Selasa, 19 Juni 2012

Puncak Hari Lingkungan Hidup Tingkat Pemkab Tegal

Peringatan Hari Lingkungan Hidup tingkat Kabupaten Tegal digelar bersamaan dengan upacara bulanan, Senin (18/6) kemarin. Dalam kesempatan ini, Sekda Pemkab Tegal, Drs Haron Bagas Prakoso mewakili Wakil Bupati Tegal, Haji Muhammad Hery Sulistiyawan SH Mhum memimpin jalannya upacara, sekaligus prosesi pemberian apresiasi pemkab terhadap pejuang lingkungan. Bagaimana pelaksanaannya?
LAPORAN : HERMAS PURWADI
DIMANA sebanyak 34 penerima penghargaan sebagai pejuang lingkungan diberikan langsung oleh sekda seusai upacara. Penghargaan itu diantaranya berupa Kalpataru tingkat Kabupaten Tegal yang diberikan kepada juara I Kelompok Tani Kalisusu sebagai kategori penyelamat lingkungan, juara II diberikan kepada Sohiburoji, penjaga pintu air bendung Danawarih dan juara III kepada Sunardi penyuluh kehutanan yang keduanya masuk dalam kategori pengabdi lingkungan.
Penghargaan juga diberikan kepada penggiat Adipura dalam pencapaian tahun ini. Penggiat yang memperoleh penghargaan tercatat RSUD Dr Soesilo, Puskesmas Slawi, UPTD Pengairan Slawi, Perum Permata Abadi, Griya Praja Mukti, UPTD Terminal Slawi, dan UPTD Pengolahan limbah pengelola TPA Penujah. Piala juga diberikan kepada pemenang lomba K3 tingkat Kabupaten Tegal tahun 2012 yang sempat digulirkan Badan Lingkungan Hidup sebagai imbangan giat penilaian Adipura yang baru saja dilakukan oleh Kementrian LH.
Dimana dari hasil akhir penilaian K3 tingkat Kabupaten Tegal tahun ini, untuk kategori desa atau kelurahan juara diraih Desa Dukuh Salam, Desa Slawi Kulon, dan Kelurahan Procot untuk posisi I hingga III. Sementara di tingkat titik pantau sekolah juara I hingga III diraih SMKN 1 Slawi, SMAN 2 Slawi dan SMAN 1 Slawi. Ditingkat SMP juara I hingga III diraih SMPN 1 Slawi, MTsN Slawi dan SMPN 2 Slawi. Dan di tingkat SD juara diraih SDN Kalisapu 03, SDN Trayeman 03, dan SDN Kudaile 03.
Untuk juara K3 tingkat kecamatan, juara tahun ini diraih Kecamatan Slawi, Kecamatan Tarub, dan Kecamatan Dukuhwaru. Sementara untuk tingkat perkantoran juara diraih PDAM, Setda Kabupaten Tegal, dan Disparbud. Dan untuk kategori jalan dan taman juara I diraih Tajoni mandor kebersihan Jalan Dr Soetomo, Sutarni mandor taman Jalan Wahid Hasyim, dan Mastyah penyapu Jalan Wahid Hasyim. Dalam kesempatan ini sekda membacakan amanat presiden pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2012 yang jatuh pada 5 Juni 2012 lalu. Dimana hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati sebagai bentuk aspirasi negara atas Deklarasi Stockholm pada tangal 5 Juni 1972.   "Deklarasi itu telah diakui sebagai tonggak sejarah kesadaran masyarakat dunia, atas pentingnya penanganan dan pemeliharaan lingkungan hidup secara bersama," tegasnya.
Kepada para penerima penghargaan Kalpataru, pada kepala sekolah yang mendapatkan penghargaan Adiwiyata Mandiri, dan penerima Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) sekda mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kerja keras, keteladanan, dan prestasi yang diraih pejuang lingkungan.  "Kalian telah berjasa besar dalam memelihara dan melestarikan lingkungan hidup, keindahan kota, dan kehijauan sekolah. Kami berharap kerja keras ini bisa terus dilanjutkan dalam kepeloporan dan keteladanan pada pemeliharaan kelestarian lingkungan di wilayah jantung Kota Slawi yang menjadi titik pantau Adipura dan semua wilayah yang ada di Kabupaten Tegal pada umumnya," tegasnya. (*)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Puncak-Hari-Lingkungan-Hidup-Tingkat-Pemkab-Tegal.html

