Sabtu, 21 Juli 2012

Paman Nurul Bantah Ada Hubungan Asmara

TARUB - Kepergian mahasiswi Universitas Indonesia (UI) Depok, Nurul Fitriyah (23) beberapa hari lalu bukan karena hubungan asmara dengan pamannya sendiri. Tapi ternyata, gadis asal RT 06, RW 02 Desa Setu, Kecamatan Tarub itu hanya ingin menenangkan diri. "Dia hanya ingin tenang saja. Sebab semenjak dia lulus skripsi dan di wisuda, dia belum pernah istirahat. Sehingga butuh kesegaran di luar tanpa ada yang mengganggu," kata Paman Nurul, Syaikhul Amin (26), saat ditemui di kedimannya di Desa Kemanggungan, Kecamatan Tarub, Jumat (20/7).
Kabar tentang kedekatannya dengan Nurul alias Pipit, itu hanyalah isu belaka. Sejauh ini, dirinya hanya sebatas paman dan keponakan. Sekalipun Nurul pernah dekat dengannya, kala itu hanya membantu mengerjakan skripsi. Pihaknya membantu selama dua bulan yang terhitung sejak bulan November sampai Desember. Kemudian bulan berikutnya, ia pun jarang komunikasi lagi sampai Nurul di wisuda.  "Selama dua bulan itu saya memang sering komunikasi lewat HP. Komunikasinya juga sebatas skripsi saja. Dan terakhir komunikasi setelah skripsi itu rampung," kata guru SMK swasta di Kabupaten Tegal ini.
Dirinya tak menampik, memang pernah pergi bersama Nurul ke sebuah tempat. Tapi kepergian itu, dirinya tidak sendiri. Dia didampingi istrinya dan juga seorang anaknya.  "Saya tidak pernah berduaan ataupun bercerita tentang hati dengan dia (Nurul). Saya berani ngobrol dengan dia, ketika ada istri saya saja," kata Amin berulang-ulang.
Sementara itu, Nurul yang kebetulan datang ke rumah Amin mengaku salah bicara ketika diintrogasi oleh petugas kepolisian Depok. Dia waktu itu sempat shok karena kepergiannya, ternyata dipublikasikan oleh media massa. "Memang waktu itu saya bicara seperti itu, tapi sebenarnya, saya hanya kagum saja melihat suami dari tante saya itu (Paman). Selain orangnya cerdas, dia juga perhatian," kata Nurul polos.
Dia juga mengaku bahwa kedekatannya dengan Amin hanya sebatas saudara. Tidak ada yang lebih dari semua itu. Karenanya, dia meminta maaf apabila ucapannya itu salah. "Mungkin karena saya capai, sehingga ucapan saya nglantur ketika ditanya pak Polisi. Maklum, selama satu bulan itu saya hanya tidur di warnet. Bahkan saya jarang sekali tidur. Kerjaan saya hanya mainan internet," terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kepergian Nurul karena gejolak asmara dengan seorang lelaki. Nurul merasa dipermainkan oleh lelaki tersebut, yang juga sebagai saudaranya sendiri. "Dia marah, dongkol, dan kesal karena merasa terbuang oleh orang yang dia cintai," kata Kepala Bagian Hubungan Kemasyarakatan Polresta Depok, Aiptu Bagus Suwardi.
Bagus mengatakan, Nurul merupakan gadis yang sangat tertutup, hanya menyimpan beban batinnya sendiri. Dia ingin sekali mencurahkan isi hatinya kepada orang lain, tapi ia merasa tidak ada orang yang cocok untuk bercerita.  "Akhirnya dia pergi menyendiri untuk menenangkan hatinya," katanya.
Walaupun Nurul tidak pernah menerobos batas-batas kewajaran dalam asmara, dirinya merasa perasaannya itu adalah aib bagi keluarga. Kenyataan yang harus Nurul lawan adalah dirinya sudah telanjur cinta. Nurul takut hal itu akan merusak hubungan keluarga besarnya. "Dia sangat marah dan kesal pada pamannya, tapi sayang," kata Bagus.
Dalam pelariannya itu, Nurul bermain dan tidur di warung Internet (warnet) satu dan pindah ke warnet lainnya. Di antaranya di warnet The Patch, Jalan Margonda Raya. Kalau tidak melakukan chatting dengan orang tidak dikenal, dia akan men-download video pop Korea. Jika merasa bosan, Nurul akan jalan-jalan di ITC Depok. Nurul pergi sejak 16 Juni dan ditemukan pada 16 Juli. (yer)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Paman-Nurul-Bantah-Ada-Hubungan-Asmara.html

0 komentar:

Poskan Komentar