Jumat, 11 November 2011

Indonesia Pasti Bisa

PALEMBANG - Pembukaan SEA Games XXVI semalam yang berlangsung spektakuler seakan menjawab kesangsian kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah.
 Meski tidak mungkin menghilangkan beberapa kekurangan, namun pembukaan yang berlangsung megah di depan para duta negara sahabat, telah membangkitkan kebanggaan. Di tengah berbagai sengkarut, inilah Indonesia negara besar yang tidak akan kehilangan kekuatannya.
’’Sebagai bangsa Indonesia, kita yakin Indonesia pasti bisa,’’ ujar Presiden Panitia Penyelenggara SEA Games Indonesia (Inasoc) Rita Subowo dalam sambutannya.
SEA Games kali ini merupakan terbesar yang pernah diselenggarakan dan diikuti 11 negara. Sekitar 12.000 atlet akan berkompetisi dalam 48 cabang olahraga untuk memperebutkan 542 medali emas. Dua cabang baru yang dipertandingkan adalah vovinam dan pentaque.
Meski masing-masing negara dipastikan berkompetisi ketat untuk menjadi yang terbaik, sebagaimana semangat SEAG, persaingan bukan hal yang utama. Melainkan ajang ini sebagai sarana untuk mempererat persahabatan dan menunjukkan kekuatan Asia Tenggara di panggung dunia.
Seperti dijanjikan, pembukaan semalam mengundang decak kagum dan mampu mengaduk-aduk perasaan para penonton, terlebih lagi yang hadir langsung di Stadion Utama Jakabaring. Hujan yang sempat membasahi bumi di tengah-tengah acara tidak mampu mengurangi kemegahan pembukaan.
Demikian pula ketika sebagian penonton bubar karena memilih berteduh, dan api obor yang sempat dua kali padam. Tidak berlebihan bila kita menyebut tidak banyak negara yang mampu menampilkan pergelaran luar biasa seperti semalam. Usai pesta kembang api sebagai tanda pembuka seremoni pembukaan, empat cerita yang menggambarkan utopia Indonesia ditampilkan. ’’MusiHeart of the City’’ menampilkan harmoni masyarakat Palembang, Sumsel, dan Sumatra dengan alam.
Kemudian ’’Golden Penninsula’’ mengingatkan kejayaan kemaharajaan Sriwijaya menguasai lautan luas dan tidak tergoyahkan di daratan. Sementara koreografi Merajut Nusantara yang menampilkan kekayaan budaya Indonesia benar-benar menyentuh palung terdalam jiwa.
 Kebinekaan budaya Indonesia yang tiada ada di negara lain, bukanlah pemicu perpecahan, namun untuk saling melengkapi. Menjadikannya sebagai kekuatan dan menumbuhkan kebanggaan.
Lalu ’’Reach Out the Dream’’ sebagai satu kisah terakhir yang dikreografikan, menggambarkan impian Indonesia menggapai bintang. Bukan hanya di dunia olahraga, namun juga impian besar Indonesia di pergaulan dunia.
’’Kita berharap Indonesia menduduki peringkat teratas pada SEA Games kali ini, sehingga dukungan masyarakat sangat dibutuhkan bagi perjuangan atlet Indonesia yang akan bertanding. Ayo Indonesia bisa,’’ kata Rita.
Persahabatan
Adapun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang membuka acara, juga mengungkapkan harapan tinggi agar Indonesia kembali menjadi Macan Olahraga Asia Tenggara. Meski demikian dirinya tetap menempatkan persahabatan di antara negara-negara peserta tetap menjadi yang utama di atas segalanya.
’’Perhelatan olahraga ini sesungguhnya untuk mengukuhkan kebersamaan di antara negara-negara Asia Tenggara,’’ tegasnya.
Ribuan warga menyerbu Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, untuk menyaksikan upacara pembukaan SEA Games 2011. Hampir seluruh tribune stadion dipenuhi oleh masyarakat yang ingin menyaksikan langsung jalannya pembukaan pesta olahraga termegah se-Asia Tenggara ini.
Namun, tidak mudah untuk bisa masuk ke stadion. Mereka harus rela mengantre dan membayar tiket yang cukup mahal. Harga tiket dipatok mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta.
Meski demikian, beberapa orang yang sudah memiliki tiket pun tidak lantas bisa masuk ke stadion. Seperti terlihat di salah satu pintu tribune barat, beberapa orang berbesak-desakan masuk ke dalam stadion.
Mereka yang tak bisa masuk menikmati pemandangan yang bisa dilihat dari luar stadion, seperti sinar laser dan kembang api. Saat berkumandang lagu Indonesia Raya, sebagian besar penonton di luar stadion ikut menyanyikan dengan semangat.
Di sudut lain, para penari yang belum tampil dengan sabar menunggu giliran. Untuk pentas pada pembukaan itu, mereka datang ke stadion secara bergelombang sejak pukul 14.00.
Sintaseva Lesmana (17) siswa kelas II SMA 17 Palembang mengatakan senang dan bangga terpilih menjadi bagian dalam upacara multievent ini. Tak semua remaja mendapat kesempatan seperti itu. Tiap sekolah, dari 200-an siswa, yang terpilih hanya 25 anak.
Dia membawakan tarian Cendrawasih, dengan kostum berwarna hijau, kepalanya dipasang bulu-bulu hijau. Untuk pementasan itu, para penari berlatih 30 kali selama sebulan. ’’Karena senang, tak ada kata capai.’’
Sebanyak 3000 penari pendukung acara dilibatkan dalam acara pembukaan. Upacara pembukaan yang dimulai tepat pukul 19.00. (73)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/11/12/166197/