PAC PDI P Dukung Rojikin

ADIWERNA - Ketua DPC PDI P Kabupaten Tegal, Rojikin AH SE diminta maju mencalonkan diri sebagai Bupati Tegal pada Pilkada daerah itu mendatang. Kebulatan tekad sembilan PAC komunitas MSP mewakili 18 PAC yang adalah sebuah tidaklanjut aspirasi mereka saat reses anggota DPR-RI, Prakosa belum lama. Penyampaian itu berlangsung dirumah ketua PAC Adiwerna, Senin (18/6) kemarin.  “Kami sepakat dan sudah bertekad mendukung dan mengusung Rojikin AH SE, mencalonkan diri sebagai Bupati Tegal mendatang,” kata Nursidik mewakili PAC komunitas MSP lainnya.
 Dikatakan Nursidik, PAC yang hadir dan membulatkan tekad itu juga siap melakukan pendekatan dengan PAC lain. Bahkan menurutnya, langkah itu merupakan konsekuensi logis, karena Rojikin merupakan ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tegal, sangat layak untuk maju pada Pilkada mendatang. Apalagi anggota DPR-RI asal Dapil IX, Kota dan Kabupaten Tegal serta Kabupaten Brebes, Prakosa juga mendukung itu.
 Disisi lain, PAC PDI P Tarub, Sanusi menegaskan, selama ini bisa dikatakan sembilan PAC komunitas MSP juga sering berkomunikasi dengan PAC lain. Bahkan apa yang dilakukannya saat ini mengusung ketua DPC-nya, merupakan langkah tepat, karena PDI Perjuangan merupakan partai pemenang Pemilu lalu.  ”Kami sudah membulatkan tekad Rojikin AH SE untuk didukung maju Pilkada mendatang,” ujarnya.
Dan itu, kata Sanusi, merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Karena bagaimana pun juga, sebagai kader dan pekerja partai harus tunduk dengan perintah. Apalagi Rojikin merupakan kader terbaik yang dimiliki oleh PDI Perjuangan Kabupaten Tegal saat ini. Sehingga tidak ada alasan lain untuk tidak mencalonkan dia sebagai bakal calon Bupati Tegal mendatang. "Kenapa harus orang lain, sedang di dalam tubuh internal kita sendiri memiliki kader militan. Dan itu sudah kami sepakati bersama, bakal calon bupati yang diusung PDI Perjuangan adalah Rojikin, bukan orang lain seperti yang digembar-gemborkan kebanyakan orang. Ini juga menunjukkan bukti kesolidan kami dalam menjaga nama baik partai," sambungnya.  
Sementara, sembilan PAC komunitas MSP yang meyatakan kebulatan tekada mewakili PAC lain, yaitu PAC PDI P Adiwerna, Tarub, Dukuhwaru, Slawi, Pangkah, Suradadi, Pagerbarang, Bojong dan Bumijawa. Kebulatan tekad itu merupakan sebuah kesepahaman dalam mendukung ketua DPC-nya. Bahkan sebagai bukti loyalitas PAC kepada induk partainya. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/PAC-PDI-P-Dukung-Rojikin.html

Minggu, 17 Juni 2012

Mempersiapkan Perjalanan Agar Aman Dan Nyaman

Banyak hal bisa terjadi dalam perjalanan. Bahkan tempat tujuan yang dianggap paling aman pun tidak menjamin kita terhindar dari bahaya kriminal atau huru-hara. Bagaimana cara mencegahnya?

