Minggu, 04 Desember 2011

Darah Kental Perlu Diwaspadai

DARAH kental atau hiperkoagulasi adalah keadaan di mana terdapat kecenderungan terbentuknya gumpalan bekuan darah atau trombus di dalam pembuluh darah, bila trombus menyumbat aliran darah baik di pembuluh darah nadi (arteri) ataupun pembuluh darah balik (vena) disebut trombosis. Trombus yang terlepas dan terbawa di dalam
sirkulasi darah disebut embolus.
Trombosis yang terjadi di otak dapat menimbulkan gejala stroke, bila terjadi di mata dapat menyebabkan penglihatan yang tiba-tiba berkurang atau menghilang, dan bila terjadi di jantung dapat menyebabkan serangan jantung akut dan menimbulkan kematian mendadak.
Pengaruh
Kondisi darah yang cenderung mengental dapat mengganggu sirkulasi dan akan menimbulkan gejala yang cukup luas. Gejala yang terjadi dikenal sebagai sindrom hiperviskositas seperti nyeri kepala ataupun migrain yang sukar terkendali, keluhan vertigo, penglihatan kabur, telinga berdenging dan perasaan kebas di tungkai bawah seperti perasaan darah tidak mengalir. Apabila darah kental ini tidak dikelola dengan baik maka akan terbentuk gumpalan darah (trombus) dan bila menyumbat di dalam pembuluh darah akan memberikan gejala yang lebih serius dan berat seperti Stroke, Infark Miokard (serangan jantung), trombosis di pembuluh darah mata, telinga, daerah perut juga di plasenta (ari-ari) pada wanita hamil dan tungkai bawah.
Semua organ tubuh dapat terkena dan akan menunjukkan gejala sesuai dengan organ yang bersangkutan. Kurangnya pasokan oksigen ke otak akibat pengentalan darah dapat menyebabkan gangguan keseimbangan, sering mengalami serangan migrain, atau sakit kepala, juga merasa limbung ketika berjalan. Gejala yang lain seperti vertigo, kejang, daya ingat menurun dapat terjadi.
Pada mata dapat mengakibatkan pandangan ganda (melihat dobel), pada telinga bisa menyebabkan tuli mendadak. Pada jantung bisa terjadi serangan jantung disertai terbentuknya gumpalan darah di serambi atas jantung, pada paru-paru bisa terjadi sesak napas yang terjadi tiba - tiba disertai nyeri dada akibat adanya gumpalan yang menyumbat pembuluh darah paru (emboli paru) yang mengakibatkan kematian mendadak.
Beberapa variasi dari keluhan dan gejala penderita darah kental yang datang konsultasi ke dokter dapat kita lihat pada contoh pasien berikut ini:
1. Seorang pria berusia 25 tahun datang ke dokter dengan keluhan tiba-tiba mengalami vertigo dan daya ingatnya menurun, saat terjadinya keluhan mendadak serta tiba-tiba kaki dan tangan terasa lemah dan tidak mampu digerakkan. Rasa lemah tersebut kemudian membaik dalam waktu kira-kira 1 jam. Diceritakan bahwa saudara laki-lakinya yang tertua mengalami stroke pada usia 30 tahun. Pada pemeriksaan tidak dijumpai tekanan darah tinggi, tidak ada kencing manis maupun peningkatan kolesterol dan trigliserid. Pemeriksaan CT Scan otak menunjukkan hasil normal. Penelusuran terhadap kemungkinan adanya penyakit herediter dijumpai adanya defisiensi Protein C dan S.
Kejadian yang dialami oleh pria tersebut adalah gejala stroke ringan yang kadang-kadang disebut sebagai Transient Ischaemic Attack (TIA) atau serangan iskhemik selintas yang dapat mengalami perbaikan dalam waktu kurang dari 24 jam.
Penderita diberikan obat anti trombosit dan anti koagulasi (anti bekuan darah) dan juga penjelasan yang baik mengenai penyakitnya sehingga memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi untuk minum obat secara teratur serta kontrol kepada dokter sesuai jadwal yang dianjurkan, sehingga pasien terhindar dari serangan stroke. Pada umumnya darah kental yang bersifat herediter sering terjadi trombus pada usia muda dan sering mengalami serangan ulang (relaps) serta riwayat keluarga positif. Dibutuhkan penjelasan penyakit secara baik kepada keluarga pasien, sehingga anggota keluarga yang lain dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium apakah juga mengidap kelainan yang sama.
