Kamis, 16 Juni 2011

"Menjilat" Atasan Lakukan Saja

APAKAH Anda termasuk ke dalam golongan si penjilat atasan? Tak dipungkiri, Anda lantas menjadi sasaran kekesalan rekan-rekan kerja karena dianggap promosi jabatan atau kenaikan gaji yang Anda dapatkan diperoleh dari hasil 'menjilat' atasan.
Namun, terlepas dari efek buruknya terhadap situasi kerja di lingkungan profesional Anda, sebuah studi yang diterbitkan Journal Of Management Studies justru menyimpulkan bahwa 'menjilat' bos Anda membuat hidup jauh lebih sehat.
Diungkapkan dari penelitian tersebut, tindakan 'menjilat' atau cari muka ini justru dapat mengurangi tekanan psikologis di tempat kerja. Selain itu, kemampuan merebut hati rekan kerja juga dapat menjauhkan diri dari tekanan psikologis serupa.
Ditengarai, pengabaian oleh bos atau rekan kerja yang berdampak pada pengucilan di tempat kerja menjadi faktor pemicu stres individu yang berdampak pada kesehatan.
Hal ini diperoleh berdasar survei terhadap 262 karyawan selama lebih lima tahun, dimana sebanyak 29 persen dari 66 persen responden memilih pindah kerja (resign) karena merasa diabaikan bos atau rekan kerjanya.
Sementara Ho Kwong Kwan, salah satu peneliti dalam studi tersebut, mencoba menguji 215 karyawan di dua perushaan minyak dan gas di China. Ia menyimpulkan, benar adanya hubungan antara kemampuan berpolitik di tempat kerja dan pengucilan serta tekanan psikologis yang dialami karyawan.
"Data itu menunjukan bahwa pengucilan di tempat kerja ternyata rentan dengan tekanan psikologis," ujarnya.
Ia menilai, seorang karyawan perlu memelajari ketrampilan berpolitik. Keahlian ini nantinya bisa diterapkan untuk mengambil hati atasan atau rekan kerja, pun bisa meminimalkan adanya tekanan di tempat kerja.
Namun, jika lalu banyak jalan menuju sukses dengan 'menjilat', bijaknya perusahaan mulai menciptakan budaya yang menghambat munculnya pengucilan di tempat kerja dengan menyediakan pelatihan kepada manajer dan karyawan.
Adanya peningkatan harga diri serta kepercayaan diri karyawan diharapkan akan mendorong teknik pemecahan masalah yang efektif, pun meningkatkan ketrampilan berpolitik karyawan.

(maya/CN19)
Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/17 Juni 2011

0 komentar:

Posting Komentar