Sedikit melakukan riset dan menilik kembali pengalaman saya, setidaknya ada beberapa hal yang saya anggap penting untuk memastikan perjalanan saya aman. Tentu saja, apa pun bisa terjadi walau dengan persiapan yang maksimal, tetapi setidaknya risiko itu dapat kita kurangi.
Pastikan perjalanan Anda aman.
Hal pertama yang saya lakukan adalah mengemas benda-benda berharga di tas jinjing (carry-on). Saya ingin laptop, kamera, perhiasan, dokumen, semuanya berada langsung di bawah pengawasan saya.

Saya tak pernah memasukkan benda berharga ke bagasi ketika check-in karena selain berisiko dicuri, penanganan bagasi pesawat sering kali kasar dan asal banting. Tentunya kita tak ingin benda berharga kita rusak, kan?

Setelah mengemasnya dengan rapi, saya juga memastikan tas saya kuat dan tahan lama. Artinya tidak mudah sobek, tidak mudah disobek atau dipotong namun tetap ringan, serta terutama bagian retsleting tidak mudah terbuka.

Untuk mengunci tas/koper yang masuk bagasi pesawat, saya pastikan menggunakan gembok berstandar internasional, terutama standar TSA (Transportation Security Administration) di Amerika Serikat. Gembok ini selain lebih kuat, juga menggunakan kunci yang masternya dimiliki oleh petugas-petugas TSA.

Jadi ketika mereka melakukan inspeksi acak, mereka dapat membuka tas saya tanpa harus menghancurkan gemboknya.

Saya juga tidak lupa menyediakan obat-obatan dan pertolongan pertama dalam tas jinjing yang saya bawa di kabin. Jika terjadi apa-apa selama bagasi kita belum di tangan, maka kita bisa langsung mengambil pertolongan yang diperlukan (misalnya plester atau obat). Pastikan juga obat-obatan cair isinya di bawah 100 ml agar tidak dibuang oleh petugas keamanan.

Soal sabuk uang (money belt), tidak semua orang nyaman. Namun, jika ada memang harus melalui daerah yang sangat rawan, tidak ada salahnya membelinya. Sabuk uang dilingkarkan di pinggang atau perut di bawah pakaian sehingga tidak terlihat dari luar. Ini bisa pula jadi tempat membawa paspor (jika harus dibawa bepergian, bila tidak lebih baik titipkan paspor di hotel).

Jika tidak memilikinya, kita bisa membawa tas jinjing kecil yang dapat diakses di depan tubuh. Selalu letakkan tas jinjing di jangkauan pandangan agar tidak kecopetan. Ekstra hati-hati ketika tidur di moda transportasi, seperti perjalanan malam hari di kereta api, misalnya.

Sebelum berangkat, saya menyimpan nomor-nomor penting seperti kedutaan besar, polisi, pemadam kebakaran, maskapai penerbangan, dokter, hotline asuransi, kontak keluarga dan lain-lain dalam sebuah kartu yang bisa dengan mudah diselipkan di dompet atau tas.

Sebagai bagian dari riset perjalanan, saya mempelajari setiap daerah yang akan dikunjungi, dan membaca sedikit sejarah atau situasinya. Misalnya, dalam satu kota pasti ada daerah yang kurang aman. Hindarilah. Ketahui lokasi rumah sakit, polisi dan kedutaan atau konsulat.

Saya senang dengan perjalanan yang spontan, namun dalam spontanitas itu tetap perlu ada kesiapan informasi, kan?

Bagi yang membawa anak-anak kecil atau orang tua dan lanjut usia, saya sarankan pastikan mereka dalam pengawasan kita. Jika perlu bekali mereka dengan tas kecil yang berisi informasi kontak penting. Ide bagus juga untuk membekali mereka dengan telepon seluler jika usia anak sudah cocok.

