban yang sedianya dibagikan kepada warga sekitar asrama dan anggota yang membutuhkan, sebanyak 23 kambing dan 3 sapi besar. Sementara untuk memudahkan pola pendistribusian daging tersebut, pihaknya telah melakukan langkah pembagian kupon terhadap warga pada hari sebelumnya.  "Mudah-mudahan moment Idul Adha ini menjadi media menjalin ukhuwah dan kebersamaan bersama masyarakat sekitar," kata pria berkulit putih ini, seraya mencicipi buah anggur yang sudah disediakan diatas meja.
Selain hewan kurban itu datang dari Kapolres, juga datang dari jajaran perwira di Markas Komando Polisi Resort Tegal dan Waka Polres setempat. Sesuai rencana awal, setelah penyembelihan yang dilakukan oleh panitia, hewan kurban dipotong kecil-kecil lalu dimasukan ke dalam kantung plastik. Kemudian dibagikan merata sesuai kupon yang ada. Sementara untuk pembagian daging, dilakukan tepat pukul 10.00 WIB.
"Ini sebagai wujud nyata kepedulian keluarga besar Bharagas dalam memaknai Hari Raya Idul Adha dengan menempuh pembagian daging qurban," cetusnya.
Sejatinya, perayaan Hari Raya Idul Adha tidak semata-mata memiliki dimensi makna teologis sebagai ibadah untuk mendekatkan diri manusia kepada Sang Khalik. Melainkan, justru Idul Kurban alias Idul Adha tersebut lebih menekankan pada pemunculan kesadaran batin manusia untuk gemar berjihad sosial. Artinya, melalui ritual penyembelihan hewan kurban itu, umat manusia diajak untuk semakin peduli pada nasib fakir miskin dan pihak-pihak yang lemah.
Jika menilik alur historisitas Hari Raya Idul Adha, memang terbilang sangat fenomenal. Di masa itu, Nabi Ibrahim mendapatkan bisikan suci untuk sesegera mungkin menyembelih sang anak kesayangannya, yaitu Ismail. Sungguh sebuah perintah yang amat berat dikerjakan. Namun dengan kebesaran Allah SWT, Ismail berubah atau diganti dengan seekor hewan unta.  "Ada makna yang hakiki dari kurban, yakni ketaatan kepada Allah SWT, dengan dilandasi keiklasan, syariat Nabi Ibrahim sebagai bentuk penghambaan diri dan keluarganya terhadap Allah, yang didasari keikhlasan. Ajaran Nabi Ibrahim harus dijadikan contoh dan keteladanan bagi umat manusia," tutupnya. (yeri novel)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Sabtu, 05 November 2011

Latpatnaker Sinkronisasikan Semua Lembaga

SLAWI - Tingkatkan lembaga binaan pada bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja (Latpatnker) Dinsosnakertrans Pemkab Tegal, lakukan pembahasan tingkat internal. Disamping guna peningkatan kesejahteraan lembaga binaan, sekaligus penyerapan pencari kerja di daerahnya.
 Nantinya dengan terbentuknya kesepahaman kinerja keduanya kedepan, bisa Latpatnaker menjadi lebih optimal menyalurkan kinerja dan mengurangi angka pengangguran daerah. Pembahasan kesepahaman ternyata mendapat respon positif dari pihak terkait.  “Awal direncanakan, lembaga binaan yang diundang sebanyak 40 lembaga, ternyata yang hadir mencapai 60 lembaga. Ini sebuah wujud keberhasilan yang kami harapkan,” ucap Kabid Latpatnaker Dinsosnakertrasn Pemkab Tegal, Widiyantoro SH, kepada Radar.
 Dikatakan Widi panggilan akrabnya, saat ini lembaga dibawah binaan bidangnya mencapai puluhan lembaga. 20 Lembaga Pendidikan Ketrampilan (LPK) dibawah naungan Hillsi, 14 PJTKI dibawah naungan Asosiasi PJTKI, 24 Bursa Kerja Khusus (BKK) dibawah naungan naungan APKI dan Forum BKK sera Balai Latihan Kerja (BLK).
 Menurut dia, sejumlah lembaga itulah yang selama ini bermitra dalam mencarikan, memberikan pelatihan dan menempatkan pencari kerja Kabupaten Tegal, dengan bermitra bersama Bidang Latpatnaker. Saat phaknya ajak untuk saling bersinergi demi sinkronisasi kerja untuk penyerapan pencari kerja, respek mereka angat bagus.  “Dari sinilah kami yakin, kedepan dalam menyalurkan pencari kerja daerah sangat terdukung, sehingga capaian penguranga pencari kerja lebih maksimal,” jelasnya.
 Sementara, langkah efektif yang dilakukan, antar lembaga diharap seperti BLK satu dengan lainnya tidak menolak pencari kerja yang ingin mengikuti program latihan kerja, melainkan harus bekerjasama. Bahkan PJTKI yang misal hanya menerima bursa kerja ke daerah atau negara tertentu, meski bukan daerah tujuan tetap diterima dan disalurkan kepada PJTKI rekan yang membutuhkan.  “Kami yakin langkah sinkronisasi kebersamaan ini, bisa menyalurkan pencari kerja lebih maksimal,” ujarnya.
 Ditambahkan, kebersamaan arah dan langkah inilah, sebuah program terobosan dengan harapan siapapun pencari kerja bisa tertampung. Karena tidak ada lembaga yang menolak. Ibarat institusinya berupaya menyelaraskan semua lembaga binaan, karena selama ini terkesan jalan direl masing-masing tanpa kebersamaan.  “Untuk saat ini perusahaan yang cukup tinggi membutuhkan pencari kerja dengan skill yaitu bidang otomotif, mesin dan listrik,” pungkas Widi sedikit penggambaran buras kerja yang banyak dibutuhkan saat ini. (gon)   
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Bharagas Berbagi Qurban