Tanggal Cantik Berkah Melimpah

Beberapa dokter spesialis kandungan harus bekerja ekstra, kemarin. Mereka menangani permintaan persalinan berlimpah berkaitan dengan fenomena tanggal cantik 11-11-11. Petugas pernikahan juga tak kalah sibuk.
JUMAT, 11 November 2011, bukan hari yang biasa bagi Prof Dr Samuel Widisamoko SpOG. Dokter mitra RS Telogorejo Semarang, itu harus menangani empat persalinan dalam sehari. “Cukup menyita waktu dan tenaga karena harus membagi waktu dengan kegiatan lain,’’ kata Samuel.
Dia bukan satu-satunya dokter ahli kandungan yang mendapat banyak permintaan untuk membantu proses persalinan di tanggal cantik. Kolega Samuel, dokter Arufiadi SpOG, mendapat “jatah” tiga persalinan. Dua di antaranya melalui operasi bedah caesar, satu persalinan normal.
Proses persalinan pertama yang dibantu Samuel berlangsung pukul 05.00 ketika fajar mulai menyingsing. Persalinan terakhir yang ditangani pukul 23.00, satu jam sebelum hari berganti.
Samuel punya cara tersendiri mengusir kantuk yang harus dihadapi menjelang persalinan tersebut. “Biasanya saya minum kopi dan cuci muka berkali-kali,’’ terang dia.
Sebagian orang memang menganggap 11 November 2011 sebagai hari yang istimewa. Formula penulisan tanggal-bulan-tahun, dengan tulisan tahun hanya ditulis dua digit, membentuk urutan 11-11-11.
Deret angka tersebut mudah diingat guna mengabadikan momen terindah dalam hidup. Alasan lain berlandaskan keyakinan bahwa tanggal cantik tersebut memiliki makna tertentu, baik secara religi maupun kultur, sehingga menjadi istimewa.
Apapun alasannya, tanggal 11-11-11 tentu berarti secara personal bagi mereka yang memilihnya sebagai salah satu hari terindah dalam hidup. Tak terkecuali saat memiliki buah hati yang telah didambakan.
Kebahagiaan, misalnya, terpancar dari wajah Manda (26), warga Pedurungan, Semarang, yang melahirkan putri pertamanya di RS Roemani. Bayi bernama Shanaya Jihan Abriella itu lahir melalui bedah caesar. “Shanaya berarti cantik, Jihan baik hati, dan Abriella bermakna yang dilindungi. Ini nama yang istimewa untuk anak yang lahir pada tanggal istimewa,’’ terang Manda.
Setyana (27), warga Gunungpati, Semarang, yang bersalin secara normal lain lagi. Dia bersyukur si buah hati yang diberi nama Andina Eka Latifa Azahra itu lahir tepat pada hari dengan deret angka 11.
“Tidak ada maksud untuk mengatur persalinan pada tanggal ini. Perkiraan dokter lahir pada 12 November,’’ ungkap Setyana.
Di RS Roemani, tercatat 10 bayi lahir pada Jumat kemarin. Shanaya dan Andina dua di antaranya.
Ketua IDI Kota Semarang dokter Herman Kristanto SpOG menjelaskan, tak semua permintaan persalinan pada tanggal tertentu bisa dipenuhi. Faktor aman tidaknya bagi ibu dan janin menjadi pertimbangan utama. “Sekiranya tidak aman, ya, persalinan tidak bisa dilakukan,’’ tegas Herman.
Deteksi pertama dilihat dari usia janin dengan taksir persalinan pada usia 40 minggu. Namun, bayi sudah dianggap layak lahir sejak  usia 37 minggu.
Pelaksanaan persalinan bisa dipilih normal atau melalui operasi bedah caesar. “Jika memang usia janin sudah mencukupi, ibu dalam kondisi memungkinkan untuk bersalin normal, bisa dilakukan dengan dipacu,’’ imbuhnya.
28 Pasangan
