Jumat, 16 Maret 2012

Kenaikan BBBM Tidak Banyak Pengaruhi Industri

Jakarta (ANTARA) - Rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai 1 April 2012 tidak akan banyak berpengaruh pada dunia industri, khususnya untuk industri makanan dan minuman.
"Kenaikan harga BBM tidak akan banyak berpengaruh, mungkin hanya berkisar tiga persen untuk distribusi, karena untuk industri telah menggunakan harga internasional sejak November 2011 lalu," kata Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Franky Sibarani saat dihubungi ANTARA, Jumat.
Ia mengatakan, terpengaruhnya industri makanan dan minuman akibat dari kenaikan harga BBM itu hanya pada sisi transportasi atau biaya distribusi, namun apabila ada kenaikan harga yang cukup tinggi itu dikarenakan faktor yang lain.
Franky menambahkan bahwa untuk naiknya harga makanan dan minuman tidak bisa diakibatkan oleh satu faktor saja, namun pasti ada beberapa faktor yang menjadi pemicu kenaikan harga-harga tersebut.
"Kalau ada kenaikan, bukan akibat dari naiknya harga BBM bersubsidi, namun akibat dari harga kemasan naik akibat harga minyak dunia yang juga naik, atau harga gula serta faktor-faktor lain," tambah Franky.
Menanggapi tentang dibatalkannya kenaikan tarif dasar listrik (TDL), Franky mengatakan bahwa akhirnya pemerintah telah membuat keputusan yang lebih baik dengan menunda untuk menaikkan TDL pada bulan Mei 2012 menjadi tahun 2013.
"Untuk TDL, akhirnya pemerintah lebih realistis karena bagi para pengusaha baru saja ada kenaikan upah minimum dan saat ini sedang dalam masa penyesuaian," tambah Franky.
Pemerintah sebelumnya merencanakan untuk menaikkan TDL sebesar 10 persen secara bertahap setiap tiga bulan pada 2012, namun, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik, pada Kamis (15/3) menyatakan bahwa kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) tidak diberlakukan tahun ini dan ditunda hingga awal 2013.
"Kami bisa merasakan getaran rakyat. Jadi, kalau bisa kami tunda, akan kami tunda dulu. Kemungkinan awal tahun depan baru bisa dilaksanakan," kata Jero sebelum menghadiri rapat kerja dengan Komisi VII di Gedung DPR di Jakarta.
Menurut dia, penundaan rencana kenaikan TDL tersebut mengacu pada perkembangan situasi gejolak masyarakat terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada April 2012.
"Kalau masyarakat bisa menerima kenaikan harga BBM, barulah pemerintah akan kembali menentukan rencana kenikan TDL," katanya.
Menteri menambahkan akan adanya kemungkinan TDL tidak jadi naik, sehingga subsidi listrik bisa meningkat sebesar Rp4,6 triliun. (tp)
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/kenaikan-bbm-tidak-banyak-pengaruhi-industri-092232057.html

0 komentar:

Posting Komentar