Selasa, 17 Juli 2012

Pesona Kotak kotak

TEMPO.CO, Jakarta - Kemeja kotak-kotak yang menjadi "seragam" tim kampanye pasangan Jokowi-Basuki memang tidak bisa dikatakan sebagai faktor penentu kemenangan sementara mereka dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta. Namun, kemeja bermotif seperti ini memang tak pernah hilang dari peredaran tren. Musim apa pun, tahun berapa pun, kita selalu mendapati kemeja bermotif seperti ini di rak butik.

Terlepas dari pemakaian kemeja tersebut dalam ranah politik, kemeja kotak-kotak punya pesonanya sendiri. Di Eropa dan Amerika kemeja kotak-kotak sudah lama menjadi pelengkap celana jins. Menurut Levi Strauss, pelopor celana jins dunia berlabel Levi''s, gaya kotak-kotak menjadi simbol yang selalu dikenakan para buruh penyuka tampil apa adanya dan gaya kasual yang melambangkan sikap pekerja keras.

Faktor sejarah inilah yang membuat busana ini kerap dipakai oleh orang yang ingin bergaya country, seperti presenter senior dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Tantowi Yahya. "Saya penyuka country style," kata kakak kandung Helmi Yahya itu. Menurut dia, berkemeja kotak-kotak menjadi salah satu bagian dari gaya tersebut. "Kesannya memang santai, enjoy, dan tetap asyiklah," ujarnya ringan.

Di dunia hiburan, gaya berkemeja kotak-kotak pernah dikenakan penyanyi Lobo. Penyanyi yang berjaya pada 1970-an dengan lagu How Can I Tell Her ini tercatat sebagai penyanyi yang berkemeja kotak-kotak dalam beberapa kesempatan manggung. Penyanyi lain, Avenged Sevenfold, band heavy metal asal Huntington Beach, California, Amerika Serikat, juga suka berkemeja kotak-kotak. Beberapa personel band ini mengenakan kaus dan kemeja kotak-kotak yang tidak dikancingkan, sehingga terkesan santai.

Pada 1990-an kemeja kotak-kotak kerap dikenakan oleh musisi beraliran grunge, seperti Curt Cobain dari Nirvana. Cobain beberapa kali terlihat tampil, baik di atas panggung maupun dalam sesi pemotretan khusus, dengan kemeja kotak-kotak berbahan flanel. Kemeja lusuh ini, di masa itu, diidentikkan dengan kebebasan dan kehidupan yang agak slebor, pas dengan gaya mode grunge dan musiknya. Itulah juga alasan kemeja tersebut kerap dipakai oleh pencinta alam.

Salah seorang pencinta alam yang suka mengenakannya adalah Soe Hok Gie. Dalam sebuah tulisan mengenang pribadi Gie, dengan mengutip pernyataan Dien Pranata, kakak perempuan Gie, di zamannya sosok Gie yang idealis, belia, dan berjiwa muda dikenal suka berkemeja kotak-kotak. Mengutip Dien, Gie berkemeja kotak-kotak biru untuk menonton film atau menjadi pembicara di sebuah diskusi.

Meski berkemeja kotak-kotak tampil hampir di segala waktu, perancang Oki Wong, melihat pada pertengahan 2012 ini, gaya tersebut trennya meningkat. Dia menegaskan, dengan keunggulan memakai motif kotak dan permainan warna cerah, kemeja ini pun memiliki panjang yang dibuat fleksibel demi menarik perhatian. Semula panjang kemeja kotak-kotak sepaha, sekarang menjadi lebih pendek, sepinggang. Kemudian, supaya sisi modisnya kental, potongannya berbentuk slim fit dengan kantong. "Kemeja merupakan pilihan nyaman para pria. Kehadiran kemeja ini menjadi sihir mode yang diminati masyarakat, terutama kaum pria dan kalangan muda," kata Oki.

HADRIANI P
Sumber Berita : http://www.tempo.co/read/news/2012/07/17/110417577/Pesona-Kotak-kotak

0 komentar:

Poskan Komentar