Senin, 26 Maret 2012

Proyek Saluran Diduga Asal asalan

KRAMAT - Proyek saluran air sepanjang 300 meter di Jalan Pala Raya Barat Desa Mejasem Barat, Kecamatan Kramat, disinyalir asal-asalan. Hal ini terkuak, ketika Komisi III DPRD Kabupaten Tegal melakukan kunjungan kerja (kunker) ke lokasi, Senin (26/3) siang. Komisi III merasa geram lantaran banyak ditemukan kejanggalan pada proyek tersebut.  "Ini jelas tidak benar. Masa sudah banyak yang retak. Ini harus segera dibetulkan," tegas Yuswan Maulana ST, selaku sekretaris Komisi III, saat ditemui di lokasi.
Dia meyakini, bahwa pengerjaan saluran dengan volume 300 meter itu asal-asalan. Petugas atau pengawas dari Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (DPU CK) Kabupaten Tegal selaku pengguna anggaran, disinyalir tidak mengawasi secara maksimal. Dia meminta dinas terkait segera melakukan teguran tegas terhadap pemborong yang mengerjakan proyek tersebut.  "Dalam waktu dekat kami akan memanggil Kabid DPU CK untuk mempertanggungjawabkan semua ini," janji Yuswan.
Komisi III bertambah geram, setelah menemukan proyek perbaikan jalan yang sudah berlubang. Padahal proyek jalan yang berada di samping saluran tersebut baru di kerjakan dengan menggunakan APBD II tahun anggaran 2011. Lubang yang berdiameter lebar itu sangat membahayakan bagi pengguna jalan karena lokasinya berada di tikungan.
Menurut anggota Komisi III, Haji Budji, dengan adanya pengerjaan seperti ini, berarti pengawas dari PU tidak bekerja sesuai tupoksinya. Mestinya, pada saat pengajuan laporan mingguan maupun bulanan, pengawas harus mengecek ke lokasi sebelum menandatangani. Sehingga tidak terjadi demikian. Dia menyayangkan, pengawas proyek telah teledor dan tidak melaksanakan pekerjaannya dengan baik. "Kedua proyek ini belum ada yang benar. Proyek jalan maupun saluran, semuanya asal-asalan. Terkait ini, kami akan memanggil kepala UPTD PU Kramat yang mengawasi proyek jalan tersebut," tegasnya lantang.
Dirinya tak menampik, meskipun hanya kerusakan kecil, namun itu sudah melanggar ketentuan kontrak. Anggaran hasil lelang, harus digunakan dengan baik sesuai bestek maupun volume yang ada. "Walaupun hanya retak dan beberapa belum di pelur, tapi kan itu masalah. Dan itu merupakan temuan bagi kami," tandasnya.
Edi Kurnianto, selaku Pengawas proyek saluran dari DPU CK Kabupaten Tegal mengakui kondisi proyek tersebut masih banyak yang perlu diperbaiki. Terutama bagian saluran yang belum dipelur dan beberapa dinding saluran yang sudah retak. "Proyek ini masih dalam pemeliharaan. Dan kami akan segera koordinasikan dengan pemborong supaya memperbaikinya kembali," ujarnya.
Dia menyebutkan, proyek saluran tersebut menggunakan anggaran Provinsi dengan nama kegiatan pembangunan infrastruktur pedesaan dana ex.2P0A tahun anggaran 2011. Nilai anggaran hasil lelang sebesar Rp 170 juta dari nilai pagu Rp 209 juta. Edi tak mengelak, ketika mengawasi proyek tersebut, dirinya tidak maksimal. Alasannya, beban pekerjaan terlalu tinggi sehingga ada beberapa pekerjaan yang diabaikan.   "Saya sudah ngecek ketika laporan mingguan dan bulanan, tapi saya tidak maksimal," akunya polos. (yer) 
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Proyek-Saluran-Diduga-Asal-asalan.html

0 komentar:

Poskan Komentar