Sabtu, 28 April 2012

Lapas Tegal Produksi Gitar Klasik

TEGAL-Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tegal, mulai awal tahun ini memproduksi gitar klasik. Seluruh proses pembuatan gitar dari pencetakan, perakitan, finishing, hingga kontrol kualitas, dikerjakan oleh warga binaaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Tegal.

Gitar klasik buatan WBP Lapas Tegal yang diberi label ”El Pas Te 8U1”, tersebut merupakan produk unggulan bengkel kerja Lapas Tegal. Kepala Lapas Tegal Drs Rudi CH Gill BcIP mengatakan, seluruh Lapas di Indonesia diminta memunculkan produk unggulan dari bengkel kerja produktif. Ini sesuai amanat Dirjen Pemasyarakatan terkait program Bengkel Kerja Bangkit yang Berinovasi. ”Jika Lapas Surabaya memiliki program unggulan membuat kapal patroli, Padang membuat tiang listrik yang omzetnya mencapai miliaran, maka di Tegal punya gitar El Pas Te 8U1,” kata dia, usai upacara memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-48 di Lapas Tegal, Jumat (27/4) lalu.

Rudi menyebutkan, pemilihan gitar klasik sebagai produk unggulan, karena banyak WBP Lapas Tegal yang memiliki minat dan bakat di bidang tersebut. Mengenai nama El Pas Te menurut dia berasal dari kata Lapas Tegal, sedangkan kode 8U1 jika dibaca bui. Ini akan mengingatkan pembeli terhadap ”pabrik” gitar tersebut. Untuk proses produksi, tiga WBP diminta menjadi koordinator, yakni Aji Wijayanto (40) untuk bagian perakitan, Yusuf (40) untuk finishing dan Tardi atau Enjong (32) untuk kontrol kualitas. Mereka bertugas mengecek hasil kerja rekan-rekannya.

Hemat Ongkos

Menurut Rudi, untuk membuat gitar tersebut, pihaknya tidak mengundang ahli dari luar. Hal ini demi menghemat ongkos produksi. ”Kami membeli gitar untuk contoh. Mereka pelajari dan mengembangkan sendiri. Sama seperti saat membuat kerajinan lainnya,” terang dia. Meski harus mempelajari sendiri, ternyata WBP bisa membuat gitar berkualitas, yang tak kalah dengan gitar yang dijual di toko. Semua bahan baku yang digunakan untuk membuat gitar merupakan bahan berkualitas.

Misalnya untuk bodi gitar dibuat menggunakan tripleks Megateak, sedangkan stang gitar menggunakan kayu mahoni. Soal harga yang ditawarkan, jauh lebih murah dibanding harga di toko, yakni Rp 250.000 per buah. Untuk pemasaran, diakuinya saat ini baru sebatas melayani pemesanan kalangan internal. Padahal, pihaknya siap menerima pesanan dari luar dalam jumlah banyak.

Dalam pameran di Cilacap yang dihadiri Menteri Hukum dan HAM belum lama ini, Gitar El Pas Te menarik perhatian pengunjung. Dirjen Pemasyarakatan Sidabudin SH MH bahkan memebeli sebuah. Permintaan menyusul dari Lapas Anak Tangerang. Sejumlah 11 buah gitar El Pas Te telah dikirim ke sana beberapa waktu lalu. ”Dengan produk ini kami juga turut mendukung program Tegal Bisnis yang dicanangkan Pemkot Tegal. Untuk pemasaran produk, kami sangat ingin kerja sama dengan instansi terkait.” (H45-48) (/)
Sumber Berita : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/04/29/184802/Lapas-Tegal-Produksi-Gitar-Klasik

0 komentar:

Poskan Komentar