2. Seorang wanita berusia 45 tahun datang ke dokter dengan keluhan tungkai bawah kanan bengkak sejak 3 hari sebelumnya. Disampaikan bahwa 2 tahun yang lalu wanita tersebut menjalani operasi payudara kanan dan didiagnosis sebagai kanker serta sudah menjalani program kemoterapi lengkap. Pada pemeriksaan tungkai bawah kanan tampak bengkak, nyeri bila digerakkan dan tidak ada tanda infeksi. Hasil pemeriksaan sonografi Doppler vaskular didapatkan trombus pada vena poplitea kanan. Pasien ini menderita Deep Vein Thrombosis (DVT) dengan penyakit yang mendasari adalah kanker payudara. Pada penderita kanker terutama yang berasal dari kelenjar (adenocarcinoma) seperti pada payudara, pankreas, indung telur (ovarium) maupun prostat, sel-sel kanker akan memproduksi zat mucin yang membuat darah penderita kanker menjadi lebih kental dan cenderung terjadi gumpalan (trombus).
Pengobatan yang diberikan adalah antikoagulan peroral maupun parenteral (injeksi) dan memberikan hasil yang menggembirakan.
3. Seorang wanita (ibu) datang ke dokter dengan cerita bahwa dia sedang mengalami kehamilan yang ke - 3 dalam usia 4 minggu. Disampaikan juga oleh ibu tersebut bahwa pada kehamilannya yang pertama saat berusia 10 minggu terjadi perdarahan dan dikatakan oleh dokter terjadi keguguran (abortus) dan dilakukan kuret. Hal yang sama juga terjadi pada kehamilan yang kedua pada usia kehamilan 12 minggu. Setelah istirahat selama 2 tahun maka ibu tersebut mencoba untuk hamil lagi dan bertanya kepada dokter apakah ada penyakit yang membuat seorang ibu sering mengalami keguguran?
Sesudah dilakukan pemeriksaan terhadap adanya infeksi atau kelainan kromosom yang menyebabkan terjadi abortus berulang dengan hasil negatif, maka dilakukan pemeriksaan apakah ada kemungkinan ibu tersebut menderita darah kental karena penyakit Sindrom Antifosfolipid?
Pemeriksaan untuk memastikan Sindrom Antifosfolipid adalah pemeriksaan Anticardiolipin Antibody (ACA) ataupun Antibodi anti ɿ2-GP1 (glikoprotein-1) dan memberi hasil yang positif dalam dua kali pemeriksaan dengan rentang waktu 6 minggu.
Ibu ini diberi pengobatan dengan pengencer darah (aspirin) dan antikoagulan (heparin) selama kehamilan dan pasca persalinan. Anak lahir dalam keadaan sehat demikian juga ibunya.
Pencegahan
Kisah yang terjadi pada ketiga pasien yang diceritakan di atas adalah keadaan darah kental dengan penyakit yang mendasarinya dan gejala yang ditimbulkan adalah akibat terbentuknya trombosis pada organ tubuh tertentu. Khusus pada penderita sindroma Antifosfolipid dijumpai trombosis pada pembuluh darah nadi (arteri) plasenta (ari-ari) akibatnya janin tidak cukup mendapat makanan yang berdampak janin mengalami gangguan pertumbuhan (abortus) ataupun lahir prematur.
Di dalam majalah Garuda yang terdapat di dalam pesawat Garuda, kita dapat membaca sebuah artikel mengenai Deep Vein Thrombosis yang menyampaikan bahwa kejadian ini dikenal dengan istilah Economy Class Syndrome. Siapapun yang duduk tanpa bergerak untuk jangka waktu yang lama akan mengalami stagnasi dalam peredaran cairan tubuh. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya pembekuan darah pada bagian bawah kaki Anda.
Bila betis dan kaki  tidak digerakkan, pembekuan darah dapat berkembang sedemikian rupa sehingga menyebabkan kondisi yang serius. Oleh karena itu dianjurkan melakukan senam aerobik sesuai anjuran (ada gambarnya) dan minumlah air yang banyak serta bergeraklah berkali-]kali di kabin pesawat bila memang memungkinkan .
Pengobatan darah kental bertujuan untuk mencegah terjadinya trombus oleh karena itu diperlukan ketaatan penderita mengikuti pola pengobatan jangka panjang atau mungkin seumur hidup. Salah satu obat antitrombosit yang sederhana dan harganya murah adalah acetosal (aspirin) yang dalam dosis kecil sebesar 100 mg setiap hari dapat mencegah timbulnya trombus.
Pemakaian obat antikoagulan memerlukan monitoring laboratorium karena pemberian yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan penyulit berupa perdarahan.
Pengobatan dengan antitrombotik untuk mencegah terjadinya trombosis seperti Aspirin maupun antikoagulan seperti warfarin dan heparin memberikan hasil yang memadai dan pemeriksaan laboratorium maupun penunjang yang lain untuk memastikan diagnosis trombosis akibat darah kental sudah dapat dilakukan di laboratorium dan rumah sakit yang ada di Semarang. (11)