Tak kalah sibuk pada tanggal serba-11 adalah penghulu yang juga biasa dikenal dengan naib atau modin. Banyaknya pasangan yang ingin menikah di tanggal cantik itu membuat mereka ekstrasibuk.
Di lingkup Kantor Urusan Agama (KUA) Semarang Timur yang hanya memiliki tiga modin, terdapat 28 pasangan yang memilih menikah pada 11-11-11. Repotnya, semua ingin menikah tepat pukul 11.11.
Lantaran petugas yang terbatas, tentu semua tak bisa dilakukan bersamaan. Sejak pagi, tiga modin itu berkeliling menjalankan kewajiban.
Muhammad Ridho, salah satu penghulu di KUA Semarang Timur, kebagian tugas menikahkan delapan pasangan. “Ini pasangan kelima yang saya nikahkan. Masih ada tiga lagi,’’ ujar Ridho seusai menikahkan Rani Dwi Yulianti dan Asyhari Yudho Hadiyanto di Masjid At Taqwa Jalan Halmahera III.
Rani dan Asyhari menikah pukul 10.00. Pasangan pertama yang dinikahkan Ridho berijab kabul pukul 06.00. Pasangan berikutnya sejam kemudian. Demikian berturut-turut hingga pasangan kelima.
Ridho memiliki waktu istirahat hingga pukul 13.00. Pada jam itu, dia menikahkan pasangan keenam. Pasangan ketujuh dan kedelapan masing-masing menikah pukul 14.00 dan 15.00
“Lelah memang, tapi saya senang dan memahami keinginan pasangan menikah di tanggal yang unik ini. Sudah kewajiban saya. Yang penting semua lancar menjalani prosesi akad nikah,’’ tutur Ridho.
Menurutnya, alasan para mempelai itu menikah kemarin adalah tanggal yang unik dan bertepatan dengan hari Jumat.
Ridho menjelaskan, dalam Islam tak ada pengistimewaan tanggal atau hari, semua sama. Tapi keinginan menikah pada tanggal yang unik tidak dilarang.
Di Tembalang, KUA setempat mencatat  25 pasangan yang mendaftarkan pernikahan pada Jumat setempat. Keterbatasan modin menyebabkan pernikahan mereka dilakukan bergilir.
“Tentu lelah, tapi sudah kewajiban saya menikahkan calon pengantin,’’ ujar Syamsuri, salah satu modin di Tembalang seusai menikahkan Fajar Tri Ervandi dan Novitasari Kusumaningsih di Masjid Baitussalam, Ketileng Indah.
Syamsuri menjelaskan, jumlah sebanyak itu memang termasuk tidak biasa. Waktu pernikahan yang banyak biasanya pada akhir pekan. Itu pun rata-rata setiap modin hanya mendapat tugas menikahkan dua mempelai.
Pasangan Asyhari dan Rani menyatakan bahwa mereka memang jauh-jauh hari berencana menikah pada tanggal 11-11-11.
Menurut Asyhari yang berasal dari Pacitan, selain unik juga bertepatan dengan hari Jumat yang diyakini sebagai hari baik. “Kami berharap pernikahan pada hari spesial ini membawa berkah bagi kehidupan keluarga,’’ ujar Rani, warga Jalan Halmahera III.
Pasangan lain yang menikah kemarin adalah Adityo Dwi Riantoto dan Dhimy Etika Rully. Kedua mempelai yang menikah di rumah, Jalan M Yamin Ungaran, itu mempunyai cara lain memanfaatkan momen tanggal 11-11-11.
Seusai melaksanakan ijab kabul tepat pukul 11.00, keduanya melepaskan tiga jenis burung gelatik masing-masing 11 ekor. Menurut Adityo, melepas burung adalah hal yang baik, yaitu mengembalikan kebebasan kepada mereka.
“Ide melepas burung hanya spontanitas terlintas sehari sebelumnya. Jumlah 11-11-11 itu kami sesuaikan dengan tanggal pernikahan,” terang fotografer salah satu media cetak di Semarang tersebut. (Krisnaji Satriawan, Roosalina, Maulana M Fahmi-65)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/11/12/166186/