Berikan mereka pengertian untuk tidak menerima pemberian dan ajakan orang asing yang tak dikenal.

Terakhir, jangan lupa untuk menyimpan fotokopi seluruh dokumen, baik dalam format fisik maupun file di Google Docs, USB flashdisk atau CD/DVD.

Semoga pengalaman pribadi saya berguna bagi Anda. Selamat jalan-jalan!
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/mempersiapkan-perjalanan-agar-aman-dan-nyaman.html

Tongkat Estafet Dandim Berpindah

SLAWI - Usai mengikuti serah terima jabatan Dandim 0712/ Tegal yang dilangsungkan di Korem 071/Wijayakusuma 14 Juni 2012 lalu, prosesi lepas sambut jabatan Komandan Kodim 0712/ Tegal digelar di halaman Makodim setempat, Sabtu ( 16/6) kemarin. Kali ini pejabat lama, Letkol ( Arh) Elman Nawendro yang telah kurang lebih tiga setengah tahun menjabat Dandim 0721/ Tegal menapaki karier baru sebagai Kepala Staf Korem 071/ Wijaya Kusuma. Sementara jabatan Dandim 0712/Tegal yang baru, disandang Letkol (Inf) Jefson Marisano Simanjuntak SIP yang sebelumya menjabat Komandan Pusat Latihan dan Pertempuran Infantri  (Dandodiklatpur) Rindam IV Diponegoro di Klaten.
Gelar pisah sambut berlangsung penuh warna dengan dihadiri muspida dari dua wilayah Kota dan Kabupaten Tegal.
Letkol Arh Elman Nawendra dalam sambutan perpisahannya mengatakan, bahwa apa yang telah dilakukan selama menjabat Dandim 0712/Tegal dalam membantu pemerintah daerah baik kota dan kabupaten seyogyanya bisa terus diapresasikan oleh pengantinya.  "Hal yang wajib terus dikembangkan oleh pejabat baru adalah pembinaan teritorial. Seyogyanya apa yang telah berhasil saya kembangkan bisa terus ditingkatkan seperti pelaksanaan program KB Kesehatan, penghijauan, dan ketahanan pangan di daerah," tegasnya.
Diakuinya, upaya untuk menggerakkan personil dalam menciptakan lingkungan hidup bersih menjadi kebanggaan dengan tercapainya mahkota Adipura untuk Kabupaten Tegal yang sempat ditunggunya sejak 16 tahun.
Terpisah pejabat baru Dandim 0712/ Tegal Letkol (Inf) Jefson Marisano Simanjuntak SIP optimis akan bisa mengembangkan capaian yang telah diraih seniornya.  "Kami akan berupaya mengimbangi capaian prestasi yang diraih kota dan kabupaten dengan menggerakkan potensi personil yang ada. Dan kami juga siap menggelar program Wawasan Kebangsaan yang sempat didengungkan kota, bila pihak kabupaten terpanggil untuk melakukan hal yang sama disini," cetusnya.
Dalam kesempatan tersebut kedua pimpinan daerah Kota dan Kabupaten Tegal silih berganti memberikan kata pelepasan pada pejabat lama dan memberi kata sambutan pada pejabat baru dalam nuansa penuh kekeluargaan. (her)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Tongkat-Estafet-Dandim-Berpindah.html