– Dr. Mika Lumban Tobing, SpPD, K-HOM, FINASIM, Dokter Ahli Penyakit Dalam, Konsultan Hematologi-Onkologi Medik, staf pengajar pada Bagian Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/11/23/167445/

Lidah Mertua Sedot Polusi Udara

TANAMAN hias ini dikenal dengan nama Lidah Mertua, tapi jangan dibayangkan bahwa para mertua memiliki lidah setajam dan sepanjang ini. Sebab, bila lidah mertua beneran sepanjang itu,  maka para menantu perempuan berhati-hatilah dalam berucap.

Walaupun memiliki rupa dan nama yang menyeramkan bagi menantu, namun tanaman ini memiliki manfaat yang luar biasa penting bagi kehidupan kita.  Lidah mertua (Sansevieria trifasciata) banyak digemari oleh penggemar tanaman hias. Selain memiliki pesona tinggi, lidah mertua yang berdaun meruncing ini mempunyai kemampuan menyedot polusi sehingga sangat cocok diletakkan di sudut dapur atau kamar mandi untuk meredam bau.

 Lidah mertua sering juga diletakkan di dalam rumah dan seminggu sekali dikeluarkan karena tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi dengan sedikit air dan cahaya matahari. Lidah mertua juga ditanam sebagai tanaman penghias depan rumah dan kantor sekaligus sebagai tanaman pagar.

Si tajam ini memiliki daun yang tebal dan banyak mengandung air (sukulen). Oleh karena itu, dalam kondisi lembap maupun kering, tanaman ini cukup tahan banting dan tetap subur itulah keunggulannya. Bahkan tak disiram beberapa hari pun tetap bertahan hidup.

Bahan Polutan

Berbagai jenis zat berbahaya kini tidak hanya berada di lingkungan pabrik kimia, jalan raya, atau tempat pembuangan sampah, tetapi sudah berada juga di dalam rumah. Setiap rumah modern kini diisi berbagai perabotan yang mengandung senyawa berbahaya.

 Karpet, kayu yang terbuat dari partikel, furniture yang difinishing menggunakan varnish, cat tembok, lem, cairan tinta komputer, serta berbagai bahan yang digunakan di dapur seperti cairan pembersih, detergen, bahkan berbagai produk yang digunakan untuk kecantikan tidak lepas dari bahan-bahan kimia. Belum lagi asap kendaraan di sekitar rumah, asap rokok, bensin, dan minyak mentah.

Setiap saat kita menghirup berbagai bahan polutan, yang secara umum terdiri atas benzena, formaldehida, serta trikloroetilen. Bahan-bahan inilah yang terdapat di sekitar kita, yang diyakini dapat mengakibatkan berbagai keluhan penyakit seperti iritasi mata, gangguan penglihatan, alergi kulit, kelelahan, mual, jantung berdebar-debar, serta melemahnya daya ingat.

