Selasa, 15 November 2011

Partai Dorong Praktik Korup

JAKARTA - Gaya hidup bermewah-mewah yang ditunjukkan anggota DPR tak lepas dari pengaruh partai politik tempatnya bernaung. Kebijakan partai yang menuntut kader memberikan setoran mendorong anggota parlemen menyelewengkan uang rakyat.
Menurut pengamat politik Ray Rangkuti, upaya itu sudah dimulai sejak proses penyusunan anggaran di DPR. ”Para politikus saat ini sudah tak bisa dipercaya. Sebagian besar dari mereka berkarakter  korup,” kata direktur eksekutif LSM Lingkar Madani Indonesia (Lima) itu, Selasa (15/11).
Dia menuding ada kebijakan dari masing-masing partai agar anggota DPR bisa menghidupi partainya dengan berbagai cara.
”Darimana kekayaan para politikus itu? Jika dihitung dengan gaji saja tentu mereka tidak bisa kaya dengan cepat seperti sekarang,” imbuh Ray Rangkuti.
Ray bahkan menyamakan praktik ini dengan cerita si babi ngepet. Politikus diibaratkan sebagai babi ngepet, pesugihannya adalah parpol. Adapun uang diraup dari APBN atau APBD.
Mereka diwajibkan mencari uang demi menghidupi diri dan partai. Tak mengherankan jika seorang wakil rakyat kaya mendadak dan memiliki harta berlimpah.
Punya mobil mewah, rumah, dan apartemen megah serta deposito di berbagai bank. Jika tertangkap, langsung dilindungi petinggi partai. ‘’Begitulah kondisi politikus saat ini yang dengan cepat bisa kaya-raya. Padahal rakyat miskin bertambah miskin,’’ sesal dia.
Terpisah, Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddik mengungkapkan, besaran gaji yang diterima setiap bulan belum tentu dianggap mencukupi oleh masing-masing wakil rakyat. Mereka memiliki kewajiban untuk ikut membiayai aktivitas partai melalui setoran yang harus diserahkan rutin.
Berdasarkan informasi dari Sekretariat Jenderal DPR, total gaji yang dibawa pulang oleh wakil rakyat yang merangkap ketua alat kelengkapan Dewan sebesar Rp 54.907.200. Anggota DPR yang merangkap wakil ketua alat kelengkapan Dewan Rp 53.647.200, sedangkan yang merangkap anggota alat kelengkapan Dewan Rp 51.567.200.
”Anggota DPR ikut membiaya program partai. Karena itu, tak sedikit anggota Dewan yang merasa gaji mereka tidak mencukupi. Akibatnya, mereka berinisiatif mencari sumber pendanaan alternatif lain,” ungkap Mahfudz.
Dia enggan menyebutkan apa yang dimaksud dengan sumber pendanaan alternatif. Mahfudz menambahkan, saat anggota DPR dihadapkan pada situasi tersebut, ada inisiatif dari pihak luar parlemen yang memanfaatkan.
”Pada saat yang sama ada inisiatif dari luar, seperti fit and proper test yang diduga terindikasi gratifikasi. Biasanya untuk pemilihan yang memiliki jabatan-jabatan penting,” tutur dia.
Ketua DPR Marzuki Alie menyatakan, wakil rakyat yang mempunyai gaya hidup mewah dan berperilaku hedon hanya segelintir. Di parlemen, mereka bukan mayoritas.
”Tidak banyak, nggak sampai lima persen. Itu pun kami imbau agar perilaku itu diubah karena mereka wakil rakyat. Jadi harus berempati,” tutur Marzuki.
Menurutnya, setiap anggota DPR seharusnya menyesuaikan diri ketika menduduki jabatan sebagai wakil rakyat. Meski sebelum duduk di parlemen mereka sudah kaya-raya.
Banyak Bekerja
Menanggapi pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas tentang gaya hidup politikus, Marzuki meminta Busyro lebih banyak bekerja daripada bicara. ”Saya sudah sampaikan sebelumnya, sebaiknya Pak Busyro lebih banyak bekerja menunjukkan dan menampilkan pekerjaan daripada berbicara,” terang dia. Kendati dalam negara demokrasi menyampaikan pendapat merupakan hal yang wajar, Marzuki menyebut posisi Busyro sebagai penegak hukum harus lebih menitikberatkan pekerjaan.
Adapun Ketua Komisi III Benny K Harman menuding pernyataan Busyro disebabkan perasaan gundah menjelang pemilihan ketua KPK. ”Mungkin beliau sudah dengar kalau tidak akan menjadi letua KPK lagi. Jadi ada perasaan gundah, tapi kami tidak mau menganggap itu,” paparnya.
Anggota Komisi III dari Fraksi Gerindra, Desmond J Mahesa, menyebut pernyataan Busyro meski positif menunjukkan ketidakpahaman latar belakang masing-masing anggota DPR. ”Ada yang tidak dia pahami. Misalnya, ada yang berlatar belakang pengusaha. Wajar kan bila dia punya mobil mewah. Seharusnya yang dilihat adalah apakah yang bersangkutan bermasalah atau tidak, pajaknya beres atau tidak. Bila bermasalah, silakan diproses,” ujar Desmond.
Tanggapan berbeda disampaikan Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin. Dia berharap pernyataan Busyro tidak dipolitisasi. Semua pejabat publik diminta berjiwa besar dalam menerima kritik sekeras apapun. ”Pernyataan tersebut harus ditangkap esensinya, jangan malah dipolitisasi ke sana ke mari. Apalagi dengan menebak-nebak motif di balik ungkapan Busyro,” jelas Lukman Hakim.
Menurutnya, esensi kritik Busyro adalah agar setiap pejabat publik memiliki kepekaan sosial terhadap realitas lingkungan sekitar. Meski ada yang tersinggung dengan bahasa yang digunakan oleh ketua KPK itu, para penyelenggara negara seharusnya mampu memilah yang esensial dan bahasa ungkapan.
”Saya sedih dengan respons petinggi negeri yang mengatakan gaya hidup pejabat publik adalah persoalan pribadi yang bersangkutan dan tidak usah dipersoalkan. Bukankah saat seseorang jadi pejabat publik, ruang privat kian sempit? Sebab, publik berhak mengawasi semua tindak tanduknya,” ujar politikus PPP ini. (A20,J22,H28-25,65)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/11/16/166626/

