Selasa, 10 Juli 2012

Sejumlah Petani Padi di Kecamatan Tarub Resah

Musim kemarau di bulan ini, belum juga usai. Diperkirakan, kemarau akan melanda tanah Jawa ini, akan berlangsung hingga akhir tahun nanti. Akibatnya, banyak petani yang mengeluhkan karenanya. Seperti apa keluhannya?

LAPORAN: YERI NOVEL
KENDATI musim panen tinggal beberapa hari lagi, namun kecerian di wajah petani, tidak tampak. Padahal, biasanya petani akan terlihat sumringah manakala lahan pertaniannya mendekati masa panen.
Hal itu terjadi di lahan pertanian padi di wilayah Desa Kedokan Sayang Kecamatan Tarub. Ketika ditemui wartawan, sejumlah wajah petani di desa itu terlihat sedih dan cemas karena hampir semua tanamannya terserang hama.
Hama yang melanda sepuluhan hektar tanaman padi di wilayah tersebut adalah wereng berwarna coklat kehitaman. Sejauh ini, sebagai upaya menghindari gagal panen, petani melakukan pembasmian dengan dengan cara menyemprot padi. Penyemprotan itu tidak hanya sekali. Selagi wereng itu masih menyerang tanaman padinya, penyemprotan tidak akan berhenti.
"Antara 3 sampai 5 kali setiap harinya, tanaman padi ini kami semprot dengan obat," tutur Tasrip (53), salah satu petani asal Desa Kedokan Sayang Kecamatan Tarub, Senin (9/7).
Bapak dari tiga anak ini menuturkan, hama wereng yang menyerang tanaman padi di wilayahnya berlangsung setiap sore hari. Hewan kecil itu menyerang tanaman padi yang berusia antara 1,5 bulan sampai 2 bulan. Sedangkan masa panennya, setelah usianya mendekati tiga bulan nanti.
Kondisi padi yang seharusnya berwarna hijau, kini berubah menjadi kuning dan berangsur mati. Dengan begitu, hasil panen nanti dipastikan bakal berkurang.
"Sebagian tanaman sudah ada yang mati karena terserang hama wereng. Kami tidak tahu harus berbuat apalagi," kata Tasrip sedih.
Kepala Desa Kedokan Sayang, Nurlela, didampingi Kepala Urusan Keuangan Desa, Hartono, menyatakan hal senada dengan para petani tersebut. Menurutnya, kesedihan petani di wilayahnya, tidak hanya diserang oleh hama wereng. Tanaman padi tersebut juga kekurangan air selama masa tanam berlangsung. Karenanya, tak sedikit petani sekitar melakukan penyedotan ke berbagai sumber mata air.
"Luas lahan pertanian disini sekitar 10 hektaran. Dan saat ini, petani sedang mengalami kesulitan. Selain serangan hama wereng, mereka juga sedang kesulitan mendapatkan air karena musim kemarau. Untuk itu, kami berharap dari dinas terkait memberikan perhatian kepada petani sekitar atau minimal memberikan obat untuk mengusir wereng," pungkasnya. (*) 
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Sejumlah-Petani-Padi-di-Kecamatan-Tarub-Resah.html

0 komentar:

Poskan Komentar