 Dalam jangka panjang, apabila menghirup bahan-bahan tersebut secara terus menerus, dapat mengakibatkan kerusakan hati, ginjal, serta berbagai jenis penyakit kanker, leukimia, dan lain-lain.

Sedot Polusi

Oleh karena itu, perlu adanya tumbuhan yang bermanfaat sebagai penyedot polutan alami, salah satunya ya Lidah Mertua ini.

Menurut penelitian Lembaga Antariksa Nasional Amerika Serikat, NASA, Lidah Mertua mampu menyerap lebih dari 107 unsur polutan yang ada dan berbahaya di udara. Kemampuan menyerap zat polutan itu, karena Sansevieria memiliki bahan aktif Pregnane Glikosid, yang berfungsi untuk mereduksi polutan menjadi asam organik, gula dan asam amino, dengan demikian unsur polutan tersebut menjadi tidak berbahaya lagi bagi manusia. Sansevieria juga menjadi objek penelitian tanaman penyaring udara NASA untuk membersihkan udara di stasiun ruang angkasa. Sementara menurut Wolfereton Environmental Service, satu helai lidah mertua dalam satu jam bisa menyerap 0.938 ?g polutan.

Sansevieria bisa menangani sick building syndrome, yaitu keadaan ruangan yang tidak sehat akibat tingginya konsentrasi gas korbondioksida, nikotin dari rokok, dan penggunaan AC. Studi dari Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya Malang menyatakan bahwa lima helai daun Lidah Mertua dewasa bisa menetralisir udara dalam ruang berukuran 5¹5x4 m alias 100 m3.

Selain itu, Sansevieria yang dipotong-potong 5 cm dan ditempatkan di dalam kulkas dapat menghilangkan aroma tidak sedap. Dalam lingkungan industri potongan daun ini disebarkan di ruang-ruang produksi industri untuk mereduksi senyawa beracun yang terhirup oleh pekerja.
Lebih lanjut, tanaman yang juga bernama Old Century Plant, dapat mereduksi radiasi gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan oleh komputer dan televisi. Maka baik juga jika tanaman ini ditaruh di samping komputer atau televisi.

Cara Sedot

Tak hanya vacuum cleaner yang memiliki kemampuan menyedot debu. Lidah Mertua pun memiliki kemampuan untuk menyedot debu dan gas polutan. Saat tanaman bernapas, akan menyerap polutan seperti karbon dioksida dan gas beracun lainnya.

Lidah mertua menggunakan stomata sebagai vacuum cleanernya untuk menyedot polutan atau gas beracun dan akan memasuki sistem metabolisme dalam tubuh tanaman.

Polutan yang telah diserap kemudian dikirim ke akar, pada bagian akar, mikroba melakukan proses detoksifikasi. Melalui proses ini, mikroba akan menghasilkan suatu zat yang diperlukan oleh tanaman. Dalam proses pernapasan tersebut dihasilkan gas yang bermanfaat bagi manusia yaitu berupa oksigen. Proses ini berlangsung terus menerus selala tanaman masih hidup.

Karena Lidah Mertua mempunyai jalur metabolisme CAM (Crasulaceaen Acid Metabolism), yaitu di malam hari penyerapan oksigen hanya sedikit sehingga tidak akan mengganggu proses pernafasan manusia.
Dengan manfaat yang dimiliki Lidah Mertua maka, untuk warga kota besar yang sudah lama memiliki persoalan dengan polusi udara, sangat disarankan untuk menanam tanaman hias ini.