AR Dituntut 8 Tahun

Semarang-KIC: Bupati Tegal nonaktif Agus Riyanto (AR) yang menjadi terdakwa korupsi Jalan Lingkar Kota Slawi (Jalingkos) dituntut delapan tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, kemarin.
Agus Riyanto juga diharuskan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 1,7 miliar. Jika tidak bisa dibayarkan dalam kurun waktu satu bulan terhitung setelah putusan hakim berkekuatan hukum tetap, maka akan diganti dengan hukuman kurungan empat tahun. Nominal tersebut didapat dari angka dugaan korupsi Jalingkos sebesar Rp 3,95 miliar dikurangi denda yang sudah dibebankan kepada dua terpidana lain yang sudah divonis Pengadilan Negeri Slawi.
Jaksa juga menuntut Agus Riyanto untuk membayar denda sebesar Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. Dalam tuntutannya, JPU Kamari menyatakan, terdakwa telah melakukan perbuatan melawan hukum secara bersama-sama untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang menyebabkan kerugian keuangan negara.
”Terdakwa terbukti sah dan meyakinkan melanggar Pasal 2 Undang-Undan Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidanan Korupsi,” ujar Kamari di depan majelis hakim yang diketuai Noor Ediyono. Mendengar tuntutan Jaksa, terdakwa berencana mengajukan pembelaan.
”Saya dan penasehat hukum akan menyusun pembelaan pada sidang selanjutnya. Saya dan penasehat hukum punya penilaian berbeda dengan jaksa,” kata Agus Riyanto.
Sementara itu, mantan Bupati Sragen Untung Wiyono yang menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi keuangan kas daerah sebesar Rp 11,2 miliar, terancam hukuman empat tahun penjara.
Untung dijerat pasal berlapis JPU dengan dakwaan primer Pasal 2 junto Pasal 18 dan dakwaan sekunder Pasal 3 Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Dalam sidang perdana yang digelar di Pengadilan Tipikor Semarang,Untung didakwa telah menyalahgunakan kekuasaan dengan mengucurkan dana untuk kepentingan di luar kedinasan. (SI)
Sumber Berita : http://www.koruptorindonesia.com/2011/11/