Penggugat Dinilai Tak Indahkan Proses Hukum

SEMARANG- Tim kuasa hukum tiga taruna yang menggugat Gubernur Akpol Irjen Amin Saleh dinilai tidak mengindahkan proses persidangan. Pasalnya, tak satu pun kuasa hukum penggugat hadir dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Selasa (15/11). Agenda sidang tersebut adalah bantahan penggugat atas jawaban tergugat.

“Seharusnya pihak penggugat hadir di pengadilan dan menyatakan ketidaksiapannya di muka sidang,” kata kuasa hukum tergugat, Kombes Edward Syah Penong, di hadapan hakim tunggal Moh Arif Pratomo.

Menurut Edward, dalih kuasa hukum berangkat dari Jakarta tak dapat diterima.

“Karena kami pun datang ke sini dari Jakarta,” katanya.

Karena ketidakhadiran penggugat, Akpol meminta hakim langsung memutus perkara dan menerima eksepsi atau jawaban dari Akpol pekan lalu. Namun, hal itu ditolak hakim.

“Tidak bisa serta merta diputuskan. Kami akan tetap memberi kesempatan kepada kedua pihak,” ujar hakim Arif.

Sesuai peraturan perundangan, lanjut Arif, pengadilan hanya berwenang melakukan pemanggilan kepada pihak-pihak. “Jika dipanggil berkali-kali tidak datang, baru kami akan memutuskan sepihak,” lanjutnya.

Siapkan Materi

Dihubungi terpisah, kuasa hukum para taruna, Yan Juanda beralasan belum menyiapkan materi bantahan.

“Kami perlu memperdalam isi jawaban tergugat untuk menyusun bantahan. Itu belum bisa kami berikan hari ini (kemarin-Red),” kata Yan melalui telepon.

Ia mengaku telah jauh-jauh hari memberitahukan ketidaksiapan tersebut kepada PTUN dan Akpol.

“Secara lisan kami sudah memberitahukan kepada Bapak Edward Syah Pernong, dan beliau menerima. Seharusnya mereka memaklumi karena mereka juga pernah menunda sidang dua kali untuk memberi jawaban,” lanjut Yan.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah membuat kesepakatan dengan Akpol untuk tetap menghadiri sidang. Ihwal jawaban yang akan disusun penggugat, Yan belum bersedia mengungkap.

