Jumat, 08 Juni 2012

Ini Pengakuan Karolin Soal- Video Porno DPR

TEMPO.CO, Pontianak – Karolin Margareta Natasha buka suara soal skandal video porno anggota DPR yang diduga merupakan rekaman dirinya. Karolin membantah dirinya adalah pelaku di video itu. Dia meminta penjadwalan ulang pemeriksaan keterangannya oleh Badan Kehormatan DPR. (Baca: Kilikitik.net Tulis Aria Bima dan Karolin di Situs)
Karolin menyatakan untuk sementara dia bertindak hati-hati dengan tidak berbicara kepada pers. Menurut dia, bila berita itu ditanggapi, maka hanya akan menjadi debat kusir yang tidak berkesudahan serta menjadikan situasi politik Kalimantan Barat tidak kondusif. »Kami menduga ada unsur politik di balik semua ini,” kata putri Gubernur Kalimantan Barat ini. (Baca: Cornelis Curiga Motif Politik Penyebar Video Porno dan Keluarga Bantah Wanita dalam Video Porno Anaknya)
Unsur politik ini sangat kental, katanya, terutama mengingat pada pemilihan kepala daerah September 2012 mendatang ayah Karolin, Cornelis, akan maju lagi. »Siapa mereka, siapa di balik ini, kami tidak tahu,” kata Karolin. (Baca: George Toisutta Bantah di Balik Video Porno Anggota DPR)
Karolin sebelumnya tak hadir dalam pemeriksaan oleh Badan Kehormatan DPR RI. Ia mengaku sakit kala itu. Sekarang kesehatannya sudah mulai membaik. »Kami tetap menghargai proses yang ada di BK dan kami siap mengklarifikasi bahwa itu tidak benar,” ujarnya.
Karolin berharap Badan Kehormatan menilai secara obyektif. Dia menyerahkan sepenuhnya mekanisme penyelidikan kepada Badan Kehormatan. (Baca:Kronologi Beredarnya Video Porno Anggota DPR).
Sebelumnya, pakar analisis multimedia Yogi Hartanto menduga video itu hasil rekayasa. "Video mesum itu bukan KMN (Karolin). Memang banyak sekali yang memiliki wajah seperti itu,” katanya, Selasa, 5 Juni 2012. Menurut dia, pemeran wanita di video itu memang mirip dengan Karolin, tetapi tingkat kemiripannya sangat kecil. (Baca: Ahli: Video Syur Anggota DPR Hasil Editan)
Penilaian ini berdasarkan perbandingan ciri-ciri wajah, bentuk tubuh, dan tinggi badan Karolin dan wanita di video. Hasil analisis Yogi ini mengandalkan perangkat lunak di Mac Book Pro besutan Apple, yakni I Movie, Final Cut Pro, serta Adobe After Rffect.
»Audio yang ada di adegan video tersebut sangat berbeda dan tidak nyambung antara suara dengan tayangan," ujarnya. Ia menambahkan, saat wanita di video mesum tersebut berpaling, hanya empat detik dan itu sangat sulit bagi siapa pun untuk mengidentifikasi. Apalagi resolusi gambar yang sangat kecil. "Kemiripannya di bawah 50 persen," kata Yogi.
ASEANTY PAHLEVI
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/ini-pengakuan-karolin-soal-video-porno-dpr-040255598.html

0 komentar:

Poskan Komentar