Air Panas OW Guci Tak Berbau Belerang

BUMIJAWA - Suasana pagi di Obyek Wisata (OW) Guci di Kecamatan Bumijawa masih diselimuti oleh kabut tebal. Hari itu hujan rintik-rintik menyambut para wisatawan. Kondisi itu tidak membuat surutnya kunjungan wisatawan ke OW tersebut. Bahkan dengan asyiknya, sejumlah wisatawan tetap berendam menikmati air panas yang keluar dari perut Gunung Slamet. “Lebih asyik berendam dengan dibarengi hujan. Kehangatan air membuat wisatawan ingin berlama-lama di dalam air panas OW ini,” kata Amir (31) warga Kota Tegal yang sengaja ke Guci untuk menikmati air panas.
Tidak lama hujan turun semakin lebat dan membuat aktifitas para pedagang terhenti. Hujan sendiri tidak membuat niatnya wisatawan menghentikan aktivitasnya berendam di air panas Pancuran 13. Mereka malah terlihat asik berendam di bawah pancuran air panas yang dipercaya bisa membuat awet muda dan menyembuhkan berbagai penyakit. Bahkan, mereka terlihat lebih menikmati suasana Guci yang dikelilingi perbukitan.
Salah satu tujuan wisatawan ke OW Guci adalah menikmati panasnya air OW itu. Namun di lokasi tersebut, juga ada beberapa sumber mata air panas. Dua kolam besar yang berada di bawah curug Guci digunakan bebas tanpa dipungut karcis.
Lokasi itu memang berasal dari sumber mata air panas yang langsung dialirkan melalui pancuran-pancuran kecil. Jika wisatawan lebih nyaman untuk berendam, di lokasi itu ada beberapa kolam renang khusus. “Namun, wisatawan harus mengeluarkan koceknya. Tak mahal, hanya antara Rp 6 ribu hingga Rp 10 ribu per orang,” ujar Amir.
Disisi lain menurut Rudi (21) karyawan OW Guci, ada kolam air panas swasta, yang mendapat aliran melalui sejumlah pipa ini juga dari sumber mata air panas langsung, tapi dialirkan melalui pipa. Kolamnya tersebut hanya berjarak sekitar lima meter dari kolam utama. Bahkan sejumlah kolam yang dikelola swasta memiliki fasilitas yang berbeda-beda. Selain tempat bilas, ada kolam khusus yang dibuat perkamar untuk menikmati air panas Guci.
Namun setiap kamar hanya diperbolehkan untuk satu orang, walaupun status mereka suami istri. Pengelola memberikan papan larangan untuk wisatawan yang mempunyai penyakit kronis, seperti jantung, epilepsi dan penyakit berbahaya lainnya. “Air panas Guci tidak berbau belerang. Ini yang tidak dimiliki pemandian air panas lainnya. Makanya, banyak yang suka berendam lama di Guci,” terang Rudi.
Sementara Kepala UPTD Guci, Imam Sutanto mengatakan, ramai pengunjung terjadi pada setiap hari Sabtu dan Minggu. Selain itu, hari besar agama dan tahun baru. Begitupun Jumat Kliwon juga penuh pengunjung. Mereka berendam malam-malam untuk mendapatkan manfaat dari air panas Guci.  “Sebagian orang menganggap air panas Guci bisa membuat awet muda,” tuturnya.
Ditambahkan, selain panas yang menjadi andalan Guci, wisatawan juga bisa melihat pemandangan alam dan Kota Slawi dari atas bukit Guci. Wahana outbond juga dipersiapkan pengelola Guci, jika ada yang ingin menguji nyali dan memacu adrenalin. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Tujuh Paket Proyek Terancam Gagal

SLAWI – Sejumlah tujuh paket proyek jalan di Kabupaten Tegal yang dianggarkan tahun 2011 terancam gagal. Hal ini karena proses lelang yang seharusnya sudah selesai, tapi sampai hari ini baru pada tahap pelelangan. Demikian dikatakan, ketua Fraksi PAN sekaligus anggota badan anggaran DPRD Kabupaten Tegal, Sahuri, Kamis (10/11).
Menurutnya, ada tujuh paket pekerjaan jalan yang panjangnya kurang lebih mencapai dua kilometer sampai tiga kilometer. Beberapa proyek jalan yang terancam gagal alasannya karena cuaca. Selain itu mepetnya waktu, proses pelelangan masih dalam tahapan, belum ketersediaan alat berat dan lainnya. Kalau dipaksakan dikerjakan, hasilnya akan tidak maksimal.“Ini sudah bulan November, sementara seharusnya pekerjaan jalan itu harus sudah selesai sampai 15 Desember. Karena penagihan pembayaran di DPPKAD harus dapat dilakukan tanggal 20 Desember,” katanya.
Dikatakannya, kalau proyek ini dipaksakan untuk dilaksanakan, maka harapannya pengawas yang berwenang melakukan pengawasan untuk lebih ketat. Selain itu tim pemeriksa juga harus betul-betul jeli.  “Sebenarnya kalau dari awal tahapannya sudah langsung dilaksanakan, menurut kami ini bisa selesai tanpa alasan apapun. Karena proyek ini sudah ditetapkan dari APBD tahun pertama,” jelasnya.
Selain kendala lingkungan yang ada sekarang, lanjut Sahuri, salah satu kendala terancam gagalnya proyek tersebut adalah ketidaksiapan tenaga atau pegawai yang megurus di unit lanjutan pekerjaan (ULP LPSE) dari manual ke elektronik. Sehingga implementasi dari Perpres 54 tahun 2010 kurang berjalan.  “Kalau kemudian tidak dijalankan, maka jatah anggaran untuk proyek tersebut harus kembali masuk ke kasda, tetapi jika dilaksanakan hasilnya akan kurang maksimal,” tegasnya.
Ia menghimbau kepada semua pihak yang berwenang agar kedepan, jika anggaran sudah ditetapkan untuk segera melakukan tahapan pelaksanaan. Hal ini agar tidak terjadi seperti tahun anggaran yang sudah lewat. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Kamis, 10 November 2011