Brigif Bersihkan Pasar Trayeman

SLAWI - Dukungan nyata Brigif 4/Dewa Ratna untuk mewujudkan lingkungan bersih dan mempertahankan piala Adipura yang baru diraih Kota Slawi terus dilakukan. Kali ini aksi nyata memperingati hari Lingkungan Hidup sekaligus mendukung pencapaian Adipura ditempuh dengan menerjunkan personilnya untuk melakukan aksi bersih-bersih di areal Pasar Trayeman seperti yang dilakukan Sabtu(16/6) kemarin.
Dan Brigif- 4/Dewa Ratna, Letkol Makmur mengatakan, karya bhakti bersih Trayeman kali ini menerjunkan 25 personil,dan akan dilanjutkan dengan aksi bersih mako Yonif 407/Padmakusuma. "Ini adalah langkah nyata TNI yang turut sengkuyung terhadap prestasi yang diraih pemkab,"tegasnya.
Sementara terpisah kepala UPTD Pasar Trayeman, M.Supriyadi mengaku memberikan apresiasi positif terhadap Brigif 4/Dewa Ratna yang membidik giat Karya Bhaktinya untuk kebersihan areal Pasar Trayeman. "Ini adalah bentuk nyata dukungan TNI dalam upaya mempertahankan capaian Adipura. Dimana bulan September 2012 mendatang juga sudah memasuki tahap I penilaian dari Kementiran LH. Dengan adanya giat semacam ini semakin menggugah kami bersama awak paguyuban pedagang untuk selalu berupaya maksimal mewujudkan areal Trayeman yang bersih sebagai salah satu titik pantau," cetusnya.
Dia juga menyatakan, penataan pedagang paska rampungnya proses renovasi pasar nanti, sudah dirancang dengan melibatkan peran serta pengurus paguyuban. "Pendataan pedagang sudah kami lakukan untuk menghindari gejolak. Inti dari pendataan ini untuk pemerataan dan menghindari satu pedagang bisa mempunyai tempat dobel," tegasnya. Dilibatkannya paguyuban dalam hal pendataan ulang ditempuh UPTD lantaran paguyuban selama ini dipandang sebagai mitra dalam menjaga kondusifitas pasar.(her)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Brigif-Bersihkan-Pasar-Trayeman.html

Kinerja Pemkab Dipertanyakan

KINERJA eksekutif Pemkab Tegal terkait pembangunan infrastruktur dianggap kurang efektif dan dipertanyakan kalangan anggota legislatif. Pasalnya, penetapan APBD tahun 2012 dilaksanakan akhir 2011, namun banyak kegiatan yang belum dilaksanakan. Kondisi itu bisa berimbas negative pada kwalitas kegiatan, jika dilaksanakan secara tumpang tindih. Belum lagi dalam waktu dekat bakal digulirkan kegiatan APBD Perubahan, dikhawatirkan kegiatan infrastruktur bertambah dan pelaksanaannya lebih terkendala.  Hal itu diungkapkan sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Tegal, dr Budi Sutrisno MKes, dari FPDI asal Partai Gerindra, kemarin.
 Dikatakan Budi Sutrisno, jika kegiatan regular tidak segera digulirkan, dikhawatirkan bakal tertumpangi kegiatan perubahan, bisa menjadi lebih kacau. Atas kondisi itu pihaknya mempertanyakan kinerja eksekutif, karena penetapan APBD dilakukan lebih awal namun belum juga dlaksanakan sesuai harapan. Jika dulu beralasan pihak legislatif mengalami keterlambatan penetapan, saat ini harusnya eksekutif lebih mempercepat pelaksanaan kegiatan. Karena penetapan APBD-nya sesuai harapan dan lebih cepat.
 Menurut dia, jika keterlambatan akibat adanya penyesuaian harga karena adanya rencana kebijakan BBM, saat ini harusnya pelaksanaan pelelangan dan pengejaan kegiatannya sudah bisa dilaksanakan. Alasan lain yang kurang normative adalah terkait menunggu pelelangan kegiatan dengan nilai besar jadi yang memiliki nilai kecil dibelakangkan, menurutnya tidak tepat. “Apalagi proses lelang terkendala, seharusnya tenggang waktu bisa untuk melaksanakan kegiatan kecil dibawah Rp 100 juta. Ini juga dipertanyakan efektifitas kinerjanya,” jelas dr Budi.
 Sementara yang lebih dipertanyakan adalah, adanya informasi jika pengaturan dimulainya kerja kegiatan dibawah Rp 100 juta, menunggu kebijakan Sekda Pemkab Tegal, ini lebih ironi. Mestinya Sekda bisa berinisiatif, jika proses lelang pada ULP LPSE terkendala, bisa dipercepat kegiatan kecil sambil menunggu proses lelang kegiatan besar. “Kondisi ini membuat banyak masyarakat dan anggota DPRD memepertanyakan akan kebijakan dimaksud,” pungkasnya. (gon)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Kinerja-Pemkab-Dipertanyakan.html

