Selasa, 04 September 2012

MoU SMKN 2 Adiwerna BKSP Kadin dan IHK Jerman

LANGKAH taktis ditempuh pihak SMKN 2 Adiwerna untuk mengembangkan kurikulum yang dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dengan menjalin kerjasama antar komponen dunia kerja.

Hal ini seperti yang dilakukan pihak sekolah melalui penandatanganan kerjasama dengan Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Jawa Tengah, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah, dan IHK Jerman, yang digelar di aula sekolah tersebut Selasa (4/9) kemarin.
Bagi sekolah yang berbasis seni dan teknologi, menjadi inspirasi Kepala Sekolah, Dr Anon Priyantoro SPd MPd, untuk mengemas sekolah yang dipimpinnya menjadi unggulan pendidikan vokasi yang berbeda.
"Persaingan SMK yang ada sekarang, semakin kompetitif. Hal ini perlu disikapi dengan cara berkompetisi berusaha menghasilkan tamatan yang sesuai kebutuhan dunia kerja, dengan pemberdayaan komunitas yang ada di sekitar sekolah," ujarnya.
Diakuinya kerjasama dengan BKSP Jawa Tengah, Kadin Jawa Tengah, dan IHK Jerman yang merupakan Kadin-nya Jerman itu, diharapkan mampu menjadi media mengembangkan kemampuan dan ketrampilan anak didik melalui pemagangan di industri yang dikelola melalui pusat pelatihan KADIN Jawa Tengah.
Selebihnya dari kerjasama ini juga diharapkan peningkatan kemampuan peserta didik dan berorientasi pada kebutuhan praktik siswa, sehingga akan memperoleh kesempatan kerja yang baik.
Sementara itu Ketua BKSP Jawa Tengah, mengaku masih prihatin terhadap out put pendidikan kejuruan yang belum secara maksimal bisa memenuhi tuntutan dunia usaha. Hal ini mengingat lulusan kejuruan belum mempunyai sertifikasi kompetensi SDM yang mutlak dibutuhkan dunia usaha saat ini. Diakuinya, saat ini untuk Jawa Tengah dibutuhkan sekitar 22.000 tenaga garmen yang masih harus dipasok dari Jakarta. Dia berharap, ada upaya membangun kompetensi siswa dengan benar agar setelah lulus siswa bisa langsung berkarya sesuai dengan industrinya.
Anon pun mengakui, langkah awal membangun sinergitas dengan lembaga terkait diharapkan mampu mewujudkan tamatan yang berdaya guna.
"IHK Jerman merupakan lembaga yang berada di Jerman, sama seperti Kadin di Indonesia. Dari kerjasama ini dapat dijadikan modal pada pendidikan vokasi, khususnya di jenjang SMK," tuturnya.
Pihak IHK Jerman yang dalam hal ini langsung menghadirkan Ketua Program, Andreas Gosche, berharap sekali Indonesia bisa berkembang sama dengan negaranya, dimana lulusan SMK bisa langsung bekerja dihari pertama masuk dunia kerja. Dia berharap, melalui kerjasama ini lulusan SMK nantinya benar-benar trampil dan bisa membuktikannya lewat vokasi. Disinilah perlunya percepatan mutu SDM kedepan.
"Industri saat ini butuh SDM yang siap kerja. Dimana hubungan dengan kalangan industri sudah terjalin seperti yang dilakukan SMKN 2 Adiwerna. Disini kami akan mengupayakan pendidikan kejuruan sistem ganda langsung praktik dan magang ditengah pembelajaran materi di sekolah,” ujarnya dalam Bahasa Jerman yang telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.
Kepala Dindikpora Kabupaten Tegal, Drs Edy Pramono, memberi apresiasi lebih pada upaya SMKN 2 Adiwerna yang telah berani melangkah jauh ditengah persiapan pihaknya yang akan melakukan deklarasi Kabupaten Vokasi akhir bulan ini. Dia mengaku bangga dan mendukung kerjasama ini, dimana apa yang tidak dialami pihak jerman di Indonesia untuk menciptakan tenaga kerja lewat sekolah kejuruan bisa siap pakai, mampu diterapkan disini.
Edy mengakui, sekolah kejuruan disini meski sudah melalui tahapan magang tetapi belum juga ada yang mau memakainya lantaran siswanya belum memiliki kompetensi dibidangnya. (hermas purwadi)
 Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/MoU-SMKN-2-Adiwerna-BKSP-Kadin-dan-IHK-Jerman.html

0 komentar:

Poskan Komentar