Jumat, 18 Mei 2012

Amien Sia sia Tokoh Tua Maju Pilpres

AKARTA - Setelah Ketua MPR Taufiq Kiemas meminta tokoh-tokoh tua tidak maju dalam Pilpres 2014, harapan serupa dilontarkan Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.   Mantan ketua MPR itu yakin bahwa regenerasi merupakan keharusan sejarah. Ia berpenda-pat, niat tokoh-tokoh sepuh menjadi RI-1 bakal sia-sia.
"Saya termasuk yang sangat yakin bahwa regenerasi itu adalah keharusan sejarah. Regenerasi termasuk sunatullah. Jago-jago tua boleh maju, tapi saya melihat (akan) sia-sia," kata Amien, Rabu (16/5).
Amien menyatakan sepakat dengan pandangan Taufiq Kiemas bahwa Aburizal Bakrie, Megawati Soekarnoputri, dan SBY sebaiknya bersatu menjadi king maker. Selanjutnya, mereka bersama-sama mencari capres muda.
"Saya mengamini pendapat Pak Taufiq Kiemas karena sesuai dengan sunatullah. Saya rasa yang berumur 70 tahun sudah (tidak usah maju) saja," kata dia.
Lalu, apakah Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa masuk kategori jago tua?
"Pak Hatta memang belum tua, baru 60-an," jawab Amien.
Mengenai ambang batas suara untuk pencalonan presiden (presidential threshold), Amien menilai sebaiknya tak perlu ditekan terlalu ringan. Sebab, jika terlalu banyak capres, akan kurang baik.
Sejumlah fraksi di DPR mewacanakan penurunan angka presidential threshold dari 20 persen suara DPR dan 25 persen suara sah pemilu legislatif. Hanya Golkar yang masih bertahan dengan angka itu, sedangkan Demokrat dan PAN mengusulkan diturunkan sampai 15 persen kursi DPR.
Partai-partai menengah seperti PKS, PPP, Hanura dan Gerindra sepakat angka presidential threshold disetarakan dengan parliamentary threshold, yakni  3,5 persen.
Kombinasi Tua-Muda
Penegasan Amien Rais dan Taufiq Kiemas menyangkut regenerasi kepemimpinan nasional dengan menampilkan sosok kaum muda pada Pilpres 2014 memiliki alasan moral, sejarah, dan politik yang kuat. Karena itu, para pemimpin partai politik perlu segera mengagendakan keterwakilan orang muda untuk memimpin bangsa pascapemerintahan SBY-Boediono.
Demikian disampaikan Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan di Jakarta, Kamis (17/5).
”Setidaknya diperlukan kombinasi antara generasi tua dan unsur muda, atau dengan kata lain menempatkan posisi calon wakil presiden dari kalangan muda,”  jelas anggota Dewan Pengarah Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Pusat itu.
Mengenai calon presiden, lanjut Syahganda, tidak begitu penting dipermasalahkan, sejauh kredibilitas dan ketokohannya memadai. Ia mengatakan, saat ini kepemimpinan di sejumlah negara banyak diisi figur muda di bawah usia 50 tahun.  (di,dtc-59)
Sumber Berita : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/05/18/186713/Amien-Sia-sia-Tokoh-Tua-Maju-Pilpres

0 komentar:

Poskan Komentar