Paguyuban Jip Tegal Resmi Didirikan

PARA penggemar otomotif khususnya jip di tiga wilayah yakni Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Brebes, kini memiliki wadah berkumpul. Momentum ini ditandai dengan didirikannya secara resmi Paguyuban Jip Tegal (PJT). Pendiriannya, dilakukan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda tahun ini atau 28 Oktober 2011. Organisasi perkumpulan jip pertama yang berakta notaris dengan nomor 23 tersebut, menjadi wadah pemersatu para penggemar jip dari semua jenis.
Tasyakuran pun digelar sebagai ungkapan rasa syukur atas pendirian PJT, Minggu (30/10) lalu. Acara yang dilangsungkan secara sederhana namun hidmat itu, digelar di kediaman Ketua Indonesia Offroad Federation (IOF) wilayah eks Karesidenan Pekalongan, Novel Fatrio, di kawasan Slawi.
Menurut Ketua PJT, H Lukman Hakim, pendirian PJT mengemban sejumlah misi dan tujuan. Diantaranya untuk menyatukan hoby para pecinta jip di wilayah Tegal dan sekitarnya. Termasuk pula untuk menjalin silaturahim antar sesama pecinta jip. "Adanya wadah PJT ini yang paling utama untuk mewadahi para pecinta jip, apapun jenis jipnya. Organisasi ini juga dapat menjadi media saling tukar ilmu dan pengalaman, terutama terkait semua permasalahan seputar jip. Dan yang terpenting, organisasi ini dibentuk tidak hanya sekedar untuk wadah berkumpul saja, tetapi diharapkan kedepan dapat pula mensejahterakan anggota dan membawa dampak kebaikan bagi masyarakat pada umumnya," urai H Lukman.
Demi mewujudkan misi yang diemban, lanjut H Lukman, PJT memiliki sejumlah program kegiatan. Diantaranya dengan mengadakan pertemuan rutin anggota secara berkala, menggelar kegiatan adventure off road atau rally wisata jip, dan menggelar family gathering diantra sesama anggota dan keluarganya. "Adapun untuk misi sosial kami antara lain dengan mengadakan bakti sosial alam ke tempat yang medannya sulit dan tidak dapat dijangkau kendaraan lain. Kami juga berencana mempersiapkan tim search and rescue (SAR) dari anggota PJT yang dapat diperbantukan untuk menolong masyarakat dalam penanggulangan bencana," terangnya.
Disisi lain, Sekretaris PJT, Noer Agung LA, menyatakan bahwa organisasi PJT terbuka bagi masyarakat. Terutama bagi mereka yang memiliki kecintaan terhadap kendaraan jip, dari jenis apapun. "Keanggotaan PJT sangat terbuka bagi semua penggemar jip. Tidak hanya untuk mereka yang memiliki jip, yang tidak memiliki tetapi hny menggemari jip pun dapat bergabung dengan kami," ungkapnya.
Dijelaskan Noer Agung, untuk tahap awal pendiriannya, PJT memilih kantor kesekretariatan di wilayah Kabupaten Tegal. Tepatnya di Jalan Semangka RT 03 RW 02 Desa Pedagangan Kecamatan Dukuhwaru. "Untuk sekretariat utama memang ada di Kabupaten Tegal. Tetapi untuk cabangnya sementara kami mengambil lokasi di warung sate H Kartono di jalan Kapten Sudibyo Tegal. Kebetulan pemiliknya juga anggota PJT dan mau menyediakan tempat untuk sekedar kumpul-kumpul," jelasnya.
Salah satu sesepuh PJT, H Kartono, berharap, secara bertahap para pnggemar jip dapat berkumpul dibawah panji-panji PJT. Sehingga, nantinya dapat tercipta kebersamaan diantara sesama penggemar jip di Tegal dan sekitarnya.
"Saya sangat berharap, semua penggemar jip dapat bersatu dibawah PJT. Mari kita sama-sama membesarkan organisasi ini, tanpa harus memandang jenis jip atau ukuran cc nya," harapnya.
Sementara itu, secara terpisah, Ketua IOF wilayah eks Karesidenan Pekalongan, Novel Fatrio, menyambut baik pendirian PJT tersebut. Menurutnya, pendirian PJT memberi 'warna' tersendiri bagi perkembangan dunia otomotif, khususnya jip, di wilayah Tegal dan sekitarnya. Diharapkan, organisasi PJT dapat dipertahankan kesinambungannya. Sehingga, dapat memberikan dampak positif bagi para anggota khususnya dan warga masyarakat pada umumnya.
"Pendirian PJT ini semakin menambah perbendaharaan perkumpulan otomotif di Tegal dan sekitarnya. Saya harap, PJT dapat terus tumbuh dan besar dengan tetap mengedepankan azas kebersamaan diantara anggotanya. Dan yang terutama, agar keberadaan PJT dapat ikut meningkatkan taraf kesejahteraan anggota pada khusunya, dan masyarakat pada umumnya," harap Novel, yang juga menjabat Direktur LP3i Slawi itu.
Sejumlah kalangan berharap, keberadaan organisasi penggemar otomotif dapat memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan wilayah. Sehingga, organisasi tersebut tidak hanya berkutat pada kegiatan-kegiatan yang berbau otomotif semata. Namun, diharapkan PJT dapat pula memiliki kepekaan dan kepedulian sosial untuk membantu warga masyarakat yang membutuhkan. (yeri novel)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

