Minggu, 13 Mei 2012

AR Terima Penghargaan Penggiat Lagu Tegal

SLAWI – Di hari jadi kabupaten Tegal ke 411, beberapa penggiat lagu tegalan seperti Agus Riyanto Ssos MM, menerima penghargaan versi grup facebook Sisi Lain Kabupaten Tegal (SLKT). Selain Agus Riyanto (AR) juga diberikan kepada, Najib, Imam Jund, dan Teguh Herdi, Sabtu (12/5) di halaman Pemkab Tegal.
AR dianggap telah memberikan warna lain terhadap lagu-lagu Tegalan.  "Kecuali liriknya yang terasa unik, ia telah membuktikan bahwa bahasa tegal ternyata bisa dipadukan dengan berbagai warna musik. Dan syair-syairnya memuat simbol-simbol Tegal, jenaka namun berisi," ujar Wakhidin, BA, ketua panitia memberi alasan.
Saat ditemui Radar, beberapa waktu lalu, AR mengatakan memberi apresiasi terhadap kegiatan yang digagas SLKT bekerjasama dengan Pemda. Terkait dengan penghargaan yang bakal diterimanya sebagai pegiat lagu Tegalan, dia menyatakan, bahasa Tegal sebagai anak peradaban, terbukti tidak cuma sebagai bahasa keseharian, tapi juga bisa menjadi bahasa sastra. Terbukti bisa menjadi syair-syair lagu. Ia berharap kedepan, akan lahir bentuk-bentuk lain dari bahasa Tegal, misalnya berbentuk tulisan, buku, cerita, dan lainnya.  “Semua yang ada di Kabupaten Tegal ini merupakan modal yang diberikan Allah, karenanya masyarakat Tegal harusnya bangga sebagai bentuk rasa syukur. Apa sih ciri mati tentang Tegal? Tidak lain ya dari bahasanya, ya dari alamnya, dan dari tokoh-tokohnya, serta kebudayaannya.  Makanya kita harus ngur-nguri pawitan Sing Gusti (memelihara modal dari Allah,red),” tambah AR.
Di dalam lagu tegalan yang dinyanyikan AR, banyak yang menggambarkan tentang SDA Tegal, seperti Guci, Purwohamba, Cacaban, teh poci dan lain sebagainya. Dijelaskan AR, Tegal itu telah dikaruniai SDA dan SDM yang luar biasa. Modal dari Tuhan tersebut harus disyukuri. Sehingga  bagaimana agar modal tersebut bisa berkembang. “Cara wong dagang kue, pimen carane ben bati (kalau orang dagang bilang, bagaimana caranya supaya untung,red),” ujarnya.
Seperti Ki Gede Sebayu membuat bendungan Danawarih, seperti Soekarno yang membangun Waduk Cacaban, Sosro yang membikin teh Botol, atau ada juga yang bikin Pil Kita. Mereka semua atau mungkin dapat ditambah nama lain, merupakan inspirator. Bahwa mereka telah  mengawinkan secara cerdas antara modal lokal dengan perkembangan teknologi. Sehingga kemudian melahirkan sesuatu yang berdaya guna, sekaligus membanggakan.
“Mudah-mudahan ki Gede Sebayu, Pil Kita, Sosro, bisa menginspirasi warga Tegal untuk berkreasi dibidang manapun, yang intinya bagaimana menjadikan sesuatu yang ada menjadi lebih manfaat. Agar modal dasar tadi itu tidak malah menjadi punah,” ungkapnya.
Ditingkat nasional, ada simbol-simbol nasional, seperti bendera merah putih, taman mini, monas dan sebagainya. Di Kabupaten Tegal pun demikian, Ia mengajak untuk nguri-nguri (melihara, red) simbol-simbol dari SDM baik laut, darat, dan gunung, tokoh ki gede sebayu, tokoh bisnismen seperti sosro, dan banyak lagi tokoh yang lain.
Lagu tegalan pun dapat menjadi contoh lain perkawinan antara bahasa Tegal dengan berbagai genre musik, ada yang rock, country, dangdut, reggee. Ia berharap itu semua dapat menjadi sajian yang boleh jadi diterima oleh siapa saja.
Iapun mengajak warga Tegal untuk menanam benih diatas modal dasar pemberian dari Allah di tempat kelahirannya. Tidak perlu nyakra-nyakra (kemauan yang tidak-tidak) yang tidak nyata dengan kemampuan sendiri.  “Semoga dengan begitu, Tegal akan menjadi terus hidup dan berkembang, tambah rimbun, tambah sejuk, kian sejahtera, tambah ngangeni lan mbetahi,” ujarnya.
Jangan coba-coba nandur (nanam, red), apalagi memelihara benih yang justeru akan membuat tidak untung. Atau kita lebih suka apabila kelak cepat atau lambat, modal laut, modal lahan, modal gunung dan modal budaya yang ada  yang harusnya disyukuri, bisa-bisa hilang karenanya.  “Muga-muga (semoga,red) lagu bahasa Tegal jadi salah satu tanaman yang bisa mendekatkan Tegal tambah gregah (bergegas membangun, red),” pungkasnya. (fat)
Sumber Berita : http://www.radartegal.com/index.php/AR-Terima-Penghargaan-Penggiat-Lagu-Tegal.html

0 komentar:

Poskan Komentar