Selasa, 27 Desember 2011

Operasionalisasi Rutan Brata Wirya

KETULUSAN untuk berbuat semata, kelak akan dipertemukan dijalan yang benar. Mungkin petuah bijak itu yang mendasari seorang mualaf asal Banjarnegara, tergerak hatinya untuk membantu mewujudkan rumah tahanan Polres Tegal yang lebih manusiawi. Maklum selama ini rutan di Mapolres Tegal berada di bagian depan Mako yang kadang membuat pembesuk merasa tidak nyaman dan dihantui rasa was-was.
Dari perenungan panjang seorang Budi Sarwono yang ingin menghabiskan hidupnya di jalan yang diridhoi Allah itulah, dia ikhlas menghibahkan sedikit rejekinya untuk mewujudkan bangunan rutan baru di halaman belakang Mapolres Tegal. Pemilik PT Bumi Rejo inipun merogoh koceknya senilai Rp 250 juta guna merampungkan bangunan yang berdiri di atas tanah seluas 130 meter persegi.
Kapolres Tegal, AKBP Nelson Pardamaian Purba SIK, yang meresmikan pengoperasionalisasian Rutan Brata Wirya, Selasa (27/12), sempat berbagi cerita tentang sosok Budi Sarwono yang juga pernah meringankan upaya Nelson untuk membangun masjid di Polres Banjarnegara, saat yang bersangkutan menjabat disana.
Dihadapan Wakil Bupati Tegal, H Moch Herry Soelistiyawan SH MHum dan Muspida plus, Nelson memberikan apresiasi positif terkait keikhlasan anak bangsa dalam mendukung kemajuan Polri di daerah. "Ditengah keterbatasan yang kini dimiliki Polri, uluran tangan dari anak bangsa untuk melengkapi sarana pendukung yang kita butuhkan patut dihargai. Dedikasi yang tulus iklhas tanpa pamrih ini seyogyanya menjadi penyemangat kami dalam peningkatan pelayanan dan kemitraan dengan masyarakat," ujarnya.
Dia mengaku, sudah mengenal sosok Budi Sarwono ketika masih menjabat Kapolres Banjarnegara. "Hidayah yang membuat langkahnya ingin menghabiskan sisa hidupnya di jalan kebenaran. Lewat perkenalannya dengan seorang ulama di wilayah Blora, Budi akhirnya menjadi mualaf dan ingin membelanjakan sisa kekayaannya untuk kemaslahatan umat," terang Nelson.
Budi sendiri saat didaulat untuk menyampaikan sambutan singkatnya, lebih banyak berharap dengan adanya rutan yang lebih familiar dan berada di belakang komplek Mapolres, setidaknya akan semakin mendekatkan masyarakat dengan aparat. Dia juga menyatakan belum tentu manusia yang berada di dalamnya benar-benar salah, dan mereka butuh mendapatkan apa yang menjadi haknya termasuk tempat yang nyaman di dalam rutan.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Rutan Brata Wirya yang juga Kabag Sumda, Kompol Moch Sujoko, menilai sumbangsih kali ini bisa mendukung program akselerasi Polri dalam hal peningkatan kinerja mendukung pola pelayanan prima terhadap masyarakat. Bangunan rutan sendiri terdiri dari tiga ruang tahanan yang mampu menampung sekitar 30 tahanan, dan satu ruang untuk melakukan aktivitas olah raga, ruang tunggu untuk pembesuk berikut kamar kecil.
Nelson sengaja memberi nama 'Brata Wirya' pada rumah tahanan yang baru diresmikannya dengan maksud agar mereka yang ada di dalamnya bisa merenungi apa yang telah diperbuat, agar kelak setelah keluar menjadi manusia cerdas dalam bertindak.
"Brata itu mengandung maksud jalan. Dan Wirya mempunyai makna cerdas. Diharapkan mereka yang ada di dalam bisa bersemedi, berdoa, menyadari diri dari kekhilafan, atau menjadi tempat pertobatan refleksi diri sehingga mereka bisa mencapai tingkat kecerdasan yang lebih baik setelah keluar dari ruangan ini," cetusnya.
Usai penandatanganan prasasti, Kapolres didampingi Wakil Bupati, Kejari, Ketua PN Slawi, Ketua Lapas, perwakilan Kodim 0712/Tegal, dan jajaran Muspida berkesempatan meninjau areal dalam lapas yang benar-benar respretentatif untuk ruang pertobatan bagi mereka yang tersandung kasus hukum. (hermas purwadi)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/

0 komentar:

Posting Komentar