Jumat, 18 Mei 2012

Malam Tasyakuran Hari Jadi Kabupaten Tegal ke 411

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tegal ke-411 tahun 2012 ini salah satunya diwarnai dengan malam tasyakuran. Pada kesempatan tersebut, seluruh pejabat Pemkab Tegal dihimbau untuk dapat mengibarkan panji-panji kebaikan. Lalu ?

LAPORAN : FATKHUROHMAN
Seluruh pejabat dan pegawai di jajaran Pemkab Tegal diajak untuk mengibarkan panji-panji kebaikan. Hal itu disampaikan kyai kharismatik asal Brebes, KH Subhan Mamun, saat digelar malam tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Tegal ke-411 tahun 2012. Kegiatan itu sendiri digelar di Pendopo Ki Gede Sebayu Pemkab Tegal, Kamis (17/5) malam.
“Jangan pernah meninggalkan dan melupakan sejarah. Karena para pejuang sudah banyak meninggalkan panji-panji kebaikan yang harusnya ditiru oleh para pemimpin bangsa atau daerah. Karenanya, mari kita kibarkan panji-panji kebaikan,” katanya.
Dia menjelaskan, dengan menyampaikan beberapa pesan yang disampaikan oleh para pendiri bangsa, agar orang yang salah dapat selalu diingatkan. Orang yang susah, juga dapat diberi pertolongan. Orang yang miskin, agar diperhatikan. Serta orang yang bodoh harus dicerdaskan.
“Wong salah elingono (orang salah agar diingatkan, Red), wong susah ditulungono (orang susah diberi pertolongan, Red), wong fakir perhatikno (orang miskin diperhatikan, Red), wong bodo cerdasono (orang bodoh dicerdaskan, Red),” pesan KH Subhan.
Kabupaten Tegal ini, lanjut KH Subhan, memiliki banyak keberkahan. Karena, Tegal selain memiliki sumber daya alam yang luar biasa, juga banyak ulama dan habaib yang selalu melakukan pengajian.
“Kabupaten Tegal dapat menjadi contoh daerah lain terkait dengan keagamaan dan perekonomian. Karenanya, hal itu harus terus dijaga,” ujarnya.
Dia juga berpesan, terkait dengan kemasalahatan, bagaimana kemudian upaya pemimpin atas rakyatnya. Apabila memiliki ilmu harus mewujudkan kemaslahatan agar banyak orang pandai. “Dalam memajukan harus bersama-sama dengan musyawarah demi kemaslahatan untuk bangsa, negara, dan agama” tegasnya.
Dalam memimpin, juga harus menjaga kebersamaan. Syarat kebersamaan, lanjut KH Subkhan, harus saling pengertian, saling keterbukaan, saling keterpaduan, dan memenuhi syarat kebersaman. "Sebaik-baik manusia itu adalah orang yang memberi manfaat bagi manusia lainya,” tegasnya.
Karenanya, lanjutnya, kepada pemimpin dan setiap orang diminta agar nikmat itu harus disyukuri. Karena, nikmat memiliki sifat lari. “Nikmat harus diikat dengan syukur. Karena jika tidak, dia akan lari,” ungkapnya.
Dalam tasyakuran tersebut, sebelum ceramah, dilakukan pembacaan tahlil yang dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Wakil Bupati Tegal H Moch Hery Soelistiyawan SH MHum. Pada kesempatan itu, potongan tumpeng diserahkan oleh Wakil Bupati kepada Ketua DPRD Kabupaten Tegal, H Rojikin AH SH.
Dalam sambutannya, Hery melaporkan beberapa kegiatan yang dilakukan oleh panitia Hari Jadi seperti Moci Bareng dan pembuatan martabak manis terbesar demi memecahkan rekor MURI, dzikir akbar, karnaval batik Tegalan, sunatan masal, nikah masal, dan banyak lagi kegiatan yang lain.
“Kegiatan ini menjadi agenda kegiatan rutinan tahunan untuk mengingat kembali perjuangan-perjuangan para pendiri Kabupaten Tegal,” ungkap Hery.
Acara malam tasyakuran berlangsung khidmat. Selain diikuti sejumlah pejabat pemerintahan Kabupaten T, sejumlah elemen masyarakat pun nampak hadir di acara tersebut. (*)
http://www.radartegal.com/index.php/Malam-Tasyakuran-Hari-Jadi-Kabupaten-Tegal-ke-411-Tahun-2012.html

0 komentar:

Poskan Komentar