Menyambut Hari Ulang Tahun RI ke 67

DALAM rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 67 yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2012 nanti, Young Gardu (Yoga) Suradadi menyelenggarakan turnamen sepak bola U-14. Kegiatan yang dihelat di lapangan Az Zahra Desa Suradadi, Kecamatan Suradadi pada Minggu (17/6) sore itu, diikuti 28 tim kesebelasan sepakbola dari berbagai daerah. Kegiatan yang tampak seru ini, dihadiri Kepala Desa Suradadi, Tarsijan, dan tokoh masyarakat sekitar.
Pembina Yoga pada turnamen sepak bola U-14, H Suratmo SPd MPd mengatakan, kegiatan turnamen diselenggarakan selama sekitar dua minggu. Tim kesebelasan pada turnamen kali ini tidak hanya dari kecamatan Suradadi. Akan tetapi, dari Kecamatan Warureja dan Kramat juga turut meramaikan perhelatan tersebut. Dia mengemukakan, jumlah tim yang mengikuti ada 28 kesebelasan. Antara lain, Sandikala, Pramela, Cobra Malam, Mades, Belonk, Satria Muda, Arembo Merah, Garuda Mini, Gasella, Poker, Megasi, Jombor, Gamas 1, Mutiara, Pontong, Personic, Balola, One W, Arembo Putih, Ganres, Gamas 2, BRI, Atlatko Delsig, Belpas, Angker, Pandawa, Kongsi, dan Perseka. "Turnamen di mulai tanggal 17 bulan Juni ini dan berakhir pada tanggal 3 Juli mendatang," terang Suratmo.
Menurutnya, setelah final pada tanggal tersebut, pemenang akan langsung menerima hadiah yang sudah disediakan oleh panitia. Hadiah total untuk juara I sampai IV, akan menerima uang sebesar Rp 5 juta. Selain mendapat hadiah, sang juara juga bakal mendapatkan trophy dan piagam dari panitia penyelenggara. Bahkan tidak hanya itu, panitia juga telah menyediakan hadiah bagi pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak.  "Turnamen ini untuk umum. Intinya, usia peserta dibawah 14 tahun," sebutnya.
Pendiri Young Gardu, Hudi, mengungkapkan, kegiatan dalam rangka menyambut HUT RI ke 67 ini, sengaja diselenggarakan lebih awal. Sebab, pada bulan Agustus mendatang, bersamaan dengan bulan Ramadhan serta hari Raya Idul Fitri. Sehingga kegiatan diajukan dua bulan sebelum hari kemerdekaan berlangsung. "Kalau puasa, tidak mungkin turnamen ini diselenggarakan. Karena itu, kami selenggarakan lebih awal," tukasnya.
Kepala Desa Suradadi, Tarsidjan, mengaku sangat mendukung dengan kegiatan turnamen tersebut. Sebab, selain untuk ajang silahturahmi antar pemuda, juga untuk mencari bibit-bibit muda dalam dunia persepakbolaan khususnya di wilayah Suradadi. Karena itu, dia berharap, jagalah emosi dan hindari sikap anarkis yang dapat merugikan diri sendiri. Selain itu pula, dia juga mewanti-wanti kepada wasit, supaya bekerja dengan jujur dan baik.  "Hindarilah kecurangan, sebab hal itu dapat menimbulkan emosi. Jadikanlah suasana ini yang kondusif," pintanya singkat. (yerri novel)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Menyambut-Hari-Ulang-Tahun-RI-ke-67.html