Senin, 17 Oktober 2011

Bronjong Batu Mahasiswa UNS Dipresentasikan di London

BRONJONG batu yang sudah biasa dikenal untuk penahan air, bisa dijadikan bahan penataan tata ruang. Oleh dua mahasiswa UNS, bahan itu akan dipresentasikan di London, 10 November mendatang, dalam lomba karya ilmiah bidang arsitektur tingkat internasional.
Bima Pratama Putra dan Addina Nur Amalia, dua mahasiswa Jurusan Arsitektur angkatan 2006, akan berebut juara utama bersaing dengan mahasiswa dari Universitas Hawai dan Universitas Taiwan.
''Kami mohon doa restu, karena hanya satu karya yang akan diambil sebagai juara. Dan, satu karya yang menang itulah yang berhak mendapatkan hadiah 10.000 dolar, ditambah 25.000 dolar untuk mempraktikkan karya itu sebagai pilot project,'' kata keduanya, kemarin.
Mereka mengatakan, lomba tingkat internasional ini sudah tiga kali digelar dan tahun lalu juaranya dari Harvard University, perguruan tinggi paling bergengsi di Amerika. Kali ini tentu mereka berharap akan tampil sebagai juara.
''Peserta yang mendaftar ada 800, namun yang mengirimkan karya dalam bentuk proposal dan presentasi hanya 190. Kemudian disaring menjadi 45, selanjutnya disaring lagi tinggal 10, diambil lima besar, dan terakhir tiga besar,'' kata Addina.
Korespondensi
Tiga proposal terakhir itulah yang diundang ke London untuk mempresentasikan proposal hasil karyanya di depan juri yang terdiri atas para ahli di bidang arsitektur, tata ruang, dan ahli teknik lainnya.
''Kami tidak hanya berdua, karena karya ini kami buat dengan dua mahasiswa Massachuset Institut of Technology (MIT), yaitu Stephen Kennedy dan Alice Shay. Kami hanya berkorespondensi dan berdiskusi tentang karya kami melalui email. Kami baru akan bertemu di London nanti,'' jelas Bima.
Karya dua mahasiswa itu berjudul ''Firm Foundations, Decreasing Vulverability with Self Reliant urban Design for River Frint Housing in Barito'', yakni penggunaan bronjong batu untuk dasar penataan ruang bagi rumah pinggir Sungai Barito.
Dengan susunan bronjong batu itu, tak hanya menahan abrasi air sungai, tetapi juga untuk jalan setapak, penjernihan air, kesehatan lingkungan, penataan taman, dan lingkungan secara keseluruhan yang lebih apik. (Joko Dwi Hastanto-37)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/10/18/163099/

0 komentar:

Posting Komentar