Senin, 27 Agustus 2012

Grup Facebook SLKT Bantu Bayi Buta

SLAWI – Baru-baru ini grup facebook Sisi Lain Kabupaten Tegal (SLKT) dan Rembug Batir Jakarta membantu bayi terkena penyakit buta mata yang baru berumur 7 bulan. Bayi yang bernama Ibnu Maulana di vonis buta oleh salah satu dokter pada saat 6 bulan dan di rujuk ke Rumah Sakit Karyadi Semarang untuk di lakukan operasi atau terapi. Namun karena tidak adanya biaya anak dari pasangan Andes Purwantoro (24) dan Indah Rohmani (22) asal Desa Bedug RT 25 RW 6 tersebut terpaksa ditunda.  “Semenjak kami mendengar ada keluarga kurang mampu yang anaknya terkena penyakit buta tersebut, kami bersama kawan-kawan mencoba membantu semampu kami dengan meminta para donatur dan menfasilitasi kepada dinas agar memilki jamkesda. Al hamdulillah, pada hari Rabu (29/8) nanti bayi tersebut akan di bawa ke Rumah Sakit Karyadi semarang,” kata Wildan Hermawan, pada saat menghantar ke Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Senin (27/8).
Ia menuturkan, setelah lebaran kemarin, pihaknya bersama anggota grup facebook lainnya mencari bantuan dari pada donatur, dan pihaknya baru memberikan bantuan sebesar Rp 600 ribu. Sementara keluarga ketika akan menyewa mobil ongkos sewanya senilai Rp 1 juta. Namun atas usaha dari para anggota grup facebook, ada salah seorang yang siap membantu biaya mobil, supir dan lainnya secara gratis.  “Atas informasi yang kami sampaikan melalui facebook, ketua DPRD Kabupaten Tegal, H Rojikin AH SH, pada saat pemberangkatan nanti siap memfasilitasi pemberangkatan keluarga tersebut nanti,” ujarnya.
Sementara, setelah pihaknya mendapatkan bantuan untuk pemberangkatan bayi tersebut ke Semarang, pihaknya tetap menfasilitasi keluarga untuk bertemu dengan kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Hendadi S. Hasil pertemuan dengan dinkes, pihak dinkes siap menfasilitasi bayi yang terkena penyakit buta dan harus dibawa ke Semarang agar lebih mudah dalam melakukan pelayanan di Semarang nanti.  “Selain jamkesda yang sudah kami siapkan, kami akan mengusulkan biaya pendampingan, karena mungkin bayi tersebut nanti akan memakan waktu dalam pengobatan di Semarang. Karenanya dinkes siap melayani dengan penataan yang baik,” ungkap Hendadi S, dihadapan keluarga.
Ia berharap dalam melakukan pengobatan di Semarang nanti, karena berasal dari keluarga tidak mampu, bisa diselesaikan dengan sempurna, tidak sepotong-sepotong. “Jemkesda sudah siap, informasi tentang dirinya tidak mau bertemu dengan keluarga itu bukan berarti kami sengaja menghindar, tetapi kami pada saat itu sedang tugas luar dan sekarang kami siap membantu sampai dengan selesai,” ungkapnya.
Sementara, pihak keluarga sangat berterima kasih kepada semua yang telah membantu keberangkatan dan pengobatan bayinya untuk sampai ke RS Karyadi Semarang. “Mudah-mudahan semua yang membantu kami mendapatkan pahala yang setimpal,” kata ayah bayi,  Andes Purwantoro, yang hanya bekerja sebagai kuli buah. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Grup-Facebook-SLKT-Bantu-Bayi-Buta.html

0 komentar:

Poskan Komentar