Jumat, 07 September 2012

Otong Penjual Obat Kuat Menikahi 37 Wanita

Dengan bangga, Otong Gunawan (64) membanggakan prestasinya. Bukan masalah pekerjaan,olah raga atau urusan pemerintahan tetapi masalah seks dan perjalanan hidupnya dengan puluhan istri yang dia nikahi secara siri. "Saya menikah pertama kali usia 25 tahun. Kini saya memiliki satu istri sah satu,2 istri yang saya nikahi secara siri dan telah menceraikan 37 istri saya," ujar
Otong saat ditemui detikcom di kios toko obat kuat miliknya di kawasan Pasar Induk Cipinang, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jumat (7/9/2012). Istri pertama bernama Wani yang dianikahi secara sah di KUA. Dari pernikahan ini lahirlah 5 anak, 1 diantaranya meninggal dunia. Dari istri kedua bernama Ujan dan Otong dikaruniai 1 anak yang kini tinggal di Babelan, Bekasi. "Istri ketiga namanya Kami dan mendapat
1 orang anak. Sekarang dia tinggal di Jalan Sendang Mawar Cipinang Besar.Istri keempat, sudah meninggal sebulan lalu, namanya Enok," ujar lelaki yang mengaku maniak seks ini. Nah, sejak pernikahan pertama kali dia telah malang melintang di dunia perselingkuhan dan kenyang mengenyam semua berbagai tipe seks perempuan. Hal ini terbukti dengan pernikahan selama 37 kali dengan 37 perempuan secara siri. "Saya lupa nama-namanya," beber Otong dengan alasan karena terlalu banyak mantan istrinya. Dalam melasanakan ijab-kabul pernikahan, dia memanggil Pak RT, penghulu, saksi dan 20-an warga.Setelah semua berkumpul, Otong pun dinikahkan. Setelah itu dia mentraktir para hadirin dengan nasi bungkus padang. "Usia perkawinan saya paling lama 2 tahun. Paling cepat dua bulan sudah cerai," beber Otong. Nah, meski dia maniak seks, mempunyai istri banyak dan menjual obat kuat, tetapi Otong mengaku tidak pernah meminum obat kuat saat menggauli istri-istrinya. Tanpa malu-malu dia menceritakan rahasia tersebut dengan bangga. "Ada trik khusus. Saya dalam sehari pernah ke panti pijit dan berhubungan badan dengan 15 perempuan terus menerus. Saya ini raja seks," kisah Otong tertawa terkekeh.

RAHASIA OTONG MENIKAHI 37 PEREMPUAN

Otong Gunawan (64) membeberkan rahasia bisa menikahi 37 perempuan dalam kurun 39 tahun. Selain itu dia juga mengaku maniak seks dan pernah menggilir 15 orang dalam satu hari terus-menerus. Lalu apa rahasianya? "Saya kalau dulu banyak duit jadi bisa beli cewek karena hobi saya main cewek. Ditambah lagi dulu saya masih muda dan gagah," kata Otong saat ditemui detikcom di kios toko obat kuat miliknya di kawasan Pasar Induk Cipinang, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jumat (7/9/2012). Selain masalah fisik, dia juga mempelajari ilmu mistik. Dari ilmu kebal hingga ilmu pengasihan. Hal ini pula yang membuat
dia selalu rukun dengan para istrinya. "Kalau ilmu, semua ilmu saya pelajari. Dari kebal sampai punya ilmu pengasihan," tutur kakek 10 cucu ini. Mempunyai modal di atas, dia mengaku sudah pernah tidur dengan semua jenis perempuan. Tidak hanya itu, dia juga mengaku pernah meniduri perempuan dari seluruh suku di Indonesia. "Saya kawin udah ngerasain semua perempuan dari Sabang sampai Merauke. Perempuan dari Kalimantan pernah, dari Papua pernah. Paling sering dengan perempuan Jawa dan Indramayu," ujar Otong terkekeh. Saat ini Otong mempunyai istri sah satu orang bernama Wani dan dikarunia 5 anak. Selain itu dia mempunyai 2 istri yang dinikahi siri. Sisanya sudah dia ceraikan. "Semua akur, tidak ada yang protes. Saya kan raja seks," ujar Otong dengan tawa mengembang.

CARA MENGHIDUPI 37 ISTRI
Meski tingkat penghasilan pas- pasan, Otong Gunawan (64) bisa menikahi 37 perempuan sepanjang 39
tahun terakhir. Dia mengaku memiliki manajemen keuangan yang adil sehingga para istrinya tidak saling
cemburu dan marah. "Saat ini saya punya 3 istri. Kalau sehari bisa mendapat untung dari jualan obat kuat Rp 100 ribu, saya bagi tiga. Masing- masing istri saya kasih Rp 30 ribu. Sisanya saya kantongin," kata Otong saat ditemui detikcom di kios toko obat kuat miliknya di kawasan Pasar Induk Cipinang,
Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (7/9/2012). Pada tahun 1980-an, dia bisa mengeruk omzet dari jualan obat kuat Rp 300 ribu perhari, keuntungan yang sangat besar untuk ukuran waktu itu. Pelanggannya
mayoritas kuli Pasar Induk Cipinang. Dengan uang tersebut dia menikahi banyak perempuan silih berganti,
termasuk bermain perempuan di tempat pijat. Kini rezekinya merosot tajam. Namun dia beruntung karena istri sahnya mempunyai kehidupan mapan, sehingga kadang dia tidak perlu memberikan uang nafkah harian. "Kalau istri sah saya lebih kaya dari saya," kisah Otong. Otong terlahir sebagai anak petani sayur
di Babelan, Bekasi. Ayahnya biasa menanam cabai dan tomat. Jika memanen, orang tuanya membawa dengan memikul keranjang ke pasar. "Saya dua bersaudara, adik saya perempuan dan kini berjualan rokok,"
kisahnya. Jika musim paceklik, orang tua Otong jualan burung dari di Pasar Mede Lama, Jaksel. Otong sendiri mengenyam dunia pendidikan hanya sampai tingkat SMP. "Sempat masuk kelas 1 SMA tapi hanya
sebentar dan terpaksa keluar karena tidak ada biaya," ujar Otong. Meski jualan obat kuat dia sama sekali awam dalam hal farmasi. Dia menjual obat saat tahun 1975 saat tiba-tiba diminta membelikan obat kuat oleh orang yang tak dikenalnya di tepi rel kereta api di Pulogadung. "Sejak saat itu banyak yang mengira saya penjual obat kuat. Lalu saya buka kios hingga sekarang," kisah Otong.

Sumber Berita : http://my.opera.com/prasodjo/blog/

1 komentar:

ahmad juanda mengatakan...

booking hp.085774116461 anda, gg.cinta ps p.Gadung, jaktim 13260

Poskan Komentar