Selasa, 15 Mei 2012

Protokol Pemda Bantah Usir Slamet Gundono

PROTOKOL yang berada di bawah Bagian Humas Setda Kabupaten Tegal yang dianggap telah mengusir salah satu nara sumber dalam kegiatan Rakyat Tegal Moci Bareng (RTMB) yang didalamnya ada acara Ndopok (dikskusi, Red) bareng bersama Menteri, Anggota DPR, dan Pemkab, merasa tidak melakukan itu. Hal ini seperti yang dikatakan Kabag Humas Setda Kabupaten Tegal, Drs Adi Mardiyatno.
Menurutnya, pada acara Ndopok Bareng Menteri, DPRD, dan Pemkab pada acara RTMB memecahkan rekor MURI, protokol Pemda yang notabene merupakan sub bagian pada Bagian Humas Setda, tidak benar jika dikatakan tidak menghormati salah satu narasumber ndopok bareng yakni Ki Slamet Gundono. Dikatakannya, ketika itu atas permintaan panitia Moci Bareng, Protokol Pemda termasuk Master of Ceremony (MC), hanya diserahi untuk pembukaan oleh Wakil Bupati Tegal. Sementara untuk acara ndopok atau dialog, ada pembawa acara dan moderatornya sendiri.    “Jadi, acara ndopok sudah tidak ada kaitan dengan protokol,” ujarnya, kemarin.
Meskipun demikian, dia meminta maaf jika ada kekurangan ataupun kesalahan pada saat melaksanakan tugas tersebut. “Ini merupakan pelajaran berharga bagi kami untuk melaksanakan tugas kedepan,” ujarnya.
Seperti diberitakan kemarin, salah satu panitia RTMB, Tony SR yang pada saat itu menjadi pembawa acara mengatakan bahwa kegiatan RTMB yang didalamnya ada acara ndopok dengan tema Balik Desa Gotong Royong Mbangun Kabupaten Tegal tersebut, sudah diluar  kendali panitia. Dia yang sedianya menjadi moderator bersama Teguh Eros, mengatakan, bahwa kehadiran Marco Marnadi sebagai moderator tersebut atas keinginan Pemkab yang tidak mengetahui alur yang akan dibicarakan pada ndopok tersebut. Dimana sedianya narasumber pada ndopok tersebut, yakni ada Ki Slamet Gundono bersama Hadi Utomo dan semua pejabat yang hadir, akan membahas isu yang sudah disediakan oleh panitia. Namun Ki Slaemt Gundono tidak naik ke atas panggung.
“Kang Slamet Gundono adalah narasumber kunci yang mewakili ruh SLKT. Tapi Saya melihat, Kang Slamet Gundono 'terusir' dari tempat duduknya dan merasa tidak dimanusiakan oleh protokoler Pemda. Disusul kemudian moderator diganti paksa oleh oknum penguasa. Karena tidak ada titik temu, maka kami (SLKT) memutuskan untuk menarik diri dari acara selanjutnya karena aroma 'sabotase' sudah menyesakkan dada,” kata Tony. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/Protokol-Pemda-Bantah-Usir-Slamet-Gundono.html

0 komentar:

Poskan Komentar