Seperti diberitakan, Dimas Prabowo Sulistio, Ahmad Yanuar Ganari, dan Julio Jagratara diberhentikan dari Akpol dengan SK Nomor Kep/41/VI/2011 tertanggal 25 Juni 2011. Atas pemberhentian tersebut, ketiganya menganggap terjadi ketidakadilan, karena tidak sesuai dengan ketentuan.

Ketiga taruna diberhentikan lantaran tak dapat memenuhi target nilai yang ditentukan Akpol. Dimas dan Januar tak dapat mengikuti latihan yang memerlukan kekuatan fisik lantaran cedera. Sementara, Julio mengalami kelelahan hebat sehingga tidak bisa menempuh jarak yang ditentukan dalam pengambilan nilai berenang. (ana-59)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/11/15/166629/

Melihat Dari Dekat Prosesi Perkawainan Penyair Burung Wambi

Ada yang berbeda dengan prosesi perkawinan si penyair Burung Wambi, Yakni Mi’roj Adhika AS bersama pasangannya Mariatun. Dalam resepsinya, disediakan panggung bukan untuk kedua mempelai, tetapi untuk para penyair yang datang, guna memberikan banyolan dan membacakan puisi. Bagaimana suasananya?
LAPORAN : M FATKHUROHMAN
BERTEMPAT di halaman rumah pengantin pria, yang beralamat di Desa Pekiringan Kecamatan Talang, Senin (14/11) kemarin, ratusan tamu undangan menghadiri perkawinan penyair yang sudah malang-melintang di dunia seni.
Banyolan dan puisi yang dilantunkan di panggung kehormatan dengan bertuliskan “Kyeh Nyong Bojo, aja semprul maning, dongakna bae” itu, membuat para tamu terhibur. Tawa para tamu pun kerap terdengar mengiringi penampil yang naik ke atas panggung. Terlebih ketika kedua mempelai melantunkan syairnya yang berjudul “Sajen Perkawinan” dengan diringi gesekan biola yang dimainkan salah satu personil teater Arda dari Pekalongan.
Para tamu bersorak sorai, riuh dengan suara tepuk tangan saat Mi’roj Adhika membacakan puisi didampingi mempelai putri. Suaranya yang begitu melengking seperti burung Wambi, menyeruak diantara pengunjung yang tampak menyemut.
Dalam acara prosesi yang dipandu oleh penyair terkenal, Apito lahire dan Julis Nur Husein, para penyair maupun seniman diminta memberikan sepatah dua patah kata. Baik berisi banyolan tentang kepribadian sang pengantin pria, maupun menampilkan kemampuannya mulai dari teater atau membaca syair puisi yang dapat menghibur para pengunjung yang datang.
“Prosesi perkawinan ini sangat luar biasa, karena belum pernah ada persitiwa perkawinan dengan suguhan yang sangat langka,” kata Apito.
Sebelum kedua mempelai tampil membaca puisi, kesenian religi marawis asli Tegal juga memberikan hiburan, disambung dengan penampilan penyair sepasang suami istri yakni Nurohman dan Diah, yang dilanjut dengan penampilan teater Arda dari pekalongan.
Tamu yang hadir menjadi semakin terhibur ketika penyair asal Balapulang, Sugihartoni, menyuguhkan puisi dengan bahasa Tegalan yang berjudul “Kawin Temenan”. Didalam puisi itu mengisahkan tetang perkawinan yang ternyata sangat nikmat dan bahagia dirasakan. Baik dalam kehidupan sehri-harinya, sampai pada hubungan seksual.
“Mak inyong kawin mak, saiki nyong sing biasane turu dewekan dadi ana batire,” salah satu kata yang di ucapkan Sugihartoni, yang artinya bu sekarang aku kawin, sekarang saya yang biasanya tidur sendirian jadi ada teman tidurnya.
Yang lebih membuat para tamu tertawa, ketika Sugihartoni mengulang kalimat, "Walopun inyong umure wis udzur, tapi inyong pan mbuktikena bahwa inyong esih kuat,” (walaupun umur saya sudah tua, tapi saya akan membuktikan kalau saya masih kuat).
Tidak hanya panggung hiburan, pasangan pengantin tersebut juga melengkapi prosesi mereka dengan menyediakan kain putih berukuran 1m x 1m yang dibentangkan untuk menampung tulisan dari para pengunjung. Tulisan pun beragam isinya. Ada yang memberikan pesan-pesan lucu, ucapan selamat, juga kritik-kritik lucu bagi kedua mempelai. Selanjutnya, kain putih tersebut nantinya akan dijadikan sebagai kenang-kenangan bagi kedua mempelai. (*)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Muji Atmanto Sosok yang Low Profil