Bayangkan saja, satu helai tanaman Lidah Mertua, bisa menyerap 0.938 ?g per jam Formaldehid. Bandingkan jika setiap rumah memiliki tiga tanaman saja, bisa dibayangkan berapa banyak zat polutan yang diserap dan tentu saja lingkungan kita menjadi bersih dari zat polutan. Paling tidak, dengan menanam tanaman ini, di halaman rumah kita telah memberi kontribusi untuk mengurangi tingkat pencemaran udara di tanah air kita Indonesia.(12)

-- Dece Elizabeth Sahertian &Martanto Martosupono, Penerima Beasiswa Unggulan Kemendiknas & dosen Pascasarjana Biologi UKSW
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/12/02/168464/

Tak Selamanya Tertawa Menyehatkan Bagi Penderita Chiari Bisa Mematikan

REPUBLIKA.CO.ID, SOUTHAMPTON - Carolyn Gibbons (23 tahun) menderita sakit yang cukup langka. Sejak bulan Maret lahun lalu, ia mengalami malformasi otak. Guru muda ini mengalami gangguan neurologis. Dokter memperingatkan ia bisa mati jika tertawa terlalu keras. Tertawa dengan keras bisa mendorong otaknya keluar dari tengkorak.
Ia divonis mengalami kondisi yang disebut Chiari malformasi, yang berarti bagian bawah otaknya terlalu besar. Hal ini dapat memblokir aliran cairan ke kepalanya melalui kanal tulang belakang. Gerakan tubuh yang menghentak seperti tertawa dapat meningkatkan resiko kematian mendadak.
Carolyn awalnya berpikir kondisi yang dialaminya tak terlalu berbahaya. "Saya pikir obat bisa mengendalikan sakit saya. Tapi gejala yang semakin buruk membuat saya sadar ternyata otak saya lebih besar dari tengkorak," ujar dia.
Ia tak bisa berlaku seperti orang normal. Tiap gerakan mencolok yang ia lakukan dapat menyebabkan rasa sakit yang mengerikan dan dapat menyebabkan otak terdorong keluar dari tengkorak, dan  herniate masuk ke dalam tulang belakang.
Ia baru menyadari kondisi yang dialaminya saat ia pingsan dari sekolah, akhir Maret lalu. Ia mengalami sakit kepala yang luar biasa. Setelah diperiksa melalui scan otak, barulah ia tahu ada bagian tertentu dari otaknya yang memiliki ukuran tidak wajar. Untuk mengontrol rasa sakit, ia harus meminum 50 pil sehari.
Pekerjaannya sebagai guru terpaksa harus ia tinggalkan agar kondisinya tidak memburuk. Carolyn akhirnya menjalani operasi pada 29 Juli. Ahli bedah 'membuang' sedikit bagian dari tulang belakang dan tengkorak seluas 2,5 cm persegi untuk membuat ruang lebih untuk ukuran otaknya.
Akibat operasi itu, ia kini mengalami alergi medis terhadap bagian yang digunakan untuk menutup lubang di tengkoraknya. Dia sekarang menderita insomnia ekstrim. Ia bisa tidak tidur selama 60 jam. Sebuah kantung cairan juga masih tersisa di tulang punggungnya. Ia memerlukan operasi lain untuk mengeringkan cairan tersebut agar hidup normal. "Saya hanya berharap ada operasi lain sehingga saya bisa tertawa tanpa ada resiko kematian," ujar dia. Yang dialami oleh Carolyn adalah kasus langka. Terjadi dengan perbandingan satu dari 1.000 orang.
Sumber Berita : http://id.she.yahoo.com/

