Jumat, 18 November 2011

Kebiasaan Yang Merusak Pernikahan

Tak banyak orang yang menyadari bahwa beberapa kebiasaannya membuat hubungan dengan orang yang ia cintai menjadi berantakan. Ingin tahu kebiasaan apa saja?

Menyalahkan orang lain memang lebih mudah ketimbang melakukan introspeksi terhadap diri sendiri. Tapi benarkah kegagalan hubungan berasal dari pasangan, atau jangan-jangan kebiasaan Anda penyebabnya. Berikut beberapa kebiasaan yang harus Anda hindari karena dapat berakibat buruk pada pernikahan.

Berhenti mendengarkan
Kadang pernikahan yang telah berjalan lama membuat Anda dan pasangan sudah saling mengenal secara menyeluruh. namun yang sering terlupakan adalah, setiap manusia pasti mengalami perubahan. Mulai dari sikap, cita-cita, keinginan dan masih banyak lagi. Jangan buru-buru emosi saat merasa pasangan tak lagi seperti yang Anda kenali dulu. Coba diingat kembali, pernahkah Anda meluangkan waktu di sela kesibukan untuk sejenak mendengarkan kisahnya? Pernahkah Anda dengan sabar mendengarkan keluh kesahnya setiap ada masalah di kantor hanya untuk 10 menit saja? Jika jawabannya tidak, maka jangan heran jika secara tidak disadari, hubungan Anda dan pasangan semakin ada jarak. Hal ini juga berlaku bagi mereka yang memiliki masa pacaran panjang atau lama.

Menghilangkan romantisme
Umur pernikahan bukan alasan untuk berhenti bersikap romantis. Romantisme adalah milik siapapun, muda atau tua. Untuk para orang dewasa, tentu saja bukan romantisme yang menggebu-gebu layaknya anak ABG yang harus ditampilkan. Tapi ucapan sederhana seperti 'Aku sayang kamu' untuk memulai dan menutup hari tentunya tak berlebihan bukan?

Menyalahkan pasangan dalam segala hal
Merasa pasangan selalu membuat Anda kesal dengan sikap pelupanya, sikap cueknya juga kecerobohannya? Pernahkan Anda mengingatkan pasangan dengan bahasa dan tutur kata yang lembut tanpa emosi, ketimbang langsung marah, mengamuk dan menyulut pertengkaran berkepanjangan? Cobalah untuk tidak menyalahkan pasangan setiap saat. Jika memang ada kesalahan kecil yang dilakukannya, lebih baik ingatkan dia dengan tutur kata yang lembut. Tak ada gunanya bertengkar, karena hal itu tak akan mengubah apapun.

Lari dari pertengkaran
Jika memang ada hal yang harus dibicarakan, walau hingga harus bertengkar, tetap harus Anda hadapi. Pertengkaran juga merupakan salah satu cara untuk saling mengenal. Menahan emosi hanya akan menciptakan bom waktu dalam pernikahan Anda. Jika memang ada sesuatu yang menganjal, sebaiknya utarakan sebelum emosi Anda memuncak. Menahan emosi dengan keluar rumah dan melampiaskan kegalauan bersama teman atau sahabat juga tidak disarankan. karena dalam emosi yang tidak stabil, segala hal buruk bisa saja terjadi.

Jika memang Anda dan pasangan tak bisa lagi menyelesaikan perselisihan, lebih baik minta bantuan orang ketiga yang sifatnya netral. Misalnya konsultan pernikahan.

Tak jujur soal keuangan

Tahukah Anda bahwa perselisihan soal keuangan merupakan penyebab perceraian utama, bukan perselingkuhan atau perbedaan pendapat. Untuk itu, ada baiknya untuk terbuka soal keuangan. Susunlah perencanaan keuangan Anda berdua dengan pasangan. Jika ada masalah, jangan ragu juga untuk membicarakannya bersama.

Berhenti bersolek dan memperhatikan diri
Walau Anda dan pasangan sudah terikat janji di hadapan Tuhan dalam sebuah pernikahan, namun itu bukan alasan untuk berhenti bersolek dan memperhatikan penampilan diri. Berdandan demi suami Anda bukanlah hal yang salah. Senangkan hati pasangan Anda dengan menjadi wanita yang cantik jiwa juga raga.
Sumber Berita : http://id.she.yahoo.com/

Memilih Investasi di Saat Krisis

Krisis di depan mata. Perkiraan Bank Indonesia, imbas tahun depan krisis global akan makin terasa. Apalagi sekarang, sudah US$ 4,7 miliar dana asing ditarik keluar.

