Minggu, 23 Oktober 2011

Patek Cs Berpesta Pasca Bom Bali I

SOLO- Solo dan Sukoharjo dipilih sebagai tempat untuk merencanakan pengeboman di Paddy’s Pub dan Sari Club di Legian, Kuta, 12 Oktober 2002, atau yang lebih dikenal sebagai teror Bom Bali I.
Di daerah ini pulalah pesta digelar berupa jamuan makan setelah peledakan bom yang memakan korban ratusan jiwa tersebut. Fakta itu terungkap dalam rekonstruksi yang dijalani Umar Patek dkk, Sabtu (22/10).    Rekonstruksi perencanaan kasus bom Bali I yang melibatkan Patek cs itu mendapat penjagaan ekstraketat dari aparat kepolisian. Wartawan dan masyarakat dilarang mendekat ke empat lokasi reka ulang.
Garis polisi dibentang puluhan meter sebelum tempat kejadian perkara (TKP). “Kami mempersiapkan 500 personel kepolisian untuk mengamankan wilayah Surakarta. Polisi tak hanya berjaga di TKP. Pengamanan ini untuk menjaga situasi tetap kondusif,” terang Kapolresta Surakarta Kombes Listyo Sigit Prabowo.
Dua lokasi reka ulang berada di Kota Solo, dua lainnya di Sukoharjo. Dalam setiap rekonstruksi, ratusan warga tumplek blek ingin melihat wajah-wajah para pelaku pengeboman.
Rekonstruksi mengambarkan peran Patek yang dominan. Selain menjadi otak intelektual bersama Dulmatin, dia mengajari Hari Kuncoro dan almarhum Maulana, pelaku bom bunuh diri di Hotel Ritz Carlton Jakarta, cara merakit bom.
Reka ulang memperlihatkan, para pelaku Bom Bali I tak merakit komponen elektronik di Solo untuk menjadi bom lalu dibawa ke Bali. Mereka merencanakan pengeboman dengan menggelar beberapa kali pertemuan.
Seusai survei lokasi yang menjadi sasaran pengeboman, Patek bersama kompolotannya kerap menggelar pertemuan di sejumlah tempat. Mereka antara lain Dulmatin, Imam Samudera, Ali Gufron alias Muklas, Amrozi, Ali Imron, Abdul Ghoni, Utomo Pamungkas alias Mubarok, Sawad alias Sarjio, dan Hari Kuncoro alias Bahar alias Husein. Perencanaan pengeboman di antaranya di rumah Hernianto di Desa Manang, Sanggrahan, Grogol dan rumah kontrakan Hari Kuncoro di Sidodadi, Pajang, Laweyan.
Rekonstruksi pertama digelar di Terminal Tirtonadi, Solo, sekitar pukul 05.15-05.30. Di sini, Patek menjalani dua adegan, yakni saat berangkat ke Bali untuk survei dan ketika pulang dari Bali menggunakan bus.
Pertemuan
Dalam adegan pertama, Patek diantar ke Terminal Tirtonadi oleh Dulmatin (diperankan petugas) dengan sepeda motor. Setelah reka ulang di Tirtonadi, Patek dikeler petugas ke lokasi kedua di rumah kontrakan Dulmatin di Dukuh Mantung, RT 04 / RW 05, Sanggrahan, Sukoharjo.
Dia dibawa dengan mobil Barracuda. Di rumah milik Suharno ini, Dulmatin dan Patek yang tinggal beberapa lama mengajarkan cara membuat bom kepada Hari Kuncoro dan Maulana (diperankan petugas). Imam Samudera dan Abdul Ghoni diketahui mengontrak rumah yang berdekatan dengan mereka.
Reka ulang berlanjut ke rumah kontrakan Hari Kuncoro di Sidodadi. Di tempat itu para pelaku menggelar pertemuan untuk merencanakan pengeboman. Selain Patek, yang menjalani rekonstruksi di sini adalah Ali Imron, Abdul Ghoni, Mubarok, Sawad, dan Hari Kuncoro. Pelaku lain seperti Muklas, Amrozi, Imam Samudera, dan Idris diperankan petugas.
Rekonstruksi terakhir digelar di rumah kontrakan di Perumahan Candi Baru, Gonilan, Kartasura, Sukoharjo, sekitar pukul 07.00-07.17. Di sini, Patek bersama Hari Kuncoro serta Imam Samudera dan Dulmatin mematangkan rencana kesiapan aksi Bom Bali I.
Mereka kemudian secara terpisah berangkat ke Bali untuk bertemu Amrozi dan pelaku lain. Di Bali, berbagai rangkaian elektronik dirakit, sejumlah bahan peledak dibeli, hingga bom diledakkan.
Setelah aksi Bom Bali I, Hari Kuncoro di rumah kontrakannya di Kampung Sidodadi, Pajang, menjamu Patek yang datang bersama pelaku lain. Mereka merayakan keberhasilan meledakkan bom di Paddy’s Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta, serta di dekat Kantor Konsulat Amerika Serikat. “Mereka memang makan-makan setelah Bom Bali I,” ungkap seorang perwira Polresta Surakarta yang meminta namanya dirahasiakan. 
Total waktu reka ulang di empat titik itu adalah dua jam. Pada Sabtu siang, Patek, Ali Imron, Mubarok, dan Hari Kuncoro diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani penahanan di Mabes Polri. Adapun Abdul Ghoni dan Sawad dikembalikan ke LP Kedungpane Semarang. (G11,K23,H46-65)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/10/23/163754/

0 komentar:

Posting Komentar