Selasa, 05 Juli 2011

Dai Sejuta Umat Berhenti di Titik 09.20

Jakarta, CyberNews. KH Zainuddin Muhammad Zein atau yang akrab disapa Zainuddi MZ meninggal dunia pukul 09.20, Selasa (5/7) di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Pusat. Dikabarkan Zainuddin yang mendapat sebutan "dai sejuta umat" itu meninggal akibat menderita penyakit jantung.
Kegiatan almarhum dalam beberapa bulan terakhir ini sangatlah padat terutama mengisi sejumlah ceramah dan khutbah di beberapa daerah di Indonesia.
Zainuddin mendapat julukan "dai sejuta umat" karena gayanya saat menyampaikan ceramah agama Islam, menyentuh ke seluruh lapisan masyarakat. Tutur kata dai kondang saat di podium seolah menghipnotis pendengarnya. Dengan retorika yang sederhana, luwes dan kerap dibumbui humor memikat membuat jamaah pendengarnya enggan beranjak sebelum ceramah sang dai tuntas.
Lahir di Jakarta, 2 Maret 1951, sejak kecil Zainuddin MZ sudah mahir berceramah. Lulusan IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini berhasil mendapat gelar doktor kehormatan dari universitas kebangsaan Malaysia karena kepiawaiannya dalam berceramah.
Popularitas dan kepiawaiannya berpidato pula yang membuatnya masuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tahun 1977. Saat itu Zainuddin mengaku penasaran, dalam pemikirannya muncul pertanyaan mengapa partai berbasis Islam selalu kalah dalam pemilu. Di PPP, ia sempat meraih kursi ketua DPP, namun karena perbedaan pendapat, Zainuddin kemudian hengkang dari PPP dan mendeklarasikan PPP demokrasi yang belakangan berubah menjadi Partai Bintang Reformasi (PBR).
Dalam kursi PBR pun Zainuddin menjabat sebagai ketua umum. Namun, niat Zainuddin membesarkan partai Islam dengan mengandalkan popularitasnya tidak kesampaian. Pada pemilu, PBR malah terpuruk, karena konflik internal, Zainuddin pun hengkang dari PBR yang didirikannya.
Memang banyak yang menyayangkan Zainuddin tergoda dunia politik, padahal sang dai sendiri pernah berucap "Saya tidak kemana-mana tapi saya ada dimana-mana". Itulah bentuk penolakannya masuk ke partai tertentu yang kemudian dilanggarnya sendiri. Zainuddin kepayahan setelah tiga tahun terjun dalam dunia politik. Ia mengaku agama dijadikan untuk berpolitik bukanlah hal mudah. Karena menurutnya, partai islam itu masih miskin ide dan statis.
Sesudah tidak berpartai, Zainuddin kembali menggeluti dunia dakwah. Dan gaya berceramahnya pun masih disukai masyarakat, di tengah bermunculannya dai-dai muda dengan ragam gaya. Sepertinya Tuhan berkehendak lain, di usianya yang genap 60 tahun ini, sang khaliq memanggil Muhammmad Zein pulang keharibaannya.
Sebagai informasi, almarhum meninggalkan seorang istri Hj Kholilah dan empat anak diantaranya Fikri Haikal MZ, Lutfi MZ, Kiki MZ, dan Zaki MZ. Selasa (5/7) sore pukul 15.00, jenazah dimakamkan di samping masjid Fajrul Islam yang terletak di depan rumah almarhum. Lokasi pemakaman itu sesuai permintaan terakhir Zainuddin.
Selamat jalan dai sejuta umat.
(Nv@/CN15)
http://suaramerdeka.com/5 Juli 2011

0 komentar:

Posting Komentar