Setelah lewat saluran pasar keuangan, krisis biasanya akan masuk lewat saluran sektor riil. Lemahnya daya beli di negara mitra dagang Indonesia membuat ekspor kita mengalami hambatan. Berarti, Indonesia sedang menanti datangnya efek negatif lebih dalam dari krisis yang sedang terjadi di kawasan global.

Bagaimana menyikapinya?
Ada nasihat klasik yang tak ada ruginya jika dijalankan. Yakni, sikapi situasi dengan tenang. Mulailah menghitung langkah apa yang harus dilakukan dengan tepat. Yang terpenting, amankan nilai aset atau uang dalam genggaman sekarang.

Persiapan diawali dengan mulai menghitung nilai uang sekarang (present value) dan nilai uang akan datang (future value), yang sudah menjadi rumus umum. Simulasinya seperti ini:

Asumsikan saat ini ada uang lebih di tabungan sebesar Rp 5.000.000. Katakanlah inflasi tahun depan sama dengan tahun ini yaitu 6 persen (0,06).  Jika tidak diinvestasikan, tahun depan nilai dana tersebut setara dengan nominal uang sekarang dikurangi nilai inflasi. Hasilnya adalah Rp 4.700.000.

Seandainya diinvestasikan, pertama-tama yang harus dihitung adalah nilai uang sekarang yang dipengaruhi oleh suku bunga, atau bahasa lainnya biaya memegang uang. Katakanlah suku bunga yang ditawarkan atau berlaku 10 persen.

Nilai uang sekarang atau yang biasa disebut present value adalah nominal uang sekarang atau Rp 5.000.000 dikalikan dengan 1,1 (1 ditambah suku bunga:  0,1). Hasilnya: Rp 4.454.455. Sedangkan untuk mencari nilai mendatang atau future value, maka present value dikalikan dengan 1,1. Hasilnya, Rp 5.000.000, walaupun secara nominal besarnya lebih dari itu.

Suku bunga hasil simulasi ini (silakan coba-coba) bisa digunakan sebagai patokan dalam memilih instrument investasi. Intinya, suku bunga yang ditawarkan harus lebih dari suku bunga patokan tersebut. Mari lihat sejumlah instrumennya:

Saham
Instrumen yang satu ini biasanya langsung terimbas negatif jika ada krisis. Pada akhir perdagangan periode 2008 ketika krisis keuangan mencapai puncaknya, indeks harga saham gabungan terkoreksi mencapai 51 persen. Seandainya punya nyali bermain di instrumen ini, sebaiknya diperhatikan sektor-sektor yang memiliki daya tahan lumayan kuat.

Saat ini, industri dengan orientasi domestik cukup kokoh dibandingkan industri lainnya. Sebagai contoh, peternakan, bank, asuransi, rumah tangga, dan pertanian. Sehingga, imbas krisisnya kemungkinan kecil dan yang penting cepat pulih. Namun, industri yang berbasis ekspor seperti pertambangan, sangat rentan mengingat rasio ekspornya sangat tinggi.

Surat utang
Instrumen ini juga layak diperhatikan. Biasanya, pemerintah menerbitkan surat utang untuk menutup kebutuhan kas jangka pendek, membiayai defisit anggaran, atau untuk mengelola portofolio utang negara. Agar menarik, suku bunga yang ditawarkan di atas suku bunga yang berlaku. Investasi ini bebas risiko gagal bayar lantaran penerbitnya adalah negara. Pada tahun 2008, di tengah krisis itu, imbal hasil yang ditawarkan rata-rata di atas 10 persen. Lumayan.

Reksadana
Sebegai instrument moneter, senjata ampuh yang digunakan Bank Indonesia untuk menghadapi tekanan adalah suku bunga. Indikator ini perlu diintip karena potensial memberikan keuntungan melalui reksadana yang ditempatkan di pasar uang.

