Kamis, 16 Agustus 2012

Mahalnya Kemerdekaan Ala SBY

akarta - 67 Tahun lalu, kemerdekaan Indonesia diperoleh dengan cara mahal, yakni rangkaian pertumpahan darah para pejuang. Kini, perayaan kemerdekaan era pemerintahan SBY pun membutuhkan harga yang mahal dengan angka Rp 7,8 miliar.

Peringatan HUT RI bakal digelar di Istana Merdeka pada Jumat 17 Agustus 2012. Mahalnya dan besarnya uang yang dibutuhkan untuk acara tersebut pun disesalkan. Anggaran tersebut dinilai mengesankan kemewahan.

"Patut dipertanyakan. Apalagi upacara pada bulan puasa ini tak menyediakan makan dan minum siang hari," kata politisi PDIP Tubagus Hasanuddin melalui pesan singkat kepada CentroOne.com di Jakarta, Rabu (15/8/2012).

Acara itu, tutur Wakil Ketua Komisi I DPR ini, sebenarnya hanya terdiri dari 3 event utama saja. Pertama, upacara menaikkan bendera pukul 10.00 WIB. Kedua, upacara penurunan bendera pukul 17.15 WIB. Ketiga, resepsi kenegaraan pukul 19.30 WIB. Ketiga event itu berlangsung di Istana Merdeka.

Biasanya, jelas dia, biaya Paskibraka dibiayai Kemendiknas. Pasukan TNI-Polri dibiayai Mabes TNI-Polri. Sementara panitia biasanya diselenggarakan oleh Skogar Ibukota DKI Jakarta. Sehingga dana yang dibutuhkan hanya meliputi cetak undangan, bingkisan tamu atau undangan, sewa panggung, dan makan untuk resepsi kenegaraan.

"Tapi sebesar itukah? Setneg harus menjelaskan rinciannya agar tak banyak pertanyaan dari publik," sebut purnawirawan TNI ini.

Ketua DPP Bidang Komunikasi dan Informasi Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengaku heran dengan angka Rp 7,8 miliar yang dirilis oleh Forum Indonesia untuk Transparasi Anggaran (Fitra) tersebut. Meski demikian kritik terhadap anggaran tersebut tidak dilarang.

"Ya kalau mau kritik silahkan saja, nggak ada yang larang. Tapi aku heran saja kenapa LSM itu kok bisa tahu, kan yang tahu itu hanya orang dalam Istana, seperti Setneg saja," cetus Ruhut kepada CentroOne.com.

Anggota Komisi III DPR ini menyarankan Fitra membentuk parpol saja dan menjadi oposisi, ketimbang hanya melontarkan kritik terhadap pemerintahan SBY dengan mengatasnamakan rakyat.

"Kalau cari kesalahan orang, jangan gitu dong, harus jantan. Kalau mau menantang, buatlah parpol dan jadilah penantang," ketus Ruhut.

Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti menilai anggaran perayaan HUT ke-67 RI di Istana Merdeka tersebut menjadi bukti betapa tidak berhematnya pemerintahan SBY.  Sementara jika untuk rakyat selalu mengeluh kekurangan dana.

"Angka Rp 7,8 miliar tentu bukan angka yang kecil. Besar untuk kegiatan seremonial. Kesan yang tertangkap untuk kepentingan pesta para elit pemerintahan selalu tersedia begitu banyak dana. Tapi untuk kepentingan rakyat, pemerintah selalu mengeluhkan kekurangan dana," sindir Ray.

Ketua Peringatan Hari Besar Nasional Lambock V Nahattands tidak menampik angka Rp 7,8 miliar yang dilansir Fitra. "Yang jelas selalu seimbang sesuai jenis kegiatannya. Jangan diukur dari besarannya saja, tapi juga kepantasan dan luas cakupannya," kata pria yang sehari-hari bertugas di Sekretariat Kemensetneg ini.

Selain merilis angka Rp 7,8 miliar, Fitra juga merinci alokasi anggaran yang paling banyak. Yakni pengadaan souvenir Rp 1,7 miliar, sewa pemakaian AC standing floor, misting fan, cooling fan, CCTV, dan camera shooting Rp 1,1 miliar, sewa pemasangan dan pembongkaran tenda, plampang (flooring), kursi dan meja untuk acara resepsi kenegaraan Rp 829 juta.

Pekerjaan pembuatan dekorasi rangkaian bunga berikut pembongkarannya Rp 818 juta, pengadaan pakaian sipil lengkap (PSL) pejabat teras, pejabat eselon III dan IV, dan pegawai/petugas perbantuan di lingkungan Setpres Rp 778 juta, sewa pemakaian sistem tata suara (sound system) Rp 629 juta, penyediaan makanan dan minuman Rp 440 juta, dan pekerjaan pengadaan jamuan snack box Rp 180 juta.

Pembuatan, pemasangan dan pembongkaran baliho Rp 431 juta, pengadaan bendera dan umbul-umbul Rp 241 juta, pemasangan rak CCTV, pembuatan sketsel dan dinding partisi gudang sponsor Rp 241 juta, serta pengadaan barang cetakan Rp 186 juta.
Sumber Berita :  http://www.centroone.com/news/2012/08/3ss/mahalnya-kemerdekaan-ala-sby/

0 komentar:

Poskan Komentar