Senin, 17 September 2012

Tegal Dipilih sebagai Lokasi Program EMAS

KABUPATEN Tegal terpilih sebagai lokasi pelaksanaan program program Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS) yang bertujuan untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan anak. Selain Kabupaten Tegal, yang terpilih dalam program tersebut adalah, Kabupaten Banyumas. Program ini merupakan kerjasama antara  lembaga nonprofit internasional (USAID dan JHPIEGO) dengan Persyarikatan Muhammadiyah sebagai Koordinator Forum Masyarakat Madani Tim Emas.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tegal, Ahmad Zaki SS, menjelaskan, angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir di Kabupaten Tegal tergolong cukup tinggi. Dan kematian justru sering terjadi di daerah-daerah dengan sarana kesehatan yang memadai dan pengetahuan yang cukup.
"Mungkin penyebabnya karena tidak adanya sistem rujukan yang baik bagi daerah-daerah tersebut," ujarnya, kemarin.
Karena itulah, pihaknya menunjuk sejumlah tempat sebagai tempat rujukan untuk penanganan ibu melahirkan. Di antaranya Puskesmas Jatinegara, Puskesmas Tarub, Puskesmas Suradadi, dan Rumah Bersalin Hj Mafroh. Sementara rumah sakit yang menjadi jejaring program itu adalah RSUD dr Soeselo, RS Adella Slawi, dan RSI Muhammadiyah Singkil Adiwerna.
Dia melanjutkan, kematian ibu dan anak juga sesekali terjadi karena faktor-faktor yang tidak terkait dengan kesehatan kehamilan, seperti mekanisme pengajuan jampersal atau pun jamkesmas yang dinilai ribet. Untuk itulah, dia berharap pemerintah setempat segera memberikan dukungan kepada para ibu hamil, salah satunya adalah, mempermudah Jamkesmas.
"Pemerintah harus ikut turun tangan untuk mensukseskan program ini," pintanya.
Koordinator Pokja Pemberdayaan Masyarakat Tim EMAS Kabupaten Tegal, M Bilal, menjelaskan, untuk sementara ini, tim masih mencari desa yang akan dijadikan percontohan. Saat ini, baru dua desa yang dijajaki dan diteliti indeks masyarakat sipil (IMS)nya yaitu Luwijawa dan Sutapranan.
"Di Luwijawa, ada permasalahan terkait Forum Kesehatan Desa (FKD) yang vakum sejak beberapa waktu terakhir. Sementara, di Sutapranan, angka kematian ibu melahirkan dan bayi yang baru lahir, terbilang cukup tinggi," ucapnya singkat. (yer)
Sumber Berita :  http://www.radartegal.com/index.php/Tegal-Dipilih-sebagai-Lokasi-Program-EMAS.html

0 komentar:

Poskan Komentar