Emas
Secara agregat tahunan, betul emas memberikan nilai lebih. Walau relatif tahan terhadap gejolak, tingkat keuntungannya tak selalu sesuai harapan. Belajar dari tahun 2008 yang agak mirip dengan sekarang, harga emas di pasar internasional yang dilansir Kitco,  pada tahun itu naik 42 persen (patokan harga awal Januari) dibandingkan tahun sebelumnya. Namun kalau beli Desember 2007 dan jual Desember 2008, nilai lebihnya hanya 5 persen, dari USD 829,00 per troy ounce (sekitar 31 gram) jadi USD 869,75.

Dan pada Januari 2009, turun 0,4 persen dibanding periode sama sebelumnya, atau dari USD 923,25 menjadi USD 919,50. Sementara Desember ke Desember naik 25 persen. Karena itu, agar tetap dapat untung maksimal, perhatikan waktu antara membeli dan rencana menjual.

Hal penting lainnya, jangan tempatkan dana pada satu instrumen investasi seperti menyimpan telur dalam satu keranjang. Sekali jatuh, pecah semua. Sebaiknya tempatkan dana pada beberapa instrumen agar aman atau tidak pada satu emiten di bursa saham.

Perlu juga digunakan patokan besaran dana yang diinvestasikan pada satu instrumen. Dengan nilai “X” rupiah yang dipatok untuk belanja investasi, misalnya pada saham, berarti membeli sedikit di saat naik dan membeli banyak di saat turun. Jangan mudah tergiur.

Namun pada akhirnya, putuskan yang nyaman dan aman bagi Anda.

Herry Gunawan jadi wartawan pada 1993 hingga awal 2008. Sempat jadi konsultan untuk kajian risiko berbisnis di Indonesia, kini kegiatannya riset, sekolah, serta menulis.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/blogs/newsroom-blog/

6 Siswa SLB Akan Berlaga di Semarang

SEJUMLAH enam siswi SMP SLB Manunggal Slawi, bakal ikuti pentas dan lomba tari pada Hari Internasional Penyandang Cacat (Hipenca) tingkat Jateng di Semarang. Kegiatan sendiri bakal dilaksanakan pada 13-15 Desember mendatang. Enam siswi diatas merupakan siswi tuna rungu dan wicara. Mereka bakal membawakan jenis tarian asli Kabupaten Tegal yaitu Tari Endel.
Hal itu dikatakan oleh Kabid Rehabilitasi dan Asistensi Sosial Dinsosnakertrans Pemkab Tegal, H Saefudin. Dikatakan dia, enam siswi SLB Manunggal Slawi itu, bakal mewakili Kabupaten Tegal untuk mengikuti pentas dan lomba tari. Dipilihnya SLB Manunggal, karena prestasinya yang sudah tidak diragukan lagi. Disamping itu, kesiapan siswi yang ditunjuk juga dinilai sudah matang dan sesuai harapan.
Disisi lain Kepala Sekolah SLB Manunggal Slawi, Ardana Edi K SPd, membenarkan apa yang dikatakan H Saefudin. Keenam siswi SMP SLB dimaksud yaitu Nina Ayu Suciani, Inayatul Latifah, Apriliani Eka Putri, Amelia Eli Salimah, Ika Novembri Yonata, dan Rizki Diah K. “Kesemuanya siswi SMP SLB tuna rungu dan suara,” ucap Ardana.
Menurut dia, tarian yang bakal ditampilkan adalah tari asli Kabupaten Tegal yaitu Tari Endel. Dipilihnya tarian itu, selain membawa misi daerah juga untuk mengangkat citra daerah. Secara tidak langsung untuk menunjukkan jika Kabupaten Tegal juga memiliki karya seni budaya yang tidak kalah dengan daerah lain.
Adapun persiapan yang dilakukan, dia menuturkan, mulai saat ini keenam siswi itu sudah sangat siap. Namun demikian, agar lebih matang dan tidak mengecewakan, secara rutin dilakukan pelatihan oleh guru pelatih Tari Endel. “Intinya, siswi kami siap untuk pentas dan lomba pada Hipenca medatang di Semarang,” ujarnya. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Bakal Dinas Tanbunhut jadi Ajang Mesum