WUJUD nyata kepedulian keluarga besar Bharagas dalam memaknai Hari Raya Idul Adha ditempuh dengan menggelar pembagian daging qurban yang akan dipusatkan dilapangan Aspol Kalibliruk. Paur Subag Humas Polres Tegal Ipda Wahyono mengatakan, dilebaran haji tahun in keluarga besar Bharagas menyiapkan 3 ekor sapi dan 14 kambing untuk dibagikan pada masyarakat sekitar asrama dan anggota yang membutuhkan.
"Untuk memudahkan pola pendistribusian daging korban, kami telah melakukan langkah pembagian kupon pada warga sekitar Aspol yang pantas untuk menerima. Mudah-mudaham moment Idul Adha ini menjadi media menjalin ukhuwah dan kebersamaan bersama masyarakat sekitar," ujarnya.
Diakuinya, bantuan hewan qurban datang dari Kapolres Tegal, Waka Polres, jajaran Perwira, serta keluarga besar personil Bharagas. Penyembelihan hewan qurban sendri direncanakan akan dilakukan setelah sholat Idul Adha dan pendistribusian daging qurban akan dilakukan pada pukul 10.00 WIB pada hari Ahad 6 November 2011 mendatang.  
Wahyono juga mengatakan, untuk memperlancar giat Bharagas dihari Idul Adha mendatang, telah dibentuk panitia khsusus mulai dari pembagian kupomn untuk warga sekitar hinga pendisribusian hewan qurban. "Dengan turut menjalankan qurban setidaknya keluarga besar Bharagas dilatih untuk mulai menjadi hebat dengan mengasah kepekaan terhadap sesamanya. Disinilah bentuk implementasi riil dari tiga pilar lecutan komandan Bharagas terhadap semua lini personil yang ada," ujarnya. ( her)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Pisang dan Rahasia Kandungan Kalium

PISANG adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Menurut sejarah, pisang berasal dari Asia Tenggara, kemudian tersebar ke Afrika Barat, Amerika Selatan dan Amerika Tengah.

Namun, istilah "pisang" juga dipakai untuk sejumlah jenis yang tidak menghasilkan buah konsumsi, seperti pisang abaka, pisang hias, dan pisang kipas. Negara-negara penghasil pisang yang terkenal di antaranya: Brasilia, Columbia, Equador, Filipina, Honduras, India, Indonesia, Karibia, Mexico, Panama, Thailand dan Venezuela.

Di Asia, Indonesia termasuk negara penghasil pisang terbesar, karena sekitar 50 persen produksi pisang Asia berasal dari Indonesia. Sentra produksi pisang di Indonesia adalah: Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara Barat, Sulawesi dan Maluku.
Di Indonesia terdapat berbagai jenis pisang, antara lain pisang raja, pisang batu, pisang ambon, pisang kepok, dan pisang lain dengan berbagai rasa, fungsi, serta ukuran yang berbeda, mulai dari yang berukuran kecil sampai berukuran besar.