Kisah Pedih Odha Yang Harus Tinggal Di Kandang

TRIBUNNEWS.COM - "Ada ODHA (orang dengan HIV/ AIDS) disuruh tinggal di kandang babi. Keluarganya tidak ingin ODHA tinggal dalam rumah. Setelah diberi pengertian kepada keluarganya, perlakuan pun tidak berubah.  Sudah tinggal di dalam rumah, disekat terpisah lagi."
Kisah ini dituturkan Kepala Care  Support and Treatment (CST) RSUD Ruteng, dr. Aldriana Yusran, pada forum sosialisasi HIV/AIDS (human immunodeficiency virus/acquired immuno deficiency syndrome)  di Gedung Cipta Ria Ruteng, Kamis (1/12/2011).
Sosialisasi ini terkait Hari AIDS Sedunia. Pengalaman itu ia ungkapkan tatkala mengadvokasi  para penderita  HIV/AIDS di daerah itu. Dikatakannya, perlakuan itu terus berlanjut sampai ke tempat kerja. Seorang  yang diketahui mengidap HIV, dikeluarkan dari tempat kerjanya.
Cerita lainnya, ada penderita berpendidikan S-1, D-3, ada tukang dan ada yang  punya mesin cainsaw, namun siapa yang  mau terima mereka kerja. Ada yang dipecat, ada juga menenun tapi hasil tenunan tidak dibeli orang.
Ada juga  orang  yang pandai memasak, sering diundang dalam berbagai kegiatan, namun setelah ketahuan mengidap HIV/AIDS,  tenaga orang itu tidak dipakai lagi.
Ada juga penderita  yang hidup sendirian. Selama itu kebutuhan air diperoleh dari rumah tetangga. Ketika diketahui bahwa dirinya menderita HIV, sejak itu pula ia dilarang  mengambil air dari  rumah tetangga. Padahal airnya ditarik menggunakan slang.
"Ketika saya datangi rumah  penderita,  kami ngobrol di  depan  rumahnya. Warga lain yang menemukannya menghindar. Perlakuan ini membuat penderita frustasi. Mereka selalu katakan untuk apalagi hidup. Namun saya kuatkan mereka. Kita hidup bukan dari apa kata orang. Yang tentukan mati dan hidup manusia hanya Tuhan," tutur Aldriana.
Ketika ada penderita HIV/AIDS jatuh sakit, lanjut Aldriana, mereka  tidak  mendapat perhatian yang semestinya dari  keluarga. Saat itu, ia mengajak sesama ODHA membantu merawat, entah di rumah sakit atau di keluarga.
Aldriana mengatakan, pendampingan terhadap ODHA  telah membangkitkan rasa percaya diri ODHA. Beberapa ODHA mulai berani tampil ke publik, memberikan sosialisasi HIV/AIDS.
"Dukungan keluarga sangat dibutuhkan. Saya hanya sebatas membantunya saja untuk membangkitkan rasa percaya diri ODHA. Saya terus mendorong mereka  untuk tampil di publik. Mereka juga manusia dan bisa kembali ke keluarga dan masyarakat," tutur Aldriana.
Sumber Berita : http://id.she.yahoo.com/

Seniman Pasir Dunia Unjuk Kebolehan Di Sentul

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 22 seniman ahli pasir dari negara-negara di dunia menghadiri 1st Indonesia Sand Sculptures Festival (ISSF) atau Festival Patung Pasir yang pertama. Festival bakal digelar selama sebulan lebih  yaitu dari 18 Desember hingga 28 Janauari 2012.
Festival berskala internasional ini akan digelar di Sentul City, Bogor dan diselenggarakan oleh  Winmark Mendawai Indonesia dan World Sand Sculpting Academy (WSSA) bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI serta Sentul City menyelenggarakan untuk pertama kalinya festival patung pasir di Indonesia.
Ke-22 perupa pasir ahli tersebut berasal dari 11 negara, yaitu; Amerika, Inggris, Ukraina, Belanda, Itali, Mexico, Spanyol, Belgia, Republik Chec, Singapura dan Jepang.
"Para seniman memerlukan waktu dua minggu dalam proses konstruksi serta 2.400 ton pasir pilihan yang didatangkan dari Cilegon," kata Gita Aryanti, Direktur Winmark Mendawai Indonesia sekaligus penyelenggara festival dalam rilisnya.
IISF  akan menjadi ajang wisata yang menarik minat tidak hanya wisatawan domestik namun juga mancanegara.
Direktur MICE, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Berman Lubis  mengatakan, mengatakan pameran patung pasir pertama di Indonesia dan terbesar se-Asia Tenggara. "Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sarana komunikasi dan informasi promosi obyek wisata bagi peserta serta tentu saja meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia,” ujarnya.
IISF  edisi perdana  yang berdiri diatas lahan seluas 30.000m2, terdapat dua tenda besar utama seukuran masing-masing 800m2 untuk eksibisi lebihdari 40 karya pahatan patung pasir terbaik dalam bentuk antara lain; bagian dari bangunan Candi Borobudur, Prambanan, Rumah Gadang, Barong, Komodo, Badak Bercula Satu, Wayang, Taj Mahal, Big Ben, Piramid dan Pharos.
Festival akan berlangsung sejak 18 Desember 2011 – 28 Januari 2012, setiap hari dari jam 11 pagi hingga jam 7 malam dengan harga tanda masuk Rp. 50.000,- untuk hari biasa dan Rp. 75.000 untuk hari Sabtu, Minggu dan libur.
Sumber Berita : http://id.she.yahoo.com/