200 Lansia Terima Pengobatan Gratis

SEDIKITNYA 200 warga Lanjut Usia (Lansia) Kabupaten Tegal, mengikuti pengobatan dan pembagian susu gratis. Kegiatan yang diselenggarakan oleg Dinkes Pemkab Tegal itu, bekerjasama dengan PT Jamsostek Cabang Tegal. Kegiatan semacam itu direncanakan menjadi agenda rutin setiap tahun.
Pegobatan sendiri ditempuh sebagai upaya pendeteksian kondisi kesehatan Lansia. Jika diketemukan penyakit yang butuh perawatan, diharapkan Lansia mampu melakukan pengobatan dengan menggunakan kartu asuransi yang dimiliki.
Hal itu dikatakan Kepala Dinkes Pemkab Tegal, dr HW Joko Widodo M MMR MKes, usai mengikuti upacara Hari Pahlawan ke-66 tahun 2011, Kamis (10/11) kemarin.
Dikatakan dr Joko, acara yang digelar di Pendopo Ki Gede Sebayu Slawi itu diikuti 200 Lansia. Selain pengobatan sebagai upaya deteksi penyakit secara gratis, juga dilaksanakan pembagian susu secara gratis. Untuk tenaga medis ditunjuk sejumlah perwakilan Puskesmas yaitu Puskesmas Slawi dan Dukuhwaru, sedang tenaga medis dari Dinkes setampat.
Menurut dia, agenda pengobatan gratis Lansia itu bakal diuapayakan menjadi agenda rutin tahunan dan bukan hanya di Hari Pahlawan saja. Melainkan pada hari besar Nasional lainnya sebagai bentuk kepedulian kepada kaum Lansia. “Kami siap bekerjasama dengan lembaga lain yang mau membantu dan peduli terhadap Lansia,” ucapnya.
Sementara Kepala PT Jamsostek Tegal, Gunawan SE, mengatakan, institusinya peduli dengan berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemkab Tegal. Pada Peringatan Hari Pahlawan ke-66 tahun 2011 ini, selain pengobatan gratis sebagai bentuk kepedulian sosial, juga kegiatan penghijauan yaitu penanaman sejuta pohon.
“Kami ingin selalu peduli dengan kegiatan penghijuan maupun bhakti social yang dilakukan oleh Pemkab Tegal. Bahkan sebagai mitra kami ingin berkipra selama dimintai dukungannya,” terang Gunawan SE. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/