Iklim tropis yang sesuai serta kondisi tanah yang banyak mengandung humus memungkinkan tanaman pisang tersebar luas di Indonesia. Buah pisang tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari, yang disebut ”sisir”.
Hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang, meskipun ada beberapa yang berwarna jingga, merah, ungu, atau bahkan hampir hitam.

Tak Kenal Musim

Pisang tak mengenal musim panen, dan dapat berbuah setiap saat. Hasilnya dapat mencapai 1-17 sisir. Sebagai contoh, biasanya dalam satu tandan pisang tanduk terdapat 1-7 sisir, sedangkan pada pisang ambon 7-17 sisir. Setiap tandan memiliki berat sekitar 4-40 kg per tandan, tergantung jenisnya.
Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral, terutama kalium. Teksturnya yang lembut membuat pisang sering dijadikan buah pilihan untuk makanan bayi.

Bagi anak-anak, pisang juga bisa menjadi bekal sehat ke sekolah. Buahnya dapat dimakan langsung atau diolah terlebih dahulu. Dari segi kesehatan, pisang mengandung unsur-unsur yang bermanfaat bagi tubuh, meliputi vitamin, mineral, karbohidrat, lemak dan serat.

Di banyak negara maju, pisang kerap menjadi bekal makanan anak-anak ke sekolah. Mereka juga memasukkan potongan pisang ke dalam sereal dan susu saat sarapan. Pisang menyediakan cukup energi bagi anak-anak untuk siap mengikuti pelajaran di sekolah.
Dr Ir Sobir dari Pusat Kajian Buah-buahan Tropika Institut Pertanian Bogor (IPB) menjelaskan, sebuah penelitian tentang pisang dilakukan terhadap 200 pelajar di sekolah Twickehnham di Inggris.

Kepada mereka diberikan makanan tambahan berupa pisang saat sarapan, istirahat, dan makan siang. Penelitian dilakukan menjelang waktu ujian. Hasilnya, menurut Dr. Sobir, konsumsi pisang tersebut membantu proses belajar mereka. Kalium yang terdapat pada pisang inilah yang berperan meningkatkan konsentrasi belajar anak.
Selain itu, kandungan vitamin B pada pisang yang cukup tinggi juga mampu mempertahankan aktivitas kerja sistem saraf. Hal inilah yang mendorong pelajar bisa berkonsentrasi lebih lama.

Jika dibandingkan apel, pisang mengandung 4 kali lebih banyak protein, dua kali lebih banyak karbohidrat, tiga kali lebih banyak fosfor, lima kali lebih banyak vitamin A dan zat besi, serta dua kali lebih banyak vitamin dan mineral lainnya.
Seperti diketahui, pisang merupakan †makanan atau buah yang sangat gampang ditemukan dan hanya dengan harga relatif murah juga kita bisa menikmatinya. Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dari satu buah pisang. Salah satunya yakni, dapat mengatasi depresi dan stress.

Kandungan asam triptofan yang diubah menjadi serotonin (zat yang dapat mengubah suasana hati) dapat mengatasi depresi dan stres, Sedangkan kandungan vitamin B6 di dalamnya, dapat mengatur kadar glukosa dalam darah yang dapat mengubah mood kita. Efek pada Diare

Diare merupakan salah satu gangguan utama yang mengakibatkan kematian dan morbiditas (tingkat kesakitan yang disebabkan oleh penyakit tertentu) pada anak-anak. Dalam sebuah percobaan klinis oleh Rumah Sakit di Pennsylvania, AS, kepada pasien yang terkena diare, hasil yang didapat yakni pasien yang diberi makan pisang, secara klinis diarenya berkurang.

Para peneliti menyimpulkan, pisang dapat digunakan sebagai pengobatan, dan aman untuk diare serta dari segi biaya juga lebih efektif. Di Indonesia, khususnya di daerah Jawa pun diketahui bahwa pisang raja yang dibakar dapat menyembuhkan diare.

Pisang yang identik dengan makanan hewan primata ternyata memiliki kandungan kalium sangat tinggi. Terdapat sekitar 350 mg kalium dalam satu pisang berukuran sedang. Dua gigitan pisang ukuran besar (biasanya pisang ambon) setara dengan suplemen kalium dosis 99 mg. Kalium diketahui juga sebagai elektrolit yang berperan penting pada fungsi syaraf dan sel otot, terutama fungsi sel otot jantung. Itu sebabnya, pasien hipokalemia (kadar kalium rendah di dalam darah) biasanya dianjurkan makan pisang oleh dokter.