Kekuatan Menyembuhkan Diri Sendiri

Setiap manusia memiliki kekuatan untuk menyembuhkan diri dari berbagai penyakit, termasuk yang ganas seperti kanker. Namun tak semua orang menyadari potensi itu.

Untuk itu seorang terapis bernama Darmawan B. Sulaeman menerapkan sebuah metode penyembuhan dengan mendorong seseorang menyembuhkan diri sendiri.

"Saya lebih suka menyebut metode ini sebagai pemberdayaan setiap orang. Saya membimbing mereka untuk mengaktifkan hati [perasaan] sehingga dapat menyembuhkan diri mereka sendiri. Hati mereka kemudian akan mendorong seluruh fungsi tubuh sehingga menyembuhkan segala penyakit yang ada," kata Darmawan kepada Yahoo! Indonesia.

Menurut Darmawan, metode yang disebutnya self healing ini bisa berlangsung sangat tepat. Bukan bulanan atau harian, namun hanya dalam hitungan jam. Darmawan juga berpengalaman menyembuhkan penyakit kanker, darah tinggi, juga diabetes.

"Biasanya proses penyembuhannya seminggu, dua minggu untuk penyakit berat. Dan semuanya tanpa obat."

Menurut Darmawan, metode yang digunakan lebih mengarah pada sugesti di bawah alam sadar, sehingga pasiennya sadar akan kekuatannya sendiri. "Tak hanya penyakit fisik, penyakit keturunan juga bisa disembuhkan. ‘Self healing’ memungkinkan seseorang mengubah struktur DNA-nya. Misalnya diabetes turunan, sangat mungkin dihilangkan," ujar Darmawan lagi.

Pengalaman Darmawan dalam bidang ini tidak sebentar. Ia telah tahunan lalu-lalang mendalami meditasi, yang kemudian dikombinasikan dengan berbagai ilmu.

Kini selain membuka klinik pengobatan alternatif pribadi, Darmawan juga aktif sebagai pembicara di acara-acara seminar pengobatan alternatif. Ingin mengetahui metode penyembuhan Darmawan? Silakan kunjungi Festival Namaste 2,3,4 Desember 2011 mendatang
Sumber Berita : http://id.she.yahoo.com/

Jumat, 02 Desember 2011

Wali Kota Bandung : Jupe Naik Panggung Bahaya Bagi Anak Muda

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG- Wali Kota Bandung, Dada Rosada sebelumnya melarang artis Julia Perez naik panggungndimkota parahyangan itu. Apa sebabnya?
Menurut Dada, penonton yang datang menyaksikan Jupe berasal dari beragam umur. Tak hanya dewasa tapi ada juga remaja bahkan anak-anak.
"Kalau suami yang punya istri menonton, kan ada pengendalian.  Tetapi bahayanya kalau anak muda yang belum punya istri menonton, kan tidak ada pengendalian, itu yang berbahaya," katanya, Kamis.
Menurutnya, Pemerintah Kota sudah memberikan syarat bila Jupe ingin tetap manggung di kotanya tersebut. "Syaratnya, ya tadi, tidak boleh memakai pakaian seronok dan tidak boleh memakai pakaian sensual atau yang menggoda kaum pria," ujarnya.
Meski demikian, Dada sudah meminta pihak Kepolisian untuk mengendalikan acara yang akan digelar akhir pekan ini dan Dada menginstruksikan bila Jupe tidak sesuai syarat kemudian menimbulkan permasalahan maka acara harus dibubarkan. "Kepolisian akan ada disitu, jika dia tampil seronok Polisi akan membubarkannya," tegas Dada.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/