Jumat, 03 Juni 2011

STIKES Bhamada Serahkan Mahasiswa Praktek

SLAWI - Sebanyak 64 mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Program Reguler Semester IV (empat) STIKES Bhamada Slawi, melaksanakan praktik keperawatan di Desa Karanganyar Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal.    Kegiatan ini akan diikuti ke-64 mahasiswa tersebut sejak 30 Mei lalu hingga 18 Juni mendatang.
Penyerahan mahasiswa praktik, dilakukan Kepala Prodi (Kaprodi) D-III Perawat Woro Hapsari SKep Ns, didampingi Koordinator Ariani Indrastuti SKM.
"Keperawatan komunitas merupakan salah satu bentuk pelayanan keperawatan profesional yang ditujukan pada komunitas dengan penekanan pada kelompok resiko tinggi, dalam upaya mencapai derajat kesehatan yang optimal melalui peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dengan melibatkan komunitas sebagai mitra perencana, pelaksana, dan evaluasi pelayanan kesehatan," jelasnya.
"Keperawatan komunitas merupakan bentuk pelayanan langsung atau tidak langsung yang berfokus pada kebutuhan dasar komunitas yang berkaitan dengan kebiasaan (perilaku) masyarakat yang tidak sehat, ketidakmampuan masyarakat untuk beradaptasi dengan lingkungan internal maupun eksternal," lanjutnya.
Agar terjadi link and match, Woro menjelaskan, maka mahasiswa semester akhir Prodi D-III Keperawatan STIKes Bhamada melaksanakan praktik keperawatan komunitas dan keperawatan gerontik dalam kontek pelayanan kesehatan utama untuk mengaplikasikan konsep-konsep yang sudah didapat di akademik.
"Fokus mata ajar ini untuk menerapkan proses keperawatan komunitas di dalam masyarakat mengenai masalah kesehatan utama, yang berdasarkan konsep dasar kesehatan komunitas, konsep dan prinsip pendidikan kesehatan. Penerapan proses keperawatan komunitas ini dapat bersifat dependen, independen, dan interdependensi," sambungnya.
Adapun mengenai tujuannya, Woro mengatakan, untuk menerapkan proses asuhan keperawatan komunitas dengan berkolaborasi dengan lintas program dan sektoral -baik lembaga formal, maupun non formal-, dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang meliputi promotif, preventif, rehabilitatif, dan kuratif dengan memanajemen masalah kesehatan yang ada dalam masyarakat.
"Melaksanakan pengkajian kebutuhan dalam keperawatan komunitas yang meliputi mengidentifikasi data yang diperlukan, mengumpulkan data dengan mengunakan metode/strategi yang sesuai, menganalisa data yang telah diperoleh, serta menentukan masalah keperawatan yang sesuai dengan prioritasnya," terangnya.
Selain itu, juga untuk merencanakan asuhan keperawatan komunitas serta melaksanakan rencana keperawatan komunitas yang meliputi independen dengan bersifat health education sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dependen yang bersifat partnership dengan disiplin ilmu yang lain, serta menciptakan hubungan yang   efektif dengan beberapa sumber yang ada di masyarakat dan instansi yang terkait.
"Membantu dan mengembangan pelaksanaan asuhankeperawatan komunitas dalam meningkatkan kualitas pelayanan yang ada di Puskesmas, mengevaluasi tindakan keperawatan komunitas sesuai dengan standar/acuan yang telah ditentukan, selanjutnya mencatat/melaporkan data/informasi yang tepat dan relevan kepada Puskesmas yang ada untuk meningkatkan kualitas praktik keperawatan komunitas," paparnya.
Sumber Berita : Radar Tegal 3 Juni 2011

0 komentar:

Posting Komentar