ALMARHUM H Muji Atmanto SH MM, semasa hidupnya dikenal sebagai sosok yang low profile dalam memimpin organisasi, termasuk saat menjadi nahkoda Pramuka Kwarcab 11.28 Tegal.
"Beliau adalah sosok yang low profile dalam memimpin organisasi," ungkap Ketua Kwarran 11.28.10 Dukuhwaru, Irianto Dwi Asmoro SPd, usai melayat di rumah duka di Jalan Waringin I RT 01 RW VII, Perumahan Griya Pangkah Indah Pangkah, Selasa (15/11).
Menurut Irianto, Almarhum juga merupakan tipe pemimpin yang mau terjun kebawah, sangat supel, dan mudah dekat dengan siapapun. "Almarhum juga sangat supel dan tidak ngrikuhi," paparnya.
Selain itu, kata Irianto, dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah organisasi, sangat tenang tapi tepat sasaran dan tidak menimbulkan ekses yang berarti. “Almarhum juga mau menerima masukan dan saran dari bawah,” imbuhnya.
Sementara Wakil Ketua Kwarcab Bidang Abdimas dan Humas, dr H Widodo Djoko Mulyono MKes MMR, menuturkan, Almarhum merupakan pribadi yang punya prinsip kuat dan hampir segala geraknya selalu mengacu pada aturan dan ketentuan yang ada. “Almarhum adalah pribadi yang selalu menghargai pendapat orang lain,” ungkapnya.
Joko yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal itu, berharap, segala amal kebaikan yang telah diperbuat oleh almarhum dapat diterima dan dosa–dosanya diampuni oleh Allah SWT. “Selamat jalan Kak Muji, semoga segala amal baiknya diterima, dan dosa beliau akan diampuni Allah SWT,” urai Joko, sembari mendoakan almarhum di peristirahatannya yang terakhir.
Muji Atmanto SH MM meninggal dunia di RSUD dr Soesilo Slawi, Selasa (15/11) sekitar Pukul 01.50 WIB. Pria yang saat ini masih menjabat Inspektur Inspektorat Kabupaten Tegal tersebut meninggal pada usia 51 tahun. Muji yang lahir di Pekalongan 14 Juli 1960 itu, meninggalkan isteri Hj Yosita Wulandari dan 3 orang anaknya.
Sebelum disemayamkan di TPU Kelurahan Medono, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, jenazah didoakan di rumah duka di Griya Pangkah Indah, Pangkah. Ratusan orang dari berbagai kalangan dari mulai pejabat pemerintah, TNI, Polri, PNS, sampai Pramuka, hadir untuk mendoakan jenazah orang nomor satu di Inspektorat Kabupaten Tegal itu.
Jenazah dilepas dari rumah duka oleh Sekda kabupaten Tegal, Drs H Haron Bagas Prakosa MHum. Beberapa pejabat yang tampak ikut melayat antara lain Dandim 0712/Tegal, Letkol (ARH) Elman Nawendro beserta jajaran Danramil, Sekda Kabupaten Tegal Drs H Haron Bagas Prakosa MHum, sejumlah pejabat dan mantan pejabat juga tampak hadir. Sementara Wakil Bupati Tegal, H Moch Hery Soelistiyawan SH MHum yang sedang dinas di Jakarta juga turut hadir setelah pulang mengunakan kereta api dan turun di Stasiun Pekalongan untuk kemudian langsung ke tempat penyemayaman terakhir di Pekalongan. Dan tidak ketinggalan segenap jajaran Pramuka dari Pengurus Kwarda Jateng, Pengurus Kwarcab se-wilayah eks Karesidenan Pekalongan, Pengurus Kwarcab Tegal, dan Kwartir Ranting se-Kwarcab Tegal juga nampak turut melayat. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Mabes Gelontorkan Armada Back Bone.

