Selasa, 20 Maret 2012

Kenaikan BBM dan DP Ancam Penjualan Mini MPV

Rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dan aturan Down Payment (DP) 30 persen yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) untuk setiap pembelian mobil diperkirakan berdampak pada penurunan volume penjualan Plaza Toyota antara 10 sampai 15 persen.
"Perkiraan penurunan 10 - 15 persen berdasarkan komposisi kendaraan diesel dan bensin, dengan asumsi impact terbesar hanya pada kendaraan bensin. Selain itu juga didasarkan pada komposisi penjualan melalui fasilitas pembiayaan (leasing)," terang M. Afi Prabowo, Branch Manager Plaza Toyota Tendean Jakarta kepada otosia.com, Selasa (20/3).
Menurut Afi, segmen Toyota yang paling terkena imbas kenaikan BBM dan DP adalah jenis mini MPV (multi purpose vehicle), seperti Avanza karena masuk kategori price sensitive customer/price conscious customer.
"Mereka yang mewakili segmen ini diisi oleh masyarakat yang dulu para pengguna motor. Karena naiknya kesejahteraan, mulai berganti ke mobil dengan harga terjangkau, yang dibarengi dengan pengambilan fasilitas pembiayaan kredit," ujar Afi.
Kebijakan pemerintah di sektor pembiayaan dan bahan bakar tidak lantas merubah haluan target yang ditetapkan Plaza Toyota di tahun 2012. Pasalnya menurut Afi, dampak kenaikan BBM dan uang muka hanya bersifat sementara, atau semacam efek kejut sesaat.
"Pasti ada impactnya. Tetapi feeling kita sih tidak akan berlangsung lama, paling banter dua bulan. Kenapa saya katakan demikian? Karena harga BBM pernah di level 6.000/liter, dan saya rasa masyarakat akan menjadi terbiasa dengan kenaikan ini," katanya.
Sebaliknya, kata Afi, penurunan penjualan retail dari price sensitive customer akan diimbangi dengan tumbuhnya sektor rental, lantaran perusahaan-perusahaan lebih mempertimbangkan untuk sewa kendaraan daripada membeli, terutama perusahaan dengan jumlah armada operasional besar.
"Menyewa dianggap lebih mudah dan relatif murah karena perusahaan hanya menambah salah satu komponen cost, dibandingkan membeli yang relatif costly dan agak gambling di kondisi sekarang. Gambling terutama masalah re-sale dan maintenance. Hal inilah yang memicu pertumbuhan bisnis rental yang merupakan peluang bagi kami," ungkapnya.
Terkait dengan situasi tersebut, Afi mengaku Plaza Toyota memilih strategi pemasaran
yang lebih diarahkan kepada edukasi customer dan mengoptimalkan penggarapan customer loyal. Caranya dengan melakukan re-purchase atau menggali referensi dan konsolidasi internal terhadap squad marketing dalam melakukan penetrasi, terutama price sensitive customer.
"Eksternal lebih ke filtering database dan fokus target pada perusahaan-perusahaan
penyewaan melalui paket-paket menarik dan mengedepankan total value chain atau B2B concept," tutup Afi. (kpl/bun)
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/kenaikan-bbm-dan-dp-ancam-penjualan-mini-mpv-104500629.html

0 komentar:

Posting Komentar