BAKAL Kantor baru Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan (Tanbunhut) Pemkab Tegal di Jalan A Yani Slawi yang belum selesai dibangun, jadi ajang mesum. Mereka yang memanfaatkan gedung yang terletak di belakang gedung Dinas Pariwisata dan Kebudayaana (Disparbud) itu, adalah siswa sekolah dan juga ciblek pelayan lesehan yang mangkal tidak jauh dari lokasi tersebut.
Kondisi itu dirasa meresahkan warga Kelurahan Kudaile yang tinggal di dekat lingkungan gedung, juga masyarakat lain. Dinas Tanbunhut sendiri akan meminta Satpol PP untuk melakukan pemantauan terhadap gedung tersebut.
Diceritakan Suratmi (55), warga Kelurahan Kudaile yang sering mencari kayu bakar dan rumput di sekitar lokasi gedung itu. Dia  membenarkan jika kondisi gedung yang belum selesai dibangun itu, sering dimanfaatkan oleh siswa dan pelayan lesehan sebagai ajang mesum. Sejumlah siswa sekolah sering melakukan saat sore hari, mereka berpacaran bahkan kadang berbuat lebih jauh. “Kalau  pelayan lesehan bisanya melakukan pada malam hari,” kata Suratmi.
Begitupun yang dituturkan oleh Imron, mantan penjaga gedung DPC PPP yang letaknya bersebelahan dengan gedung Dinas Tanbunhut tersebut. Menurutnya, hampir setiap hari ada siswa sekolah yang berpacaran di lokasi itu. Begitupun pada malam hari, tidak sedikit pelayan lesehan yang memakai gedung kosong itu sebagai ajang mesum. “Jika kami mengetahui, pasti kami tegur dan kami suruh bubar,” ujarnya.
Disisi lain Kepala Tanbunhut Pemkab Tegal, Ir Karwadi, menyatakan jika pihaknya sudah mensinyalir kondisi tersebut. Namun, pihaknya belum pernah memergoki secara langsung. Menurutnya, selain gedung itu berada agak masuk ke dalam, seringnya para siswa memasuki area itu saat sore hari. Jika malam hari terkait pelayan lesehan, dirinya belum mengetahui.
Sementara menyikapi hal itu, pihaknya bakal meminta bantuan Satpol PP untuk melakukan patroli di sekitar gedung tersebut pada kurun waktu tertentu. Bahkan jika malam hari juga diminta untuk berpatroli agar siswa maupun pelayan lesehan yang akan berbuat mesum terhindarkan.
“Secepatnya kami bakal berkoordinasi dengan Satpol PP. Memang kami belum melihat sendiri tetapi informasi itu sering kami terima,” jelasnya. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Raskin ke 13 Belum Disalurkan

KRAMAT - Beras untuk masyarakat tidak mampu (Raskin), sangat ditunggu oleh warga yang membutuhkan. Termasuk raskin ke-13 yang biasanya disalurkan setiap awal November. Namun sayangnya, raskin tersebut hingga kini belum juga turun.
Menurut Kepala Gudang Bulog Sub Drive Pekalongan 601 Larangan Kramat, Suprapto, penyaluran raskin ke-13 menunggu keputusan dari pusat. Sejauh ini, Bulog dan Pemkab sudah siap untuk menyalurkannya. "Untuk penyaluran raskin ke-13, kami sudah siap kapan saja. Prinsipnya, ada surat resmi dari pusat," terangnya, kemarin.
Dia menjelaskan, untuk alokasi raskin bulan Desember 2011, pihaknya sudah menyalurkan beberapa waktu lalu. Penyaluran tersebut, diutamakan bagi desa yang sudah lunas Harga Pembelian Beras (HPB) nya. Apabila ada desa yang belum terkirim, berarti belum melunasinya. Karena itu, pihaknya meminta kepada koordinator lapangan raskin di setiap kecamatan, untuk mempertegas kepada desa yang belum lunas. Sehingga, raskin yang sudah ditunggu oleh warga yang membutuhkan, cepat terdistribusi. "Kasihan warga yang sudah menunggu kedatangan raskin," kata Suprapto.
Sebelumnya, dia pernah mengatakan, ada empat kecamatan yang selalu menjadi langganan keterlambatan pelunasan raskin. Antara lain, Kecamatan Kramat, Margasari, Warureja, dan Suradadi. Dari empat wilayah tersebut, Kecamatan Warureja yang paling parah. Menurut dia, dari 12 desa yang berada di wilayah Warureja, baru 4 desa yang sudah lunas. Sedangkan kecamatan lainnya, paling banyak 2 - 3 desa yang belum lunas. "Alokasi Desember, mulai disalurkan sejak 3 November silam," tambahnya.
Dia juga mengatakan, sekarang ini ada dua gudang Bulog yang mendistribusikan raskin. Untuk wilayahnya, mencakup 14 kecamatan. Sedangkan Bulog Procot, dialokasikan menyalurkan raskin untuk desa-desa di 4 kecamatan. "Bulog Procot menyalurkan ke Kecamatan Balapulang, Lebaksiu, Pagerbarang, dan Margasari," pungkasnya. (yer)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Rabu, 16 November 2011

