Kamis, 22 September 2011

Diraba Pejabat BPN Saat Memfotokopi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Korban pencabulan pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN), AN (25) tak kuasa menahan tangis ketika harus menceritakan kronologi pelecehan seksual yang dilakukan sang bos, G.
"Pada saat pemeriksaan korban sempat menangis karena trauma. Mungkin karena kejadiannya baru bulan Juli," ujar kuasa hukum korban, Santi Dewi di Mapolda Metro Jaya, Kamis (22/9/2011).
Kepada penyidik, AN menuturkan kalau dirinya diperlakukan tidak senonoh sang pimpinan dengan inisial G sebanyak tiga kali di ruangan bosnya bekerja. Kejadian pertama terjadi di bulan Maret 2011 ketika AN masih belum menjabat sebagai asisten pribadi G.
"Saat itu ia sedang duduk dan hanya dicolek saja," kata Santi.
Kemudian pada 6 Juli 2011, AN diangkat menjadi asisten pribadi G. Sampai akhirnya pada 12 Juli AN mendapat kembali perlakuan tidak wajar dari sang atasan dengan meraba-raba dirinya ketika sedang memfoto kopi di ruang bosnya.
"Kejadian kedua ketika ia sedang memfotokopi dipegang-pegang pelaku," ucapnya.
Korban pun sempat memberikan perlawanan dan mengingatkan bosnya supaya tidak melakukan hal tersebut. Berselang beberapa jam kejadian pelecehan seksual terjadi kembali pada AN. Saat itu, korban sedeang membuat bahan presentasi di ruang bosnya, tiba-tiba G datang dan kembali meraba-raba.
Ketika sedang melakukan aksinya, asiten pribadinya G yang lain memergoki.
"Pada saat pelaku sedang meraba-raba, tiba-tiba asiten pribadinya (AIS) masuk untuk memberitahukan ada tamu dan memergoki kejadian tersebut," ungkapnya.
Karena kejadian tersebut lah akhirnya menyulut dua korban lainnya AIS dan NPS untuk berani berbicara dan mengadu ke pimpinan BPN bersama AN pada bulan Agustus. Kemudian ketiga pun melapor ke Komnas Perempuan, sampai akhirnya membawa kasus tersebut ke polisi.
Sampai saat ini, AN masih menjalani pemeriksaan di Satuan Renakta Poleda Metro Jaya. "Kemungkinan sampai malam, karena dari 23 pertanyaan yang akan diajukan, korban baru menjawab 11 pertanyaan," ungkapnya.
Sumber Berita : http://id.berita.yahoo.com/

0 komentar:

Posting Komentar