SEBANYAK 20 unit mobil dari jenis sedan dan Mitsubishi Strada dobel cabin, diterima jajaran Polres Tegal dari Mabes Polri. Pemberian bantuan mobil tersebut bakal dimaksimalkan untuk mendukung kinerja jajaran Polsek yang ada di wilayah hukumnya.
Kapolres Tegal, AKBP Nelson Pardamaian Purba SIK, melalui Waka Polres, Kompol Teguh Tri Prasetya SIK, didampingi Paur Subbag Humas, Ipda Wahyono, menyatakan, pendistibusian mobil bantuan itu akan dilakukan langsung oleh Kapolres kepada Kapolsek yang ada di wilayah kerjanya. Dijelaskannya, dua unit sedan akan dimaksimalkan untuk mendukung kinerja Polres Tegal.
"Kedelapan belas unit mobil jenis Mitsubishi Strada dobel cabin itu seyogyanya bisa digunakan untuk mendukung kinerja Polsek. Dimana Polsek bisa memaksimalkan armada ini sebagai sarana police back bone atau polisi sebagai tulang punggung pelayanan pada masyarakat di daerah," terangnya, Selasa (15/11).
Dia juga menyatakan, bantuan mobil ini lebih difokuskan untuk mendukung fungsi kesabharaan dan pelayanan prima terhadap masyarakat. Salah satunya dimaksimalkan untuk menggelar patroli pemukiman, dan mendatangi lokasi kejadian bila terjadi sebuah insiden. Dan dengan dialokasikannya bantuan Mabes di masing-masing Polsek tersebut, diharapkan masyarakat bisa merasa terayomi dan menjalin jejaring komunikasi dengan Polri untuk peningkatan pola pelayanan terbaiknya.
"Dengan bantuan ini, otomatis kini armada ranmor roda empat di masing- maisng Polsek menjadi dua unit. Ini jelas bisa dioptimalkan untuk benar-benar mendukung pola pelayanan, perlindungan, dan pengamaman masyarakat di masing-masing wilayah kecamatan," cetusnya.
Dia juga mengakui, sebagai tulang punggung pelayan masyarakat seyogyanya bisa berjalan optimal bila ada dukungan sarana dan prasarana yang cukup memadahi. Hal inilah yang kini ditangkap oleh Mabes untuk menjawab kebutuhan personil dilapangan. (her)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Jaringan Internet e-KTP Kacau

KRAMAT - Pelaksanaan penerapan program Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di Kecamatan Kramat, mengalami kendala. Salah satunya, karena jaringan internet belum optimal. Karena itu, warga sekitar yang sudah mengantri sejak pagi, harus rela pulang.
Didi (49), warga Desa Bongkok Kecamatan Kramat, menuturkan, sejak hari Senin (14/11) hingga Selasa (15/11), jaringan internet pelaksanaan e-KTP di wilayahnya tidak berjalan lancar. Dengan begitu, dirinya terpaksa dipulangkan oleh petugas e-KTP kecamatan. Padahal, dirinya mengaku, sudah menunggu sejak pagi hari.
"Kalau seperti ini terus, jelas kami kecewa. Kami sudah rugi waktu dan segalanya. Tolong untuk jaringannya agar lebih dioptimalkan. Sehingga tidak merugikan warga," kata pria berambut putih ini, kemarin.
Pada kesempatan yang sama pula, Untung (52), warga Desa Dinuk Kecamatan Kramat, mengungkapkan, pelaksanaan e-KTP ini tentunya sudah direncanakan optimal oleh pemerintah pusat. Namun anehnya, berbagai kendala masih saja terjadi. Sebagai contoh, yang saat ini dialami di Kecamatan Kramat. Dimana akses internet menuju ke pusat, tidak berjalan lancar. Sehingga, merugikan banyak pihak termasuk warga yang hendak mengajukan pembuatan e-KTP. Dia berharap, pemerintah dalam hal ini dinas terkait, dapat mengoptimalkan program e-KTP tersebut.
"Untuk mensukseskan program e-KTP ini, saya terpaksa libur kerja. Tapi ternyata, jaringan internetnya malah ngadat," keluhnya.
Terpisah, Camat Kramat, Drs Berlian Adjie MM, melalui Sekretarisnya, Iwan Kurniawan AP, saat dikonfirmasi, pihaknya mengakui hal tersebut. Dia menjelaskan, sejak Senin (14/11) siang kemarin, jaringan internet menuju pusat memang mengalami kendala. Mengingat hal itu, pihaknya langsung konfirmasi ke Disdukcapil Kabupaten Tegal. Dan menurut petugas Disdukcapil, server di pusat tengah diperbaiki. Sehingga, dari bawah (kecamatan, red), tidak bisa mengakses ke pusat.
"Untungnya, dari Disdukcapil memberikan petunjuk atau cara supaya data base di kecamatan bisa tetap terakses. Kemudian, petugas melaksanakannya sesuai petunjuk tersebut. Dan kini (Selasa (15/11) siang kemarin, Red), jaringan internet sudah lancar kembali," paparnya.
Lebih jauh dia menjelaskan, jadwal pembuatan e-KTP untuk hari Senin dan Selasa kemarin, merupakan warga Desa Bongkok dan Dinuk. Sementara jumlah warga yang dipulangkan, sedikitnya 200 orang. Mereka terpaksa pulang, karena jaringan internetnya mengalami kendala.
"Kami melaksanakan e-KTP ini mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Namun terkadang, sampai pukul 18.00 WIB apabila ada yang mengantri," ujarnya.
Sementara, ketika ditanya seputar anggaran e-KTP untuk petugas, pihaknya tidak bisa memberikan komentar banyak. Dia hanya mengatakan, anggaran untuk petugas e-KTP di kecamatan, hingga kini belum didistribusikan. Kendati pernah menerima, namun hanya sekali dan itupun merupakan pinjaman semata.
"Padahal, petugas juga perlu makan dan minum. Namun sayangnya, pemerintah enggan memikirkan itu. Padahal kerja mereka, tidak mengenal waktu," tukasnya. (yer)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