Pemkab Belum Siap Terima Proyek Mercusuar

SLAWI - Sejumlah proyek mercusuar yang nilainya mencapai miliaran rupiah, kebanyakan menuai masalah. Kondisi itu sebagai bukti jika Pemkab Tegal belum siap menerima kegiatan yang bersifat sebagai mercusuar daerah. Disamping proyek Perpusda, Masjid Agung, termasuk GOR Indoor yang sebentar lagi bakal digunakan untuk Kejurda tennis meja tingkat Provinsi Jateng, terkesan kurang maksimal pengerjaannya.
 “GOR Indoor, banyak tahapan pengerjaan yang dinilai tidak sesuai harapan. Bahkan terkesan digarap secara asal. Terbukti banyak kerusakan yang harus dibenahi,” kata sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Tegal, Yuswan maulan ST, didampingi sejumlah anggota Komisi III lainnya, saat sidak GOR Indoor, Rabu (16/11).
 Dikatakan Yuswan, bukti belum siapnya Pemkab Tegal dalam menerima proyek mercusuar, tidak hanya pada rekanan penggarap kegiatan, melainkan tingkat pengawasan yang dilakukan oleh instansi terkait. Menurut dirinya, setelah melihat realita dilapangan, pantas jika rekanan penggarap dikenakan black list. Bukan CV atau PT-nya, melainkan pemilik perusahaan yang dikenakan dikenakan black list, agar kedepan dalam mengerjakan setiap kegiatan tidak gegabah dan memalukan.
 Begitupun menurut Wakil Ketua Komisi III, Sahyudin, pengerjaan GOR Indoor, khususnya sebelum tahun 2011, dinilai asal-asalan. Seperti pengecatan dan rusaknya piber pada bagian atas GOR Indoor yang sudah pada rusak. “Ini menunjukkan pelaksanaan kegiatan yang tidak baik. Pantas rekanan bersangkutan di black list. Kami minta agar tanggungan pemeliharaan yang nilainya 5 prosen dari kegiatan di tahan terlebih dahulu,” terangnya.
 Sementara, Kabid Tata Ruang dan Kebersihan DPU Pemkab Tegal, Ir Heri Suhartono MM menyatakan, jika anggaran pemeliharaan sebesar 5 prosen dari nilai kegiatan, sekitar Rp 90 juta, masih berada di BPD dan belum diambil rekanan penggarap. Pihaknya mengakui jika saat ini terjadi kerusakan pada pasangan piber bagian atas, juga kebocoran pada atap GOR Indoor.  “Kami sudah berulang kali mengundang rekanan bersangkutan untuk memperbaiki, namun tidak pernah datang,” ujarnya.
 Untuk itu dirinya bakal melaporkan kepada atasannya, agar uang jaminan pemeliharaan diambil dan dimasukkan ke Kas Daerah Pemkab Tegal. Selanjutnya untuk perbaikan biar dilakukan kegiatan tahun mendatang. Intinya kedepan diserahkan kepada kewenangan DPU selaku leading sektor.
 Sedang terkait keinginan dari Komisi III untuk dilakukan black list, itu bukan kewenangan dirinya, melainkan dinas. Namun demikian, masukan itu bakal disampaikan kepada atasannya. Disisi lain, dirinya berharap kepada Komisi III agar bisa memperjuangkan keinginannya agar kedepan dianggarkan biaya perawatan dan pemeliharaan GOR Indoor.  “Ini yang perlu dipikirkan untuk kelanjutan GOR Indoor kedepan,” ujar Ir Heri.   
 Seperti dijelaskan, pembangunan GOR Indoor ada banyak tahapan dan dimulai dari tahun 2007 pengerjaan Pondasi, 2008 dan 2009 tiang pancang dan kerangka baja atap, Tahun 2010 fisik dinding dan atap. Itu dikerjakan oleh banyak rekanan. Saat ini tengah dkerjakan pasangan lantai dan sebagaian finishing bagian dalam GOR Indoor. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Seminar Kebangsaan GOW dan KNPI

