Senin, 11 Juni 2012

Dari Pendampingan Klinis Terhadap Puskesmas dan Rumah Sakit

Berbagai upaya untuk menurunkan angka kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Tegal telah ditempuh Dinas Kesehatan. Salah satunya dengan melakukan pendampingan klinis terhadap Puskemas dan rumah sakit dalam porgram Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS). Seperti apa?

LAPORAN : M FATKHUROHMAN
Bermacam langkah dan upaya telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal. Salah satunya menjalin kerja sama dengan Program EMAS (Expanding Maternal and Neonatal Survival).
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Dr Hendadi Setiaji MKes, program EMAS  bertujuan untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi sebesar 25 persen. Upaya–upaya  dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi yang telah dan akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal dan Program EMAS dilaksanakan di tingkat Puskesmas dan Rumah Sakit rujukan yang menjadi jejaring program EMAS.
Dikatakannya, pendampingan klinis terhadap Puskesmas dan RS jejaring Vanguard Program EMAS ini akan dilakukan selama 7 hari antara tanggal 8 Juni hingga 14 Juni. Tim Pendamping berasal dari Lembaga Kesehatan Budi Kemuliaan (LKBK) Jakarta yang bekerja sama dengan Program EMAS. Adapun Puskesmas yang menjadi jejaring Vanguard EMAS seperti Puskesmas Jatinegara, Puskesmas Bumijawa, Puskesmas Margasari, Puskesmas Balapulang, Puskesmas Pagiyanten, Puskesmas Pagerbarang, Puskesmas Tarub, Puskesmas Suradadi, dan Rumah Bersalin St Mafroh Dukuhturi. Sedangkan RS yang menjadi jejaring Vanguard EMAS yakni RSUD dr Soeselo Slawi, RS Adella Slawi, dan RSI Muhammadiyah Singkil Adiwerna.
“Pendampingan Klinis ini akan mengurai masalah-masalah yang ada di Puskesmas dan Rumah Sakit yang ditunjuk, yang nantinya akan dirangkum oleh Puskesmas dan RS, dan nantinya akan disimpulkan menjadi Rencana Tindak Lanjut (RTL),” ungkapnya.
Dikatakannya, RTL akan dipaparkan oleh Puskesmas dan RS di depan Bupati dan Dinas  terkait pada Kamis (14/6) pada acara penutupan pendampingan klinis Bupati Tegal dan instansi terkait. Dengan harapan, akan memberikan arahan dan stressing terhadap RTL yang akan disampaikan.
Dalam acara pendampingan klinis Tim EMAS di Kabupaten Tegal yang diadakan di ruang rapat Bupati, Jumat (8/6) tersebut, dihadiri Wakil Bupati Tegal, Dinas Propinsi Jawa Tengah, Tim EMAS Propinsi Jawa Tengah, Dinas terkait di Kabupaten Tegal, organisasi profesi, Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Puskesmas, dan RS jejaring Vanguard EMAS.
“Kebersamaan dan kerja keras itulah kata kunci keberhasilan Kota Slawi Kabupaten Tegal meraih penghargaan Adipura tahun 2012. Saya berharap pengalaman ini dapat menjadikan pegangan dalam upaya akselerasi penurunan kematian ibu dan bayi di Kabupaten Tegal,” kata Wakil Bupati Tegal, HM Herry Soelistiyawan SH MHum, dalam acara pembukaan pertemuan pendampingan Klinis program EMAS di Ruang rapat Bupati kemarin, Jumat (8/6).
Dalam pertemuan tersebut diserahkan secara simbolik dari Wakil Bupati Tegal buku KIA kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, dr Hendadi Setiadji MKes, yang selanjutnya buku tersebut diserahkan kepada ibu hamil.
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Tegal berpesan kepada semua ibu hamil di seluruh wilayah untuk mencermati kata per kata dan lembar per lembar tentang isi buku KIA dengan bantuan fasilitasi oleh bidan. “Insya Allah, kalau ini dapat dilaksanakan dengan baik maka kesehatan dan faktor resiko tinggi kehamilan dapat dipantau dan hal–hal yang buruk dapat diatasi,” ungkapnya.
Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, dr Hendadi Setiaji MKes, melaporkan bahwa Pemkab Tegal dalam upaya akselerasi penurunan kematian ibu dan bayi di Kabupaten Tegal, sudah cukup banyak. Sekarang ini yang telah dilaksanakan adalah memberikan pemahaman yang tepat akan pentingnya buku KIA. Setiap ibu hamil yang memeriksakan kandungannya pada tenaga kesehatan baik di Posyandu, Poliklinik Kesehatan Desa (PKD), Puskesmas, maupun Rumah Sakit akan mendapatkan buku pemantauan kehamilan yaitu buku KIA. “Sementara ini kami memandang pemanfaatan buku KIA belum maksimal, mestinya ibu hamil dan kader kesehatan harus tahu betul isi kandungan buku KIA. Sekarang sedang kita laksanakan sosialisasi yang mendalam tentang buku KIA kepada semua stake holder baik itu kader kesehatan, organisasi masyarakat Aisyiah dan Muslimat, agar berperan aktif dalam sosialisasi buku KIA,” katanya.
Sementara acara pembukaaan pendampingan klinis ditutup dengan arahan dari Program EMAS yaitu dr M Baharrudin SpOG MARS dari Lembaga Kesehatan Budi Kemuliaan Jakarta.  Menurutnya, kematian ibu dan bayi seberapapun angkanya itu merupakan masalah baginya, sehingga diperlukan hal-hal mendasar dalam mengatasinya. “Saya harapkan kepada semua tenaga kesehatan baik bidan atau dokter sekalipun untuk lebih memahami arti kehidupan. Hidup adalah anugerah yang harus disyukuri dan dijaga, jangan lengah. Apa yang kita perbuat di dunia sekecil apapun akan dipertanggungjawabkan, sehingga harus sabar, ikhlas, dan tawakal kepada Allah,” pesannya. (*)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Dari-Pendampingan-Klinis-terhadap-Puskesmas-dan-Rumah-Sakit.html

0 komentar:

Poskan Komentar