Senin, 14 November 2011

2012 Kalibakung Jadi Wisata Kesehatan

TAHUN 2012 Kabupaten Tegal akan memiliki tempat wisata kesehatan. Rencananya, lokasi wisata kesehatan itu berada di Obyek Wisata (OW) Pemandian Kalibakung Desa Kalibakung Kecamatan Balapulang. Di lokasi tersebut, akan dibangun klinik jamu yang dilengkapi etalase atau tanaman obat-obatan yang direkomendasikan oleh Badan Penilitian Kementrian Kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal, dr H Widodo Joko Waluyo MKes MMR, didampingi Kabid Pelayanan Kesehatan, dr Titis Cahyaningsih, menuturkan, untuk mensuskseskan rencana diadakannya klinik jamu yang akan dijadikan wisata kesehatan tersebut, saat ini sudah mulai dilakukan koordinasi lintas sektoral. Termasuk pula, penyiapan lahannya. Selain itu, sekarang juga sudah disiapkan dua dokter yang sedang dilatih di Tawangmangu Kabupaten Solo untuk mengelola klinik jamu tersebut, serta apoteker atau peracik jamu, dan guide atau pemandu.
“Tahun ini sudah ada master plan dan sedang dilakukan koordinasi lintas sektor yang telah disetujui oleh Wakil Bupati Tegal,” kata dr Joko, saat berkunjung ke lahan di OW Pemandian Kalibakung, kemarin.
Dijelaskanya, tujuan adanya klinik jamu tersebut yaitu untuk melestarikan kekayaan alam Indonesia dalam sciencentifikasi jamu. Sehingga pengobatan dengan jamu tersebut nantinya akan betul-betul diteliti secara ilmiah. Juga, untuk menurunkan pembiyaan pelayanan kesehatan dalam sisi pembiayaan pengobatan dan lebih terjangkau oleh masyarakat. Sehingga dapat menurunkan anggaran dibidang pengobatan dari Pemda.
“Jamu tidak hanya untuk pengobatan, tapi juga pencegahan atau peningkatan stamina,” ujarnya.
Dilanjutkannya, kalau nanti klinik jamu dan etalase seluas satu hektar yang dijadikan wisata kesehatan tersebut terwujud, kedepan dapat dimanfaatkan oleh para pelajar maupun yang lain untuk tempat pembelajaran. “Banyak rencana yang sudah kami buat agar wisata kesehatan ini betul-betul berjalan dengan baik. Sementara ini untuk bibit pohon yang akan dijadikan sebagai jamu, kami mengambil dari daerah lain. Kedepan kami akan membuat bibit sendiri yang nantinya bekerjasama dengan beberapa Gapoktan di Kabupaten Tegal,” jelasnya.
“Obat-obatan itu berasal dari alam. Klinik jamu ini memanfaatkan alam yang ada, khususnya di Kabupaten Tegal. Sekaligus sebagai bentuk pelestarian terhadap alam sekitar,” tambahnya. (fat)
umber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/