SEKARANG ini semangat kebangsaan yang dimiliki anak-anak bangsa Indoensia telah mengalami krisis. Baik dari anak-anak sendiri sampai ke tingkat orang tua. Hal ini yang menjadikan Gerakan Organisasi Wanit (GOW) kerjasama dengan KNPI Kabupaten Tegal mengadakan Seminar Kebangsaan dalam rangka hari pahlawan dengan tema “Semangat Kebangsaan Membentuk Karakter Bangsa”, Rabu (16/11) di Aula Kantor GOW Kabupaten Tegal.
Seminar kebangsan yang dilakukan sehari tersebut, dihadiri dari berbagai organisasi khususnya perempuan dan beberapa tingkat kecamatan KNPI Kabupaten Tegal, dengan narasumber Penggagas Simphoni Kebangsaan, HM Marsinggih Marnadi yang memberikan materi Semangat Kebangsaan dilihat dari sisi sejarah, dan ketua MUI Kabupaten Tegal, KH Chumaidi ZA SH Mhum dengan materi Ajaran Al Akhlakul Karimah dan upaya memperbaiki perilaku masyarat.
Ketua GOW, Hajjah Nur Hasanah mengatakan, kegiatan seminar seperti ini biasa dilakukan oleh GOW dalam momentum-momentum tertentu. Sekarang ini dalam rangka momentum hari pahlawan. Pengambilan tema tersebut sengaja diambil lantaran saat ini memang karakter bangsa sedang mengalami krisis. Kiranya dengan seminar tersebut dapat menumbuhkan semangat baru bagi masayarakat Tegal untuk menumbuhkembangkan kebangsaan.  “Masyarakat harus memiliki semangat kebangsaan dan tidak hanya dimiliki indiviudalistik tapi masyarakat. Banyak juga seorang doktor atau TKI yang bekerja di luar negeri dan mereka lebih memilih kesana daripada harus membangun negerinya sendiri. Ini salah satu bukti semangat kebangsaan yang dimilikinya kurang karena lebih memilih materi,” katanya.
Kegiatan seperti ini, lanjut Hajjah Nur Hasanah, ingin membangkitkan kembali jatidiri yang dimiliki bangsa ini serta menjaga jatidiri atau karakter, agar tidak dihina oleh bangsa lain.
Wakil Ketua KNPI Kabupaten Tegal, Imam Maskur, sebelum membuka seminar banyak menyampaikan pokok-pokok pikiran membangun karakter bangsa. “Sudah saatnya generasi muda saat ini memantapkan dan mengaktualisasikan kembali nilai-nilai pacasila, untuk memandu jalanya kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dan memecahkan berbagai permasalahannya,” tegasnya.
Saat seminar, H Marsinggih Marnadi, mengawali materinya dengan menjelaskan persoalan karakter bangsa, atau jatidiri yang dirasakan sejak reformasi justru tidak ada bunyi-bunyian pancasila dan ini membuktikan pacasila sudah dimarginalkan. Ciri Jatidiri itu, lanjut Marsinggih, unsur-unsur pembentukannya ada empat macam, yakni sejarah mulai dari jaman Sriwijaya dan Majapahit, kebudayaan bangsa yang lebih dikenal dengan bangsa yang ramah, santun dan lainnya. Ketiga, suku bangsa yang kurang lebih ada 300 suku, dan ke empat agama yang tidak hanya satu agama (Beragam).
Diakhir materinya, ia menyampaikan bahwa pendidikan kebangsaan harus dilakukan sejak dini. Minimal setiap hari seorang siswa itu harus diberi pemahaman terhadap kebangsaan, seperti yang ada di Singapura, bahwa setiap pagi mereka memberi hormat kepada bendera. Sementara di Indoensia satu minggu satu kali saja jarang dilakukan. “Kebangsaan itu abstrak, yaitu keteladanan,” katanya.
Sementara, KH Chumaidi ZA, menjelaskan bahwa saat ini terasa adanya perubahan perilaku sebagian bangsa Indonesia dari bangsa yang dikenal gemar bergotongroyong menjadi egois dan individualis, dari ramah menjadi arogan. Karenanya, tibalah saatnya kembali kepada tuntunan agama tentang akhlakuk karimah. “Semua harus dilakukan yang dimulai dari diri kita sendiri,” ungkapnya. (fatur)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/