Makin tinggi kadar kalium, risiko terkena serangan jantung dan stroke makin rendah, karena kalium mengimbangi peran natrium di dalam tubuh. Selain itu, pisang baik untuk orang stres. Ketika stres, metabolisme tubuh meningkat drastis hingga mengurangi kadar kalium. Dengan makan pisang, kadar kalium akan kembali seimbang.
Penelitian para ahli menunjukkan, pisang memiliki zat yang berpotensi menjadi penghambat infeksi virus HIV. Hasil penemuan ini diharapkan membuka jendela baru pada terapi pencegahan infeksi HIV yang hingga kini belum ditemukan obatnya.

Para peneliti dari University of Michigan Medical School tertarik pada lektin, zat kimia yang secara alami ada pada tanaman, karena kemampuannya menghentikan rantai reaksi berbagai jenis infeksi. Hasil uji laboratorium menunjukkan, kandungan lektin yang terdapat pada pisang, sama efektifnya dengan obat anti-HIV saat ini.
Cara baru untuk menghentikan penyebaran HIV mutlak diperlukan. Riset yang dilakukan peneliti di universitas itu , menunjukkan cara kerja lektin yang bisa mengenali penyerang dari luar tubuh, seperti virus, dan menyerangnya sebagai patogen, bisa dikembangkan untuk mengenali virus HIV.

Selain memiliki potensi yang sama dengan obat anti-HIV, lektin pada pisang juga lebih murah untuk diproduksi sebagai obat yang bisa dijangkau masyarakat luas. Kandungan lektin hanya ditemukan pada pisang masak. Lektin diyakini lebih efektif apabila dipakai dalam komponen obat pencegah virus yang dioles di alat kelamin atau dubur.
Masalah yang dihadapi oleh obat anti-HIV adalah kemampuan virus untuk bermutasi dan menjadi kebal. Namun, hal tersebut bisa dicegah oleh lektin. Lektin bisa menempel pada gula yang ditemukan pada berbagai titik sampul HIV-1 sehingga meningkatkan kekebalan sel dan menghalangi HIV untuk replikasi virus.SimakBaca secara fonetik

Provitamin A

Di Maluku, terdapat salah satu kultivar pisang yang dikenal dengan nama pisang tongkat langit atau pisang tunjuk langit (Musa troglodytarum), oleh karena bentuk tandannya yang tegak menengadah ke langit.

Pisang ini dimakan untuk merangsang ginjal agar lebih tinggi daya kerjanya. Selain itu, pisang tongkat langit juga untuk membantu menurunkan demam, serta meningkatkan stamina kaum pria, walaupun belum teruji secara klinis.
Buah pisang tongkat langit ada yang panjang dan ada yang pendek. Kulit buahnya semu-semu merah dengan bintik-bintik hitam, daging buahnya berwarna kuning-oranye. Warna semu merah pada kulit dan kuning oranye pada daging buah pisang tongkat langit mengindikasikan adanya kandungan zat warna (pigmen) karotenoid.

Ciri-ciri pisang tongkat langit tersebut, mirip dengan kultivar pisang di Mikronesia. Terdapat dua kultivar yang paling dikenal di Mikronesia, yakni ìKarat dan UHT en yapî (Musa troglodytarum).

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh empat laboratorium yakni, Cancer Research Center of Hawaii di Honolulu, Hawaii; Covance Laboratories di Madison, Wisconsin, Universitas Pasifik Selatan di Suva, Fiji, dan Roche Vitamin Ltd. di Basel, Swiss, dengan menggunakan sampel pisang dalam bentuk mentah atau dimasak (dipanggang, direbus atau dikukus), ditemukan bahwa kultivar pisang ini mengandung kadar provitamin A (prekursor vitamin A), yang bermanfaat untuk kesehatan mata.

Hal yang mungkin belum banyak diketahui oleh masyarakat, bahwa buah pisang mampu membantu perokok mengatasi kecanduan nikotin. Kandungan B6 dan B12 di dalamnya membantu untuk menetralisasi.
Selain tersebut di atas, ada pula manfaat lain dari buah pisang yang sudah teruji secara klinis, seperti mengatasi migren, menurunkan tekanan darah tinggi, pengaruh terhadap pertumbuhan bakteri, mengatasi masalah kanker, stroke, dan menurunkan kolesterol. Oleh karena itu memakan buah pisang merupakan pengobatan alami untuk pelbagai penyakit.

(Efraim Samson & Haryono Semangun, Mahasiswa Program Magister Biologi, UKSW-12)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/11/04/165220/