Jumat, 08 Juni 2012

Seiring Raihan Piala Adipura

KABUPATEN Tegal belum lama meraih penghargaan piala Adipura dari Presiden-RI. Keberhasilan disambut baik oleh sejumlah kalangan, termasuk pekerja kebersihan jalan di wilayah Slawi. Mereka berharap dari konteks itu, nasib mereka juga ikut terangkat dengan peningkatan honor yang diterimanya. Saat ini sekitar 20 pekerja lebih masih menerima honorarium sangat minim dan butuh perhatian pemkab setempat.
 Bahkan dari sejumlah pekerja itu, banyak diantaranya yang bekerja sudah sepuluh tahun lebih, namun honor hariannya dibawah UMK setempat. Honor mereka, berkisar antara Rp 11, 5 ribu setiap harinya. Sedang mereka tidak memiliki penghasilan apapun, selain mengandalkan penghasilan dari honor kebersihan yang digelutinya setiap hari. Untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari saja dirasa kurang bagi mereka.  “Kami bersyukur bisa memiliki pendapatan dari pemkab. Namun jumlah honor yang kami terima guna pemenuhan hidup sehari-hari sangatlah kurang,” kata penyapu dan pembuang sampah jalan, Slamet (48) asal Desa Pedagangan, Dukuhwaru, kemarin.
 Dikatakan Slamet, dirinya sudah bekerja selama 15 tahun lebih, sebagai pembersih dan pembuang sampah jalanan. Dengan penghasilan setiap harinya hanya Rp 11,5 ribu, sangatlah kurang, demi pemenuhan hidup keluarganya setiap hari. Belum lagi untuk pemenuhan dua anaknya yang masih sekolah, sudah barang tentu sangat membutuhkan pendapatan lain.
 Padahal, dirinya hanya mengandalkan pendapatan dari hasil kebersihan dan membuang sampah jalanan, yang sudah digelutinya puluhan tahun itu. Sedang penghasilan tambahan juga tidak bisa didapatkan, karena saat ini menjadi buruh apapun seperti kuli batu atau lainnya cukup sulit.  “Saat ini setelah Kabupaten Tegal berhasil meraih piala Adipura, kami berharap ada perbaikan honor agar keluarganya bisa hidup semakin baik,” jelasnya.
 Namun demikian, dirinya dan sejumlah rekan sepekerjaan kesulitan kepada siapa harus mengadu dan meminta pertolongan. Namun demikian, Slamet hanya bisa pasrah dan semoga Pemkab Tegal bisa memahami keluhan yang dirasakan oleh pekerja kebersihan dan pembuang sampah jalan itu.
 PENGABDIAN
 Begitupun yang dikeluhkan pekerja lain, Wasmo (52), dirinya selama bekerja tidak ada ikatan dengan pihak pemanfaat jasanya. Meski demikian, pihaknya tetap senang, karena disamping mendapatkan honor yang dirasa kurang, dirinya mendasari kinerja dengan pengabdian. Walaupun begitu, mereka tetap berharap dengan keberhasilan daerahnya meraih Piala Adipura, menurutnya, sebuah harapan baru, nasib mereka juga terangkat dengan adanya honor yang lebih tinggi.
 “Semoga ada perhatian dan peningkatan honor kami dan rekan-rekan, sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidup lebih tercukupi,” ujar Wasmo.
 Menurut dia, sekecil apapun kinerja mereka, paling tidak andil menciptakan kebersihan kota Slawi. Sehingga dengan kondisi honorarium yang sekarang, sangatlah pantas berharap adanya perbaikan. Maklum, dirinya hanya seorang pekerja yang melihat usia sudah tidak mungkin bisa diangkat menjadi PNS Pemkab Tegal. Namun peningkatan honor, bagi mereka sebuah harapan yang sangat dinanti dan berarti bagi diri mereka.
 Apalagi sampai honor mereka bisa disamakan dengan UMK Kabupaten Tegal, sangatlah didambakan. Bukan berarti mereka berharap muluk, tetapi melihat beban kerja dan tanggungjawabnya, mereka beranggapan pantas untuk menikmati penambahan honor. Apalagi saat ini momentumnya dianggap tepat karena Kabupaten Tegal habis meraih penghargaan tertinggi soal kebersihan yaitu Adipura.  “Ini terucap dari lubuk hati kami. Semoga harapan kami semua bisa tercapai dan honor kami meningkat, amin,” pungkasnya. (goni)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Seiring-Raihan-Piala-Adipura.html

0 komentar:

Poskan Komentar