Senin, 27 Agustus 2012

Budaya Berlalu Lintas Masih Buruk

JAKARTA- Kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat 2012 tercatat 5.233 kasus. Faktor utama penyebab kecelakaan itu adalah budaya berlalu lintas yang masih buruk.
"Kita harus mengupayakan budaya tertib berlalu lintas agar jumlah kecelakaan bisa ditekan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Senin (27/8).
Ia menjelaskan, 5.233 kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama 11 Agustus-26 Agustus itu menyebabkan 908 orang meninggal dunia, 1.505 orang luka berat, dan 5.139 orang menderita luka ringan. "Total kerugian materi Rp 11.815.475.012," ujar Boy.
Dikatakan lebih lanjut, kecelakaan terbanyak dialami sepeda motor (5.634), kemudian mobil pribadi (1.188), bus (276), mobil angkutan barang (658) , dan angkutan khusus (13), dan kendaraan tak bermotor (101). Menurut Boy, dari data tersebut,  berarti terjadi kenaikan angka kecelakaan lalu lintas yakni enam persen per hari dan korban meninggal naik 15 persen dibandingkan tahun 2011.
Kendati angka kecelakaan meningkat, Boy mengklaim secara umum Opersi Ketupat berjalan baik dan sukses.
Manajemen Mudik
Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengatakan, manajemen mudik harus diatur.
"Sarana transportasi massal yang lebih baik harus diadakan pemerintah. Konsentrasinya adalah perbaikan infrastruktur transportasi. Aneh sekali, setiap tahun korban mudik begitu banyak. Di China ada lunar session (Tahun Baru China), yang pulang ratusan juta orang, namun tidak ada korban sebanyak di negara kita. Pemerintah, dalam hal ini kepolisian dan Kemenhub, harus mengatur semuanya," kata Pramono.
Menurutnya, manajemen mudik seharusnya sudah diterapkan secara baku oleh pemerintah. Tujuannya agar kecelakaan bisa dikurangi, demikian juga kemacetan bisa diantisipasi. (K24,dtc-59)
Sumber Berita :  http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/08/28/196798/Budaya-Berlalu-Lintas-Masih-Buruk

0 komentar:

Poskan Komentar