Kamis, 02 Februari 2012

Sejarah Singkat Hari Infanteri

SEJARAH SINGKAT HARI INFANTERI

image


      Pada tanggal 19 Desember 1948 pukul 06.00 WIB tentara Belanda dipimpin Jenderal Spoor terdiri dari Divisi A, B dan C yang modern di Jawa yang berupa gabungan dari 2 Divisi KNIL dan 2 Divisi KL serta 3 Brigade di Sumatera melancarkan Agresi Militer II dengan mengebom Maguwo dan menerjunkan ‘paratroppen’ nya, selanjutnya dengan cepat menyerbu kota Yogyakarta dan mengepung gedung Agung Yogya dimana sebagian besar pejabat negara ada didalamnya. Menghadapi situasi demikian berdasarkan pertimbangan politik anggota Kabinet memutuskan untuk menyerahkan diri dan memberi mandat kepada Mr. Syarifudin Prawiranegara untuk membentuk Pemerintahan Darurat Sementara (PDRI) di Sumatera guna melanjutkan perjuangan diplomasi.

     Mengetahui Belanda melancarkan Agresi Militer II, maka Panglima Besar Jenderal Soedirman pada pukul 08.00 WIB segera mengeluarkan Perintah Kilat No. 1/PB/D/48 tanggal 19 Desember 1948 (oleh Soepardjo Rustam teks Perintah Kilat tersebut diberikan kepada Utoyo Kolopaking agar disiarkan secara luas melalui RRI Yogya) yang ditujukan kepada Angkatan Perang RI untuk melawan musuh dengan melaksanakan Gerilya . Saat melaporkan kepada Presiden Soekarno tentang situasi yang sedang dihadapi, Panglima Besar Jenderal Soedirman menyatakan akan tetap meneruskan perjuangan. ”Met of zonder pemerintah, tentara akan berjuang terus” . Kemudian, setelah mengamankan keluarganya disuatu tempat, beliau segera berangkat keluar kota untuk memimpin gerilya melawan Belanda.

     Aktifnya satuan-satuan TNI melaksanakan perang gerilya sangat merepotkan operasi Polisionil yang dilakukan oleh militer Belanda. Hal ini tidak luput dari Komando Pengendalian yang konsisten oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman. Serangan-serangan sukses yang dilakukan satuan-satuan TNI saat itu, antara lain Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogya, Serangan Offensif 4 hari 4 malam di Solo 7-10 Agustus 1949 dan lain-lain diseluruh wilayah Indonesia.

     Dengan keputusan Panglima Besar Jenderal Soedirman mengeluarkan Perintah Kilat No. 1/PB/D/48 tanggal 19 Desember 1948 maka satuan-satuan Angkatan Perang yang didukung masyarakat melaksanakan perang gerilya di seluruh daerah, karena persenjataan dan perlengkapan yang sangat terbatas dan seadanya tidak ada jalan lain kecuali menggunakan cara-cara Infanteri dalam menghadapi tentara Belanda sehingga setiap pertempuran dapat dimenangkan. Tidak berlebihan bila tanggal 19 Desember 1948 tersebut merupakan hari kebanggaan “Infanteri”

     Dari peristiwa bersejarah dikeluarkannya Perintah Kilat No. 1/PB/D/48 tanggal 19 Desember 1948 yang secara nyata telah memberikan bukti kepada dunia akan keberadaan Tentara Nasional Indonesia masih tetap eksis serta memaksa Belanda untuk mengakui kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka tanggal 19 Desember ditetapkan sebagai Hari Infanteri dan diperingati setiap tahun. 
Sat, 19 Dec 2009 @07:28
Sumber Berita : http://pussenif.com/article/12289/sejarah-singkat-hari-infanteri.html

0 komentar:

Poskan Komentar